
Judul Buku: Columbus Menemukan Jejak Islam
Penulis: Wisnu Arya Wardhana
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan: I 2009
Tebal: xxvii+276 Halaman
Peresensi : AB Hadi
Dalam sejarah yang berabad-abad kita ketahui dan pelajari, tentang siapa orang yang menemukan benua amerika, ternyata masih meggunakan term lama yaitu Cristopher Columbus, seorang pelaut ulung dari Spanyol. Tetapi apa jadinya jika ilmu pengetahuan dan sejarah modern meragukan columbus sebagai penemu Benua Amerika?
Buku karya W.A. Wardhana ini, akan menyuguhkan konfimasi dan uraian yang cukup jelas tetang siapa Columbus serta bagaimana sepak terjangnya selama menjadi seorang pelaut. Di samping itu, penulis juga menyajikan bukti secara lengkap dari pengalaman dan ilmu pengetahuan yang diperoleh Columbus selama berlayar untuk misi kerajaan Spanyol menemukan menuju India lewat laut.
Kita telah tahu, megenai tujuan utama pelayaran Columbus adalah untuk mencari dan menemukan jalur laut menuju India. Kerajaan Spanyol pada masa itu ingin memperluas daerah koloni serta berobsesi manjadi negara kaya nan kuat dengan cara mengusai jalur perdagangan dunia. Berawal dari sini, Columbus membuat proposal yang berhubungan dengan permintaan providensi kepada raja Ferdenand II, penguasa spanyol untuk memberikan izin mencari jalur ke India lewat laut.
Setelah bekal yang diberikan oleh kerajaan spanyol sudah memadahi, maka pada 3 agustus 1492 ia berangkat bersama dari dermaga pelabuhan Palos de la Florenta, Cadiz bersama tiga armada kapal bernama Santa Maria, Pinta serta Nina. Setelah hampir satu bulan berlayar di laut lepas, mereka tak kunjung juga menemukan pulau India.
Saat rasa lelah memburu para awak kapal, pada malam yang digin gelap, seorang awak kapal melihat pulau di depan matanya, mereka mendekatkan kapal, Columbus melihat sebuah bangunan di tepi pantai yang sama pernah ia lihat seperti di Arfika Utara, bangaunan terseut adalah masjid, tempat orang Islam beribadah. Di pulau ini, Columbus mendaratkan kapalnnya dan ditrerima oleh penduduk setempat dengan ramah, ternyata pulau ini telah berpenduduk banyak yang sebagian berasal dari Eropa.
Memang betapa senang hati columbus menemukan daratan baru, ia menyebutnya Amerika. Menurut data sejarah pemberian nama pulau ini, diambil dari sebuah nama orang yang menjadi penulis perjalanan Columbus sejak pertama kalinya, ia adalah Amerigo Vespucci.
Jejak islam
Disinilah yang menadi fokus atau objek utama penulis tentang buku ini, penulis ingin memaparkan bagaimana orang-orang Islam sudah lebih maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan pelayaran dibandingkan para pelaut manapun, termasuk Spanyol. Sebagai bukti bahwa adanya bangunan masjid di Cuba, Amerika sebelum columbus meginjakkan kakinya pada 21 Oktober 1492. Konon daerah Cuba ini diambil dari bangunan masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad yaitu masjid Quba di Madinah.
Untuk membuktikan kepada raja Ferdenand II, bahwa ia telah menemukan benua baru, muncul tindakan jahatnya, Columbus menculik 30 orang dari penduduk asli benua baru. Kemudian dibawa kembali ke spanyol, hingga ahirnya tinggal 9 orang karena meninggal di tengah perjalanan.Sesampainya di Spanyol Columbus hanya menceritakan tentang benua baru yang ditemukan dan membawa penduduk aslinya sebagai bukti. Ia tidak memberitahukan kepada raja bahwa di tempat itu sudah berkembang pesat peradaban Islam yang dibawa oleh para pelaut Arab sekitar 5 abad sebelum Columbus hadir di sana. Setibanya di Spanyol Columbus mendapatkan piala ‘King Corss’ dari raja Ferdenand serta mendapat gelar pahlawan.
Setelah kesuksesan pertama berlayar, columbus melanjutkan perlayaran yang kedua kalinya pada tahun 1493 dengan membawahi 17 armada dan 1.200 awak kapal. Kali ini disamping mencari jalur laut menuju India, ia juga bermaksud megadakan koloni besar-besaran untuk perluasan daerah kerajaan spanyol. Ia kembali ke benua baru yang dinamakan Amerika. Panduduk setampat telah tahu perbuatan Columbus yang menculik orang-orang ‘Indian’ di Taino.
Penduduk setempat, Columbus menyebut ‘orang Indian’ melakukan resistansi terhaap Columbus, tetapi dengan persejataan yang lengkap dan lebih canggih para koloni spanyol memerangi dan membunuh mereka. Dalam peperangtan itu 250.000 penduduk Taino mati dan columbus megambil kekayaannya. Inilah sisi gelap kejahatan pemusnahan secara massal (genocide) yang tidak banyak diungkapkan oleh sejarawan barat (halaman 158).
Banyak pula kejahatan yang dilakukan oleh Columbus, ia sendiri ketika menjadi gubernur Jamaika, ia adalah penguasa yang otoriter. Ia megantung para anak buahnya yang tidak mau tunduk pada perintahnya. Lambat laun, berita ini terdengar oleh raja Ferdenand, kemudian raja menyuruh Fransisco de Bobadilla menggatikan Columbus. Karena masih ada dendam kesumat antara Fransisco dengan Columbus, akhirnya ia memenjarakan Columbus dengan kedua adiklnya, Bartolomeo dan Diego.
Mereka dipenjara dengan tangan dan kaki dalam keadaan dirantai.Banyak hal lain yang masih baru ditelinga kita tentang sejarah pelayaran Columbus yang bergiur berbeda dari buku ini. Buku berjudul ‘Columbus Menemukan Jejak Islam’ ini sangat tepat apabila dijadikan bahkan pertimbangan sejarawan untuk meneliti kembali, apakah memang benar bahwa Columbus yang pertama kali menemukan Benua Amerika, dan apakah ia berhasil menemukan jalur lewat laut menuju ke india.
Dari buku ini, sangat tepat pula dijadikan perenungan agar klaim orang barat terhadap Islam adalah kolot, kumuh, arogan dan terbelakang dalam ilmu pegetahuan, ternyata adalah klaim yang keliru, para pelaut muslimlah yang memberikan rute pelayaran laut pada Columbus untuk memberikan 1.700 pulau hasil ekspedisi kepada Spanyol. Dengan kata lain ilmu pengetahuan Islam sudah lebih maju daripada orang Eropa. Terbukti pelajaran melaut yang mereka (Eropa dan Spanyol) dapatkan merupakan pengetahua. dari orang Muslim.
*)Peresensi adalah Pecinta Buku Tinggal di Yogyakarta.

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, ...
Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser). GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, dimana memiliki akar hingga tingkat desa.


bagus bangat
sungguh luar biasa tentang sejarah ini.
beuh bgus bnget jadi pengen punya fail buku nya, gmna cara ngedowlod nya ya tpi grtis…?
memang banyak sejarah yang benar diamputasi oleh orang-orang barat utama Yahudi, seolah ia yang memukannya, padahal memang Islam jauh sebelumnya sdh tersebar didunia ini, adanya rev.Indusrti di Inggris dan Francis, membuat orang-orang Erofah berkeliling dunia untuk menjajah, balas dendam mereka atas kekalahan dispanyol,600 th dikuasai orang-orang muslim (ex Masjid AlHamra spanyol) mereka baru pinter, setelah eropah dikuasai Muslim, kepandaiannya untuk menjajah dimana mayoritas orang-orang Islam berada.