
Jakarta, (Ansor Online): Anggota FKB DPR RI Abdullah Azwar Anas (AAA) meluncurkan sebuah buku bertajuk “Mengawal Negara Budiman” setebal 270 halaman yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar Jakarta.
Buku ini sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya yang berjudul “Akuntabilitas Amanah Rakyat”. Dengan pengantar oleh Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pakar politik Universitas Paramadina Yudi Latif.
Hadir memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Ketua DPR RI Agung Laksono, Ketua Umum DPP PKB yang juga Wakil Ketua DPR RI A. Muhaimin Iskandar, Ketua FKB DPR Hj. Ida Fauziyah, Ketua FPD Syarif Hasan, Ketua FPG Priyo Budi Santoso, mantan Ketua FKB DPR A. Effendy Choirie, Ferry Mursyidan Baldan, Ganjar Pranowo, Sebastian Salang, Prof. Danang Parikesit, Sekjen Departemen PU Agus Wijanarko, Dirjen Perhubungan Tundjung dll.
“Anggota DPR muda yang produktif, aktif dan senantiasa menyampaikan interupsinya dalam sidang paripurna DPR. Selain potensial, prestasi Azwar Anas juga bisa diukur dari kinerjanya selama lima tahun terakhir ini,”tandas Agung Laksono di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Buku Azwar Anas ini juga akan diluncurkan secara besar-besaran di Banyuwangi, pada 18 Oktober mendatang, yang akan dihadiri 180 kepala desa, ratusan kiai dan santri, tokoh masyarakat dan pejabat daerah.
Karena itu Agung berharap, kecerdasan dan kejernihan pemikirannya bisa menjadi contoh bagi anggota DPR mendatang. “Bahwa usia tidak membatasi kepedulian sesorang untuk melakukan upaya-upaya perbaikan untuk membangun parlemen yang kuat dan terhormat. Sehingga bukan saja Negara, tapi juga DPR harus diisi oleh pemimpin-pemimpin yang budiman,”tutur Agung.
Yang pasti kata Muhaimin Iskandar, selama lima tahun di DPR apapun bisa dilakukan untuk mengartikulasikan perjuangan demokrasi dan Azwar Anas mencoba melakukan itu sampai ke tingkat konstituen PKB di Banyuwangi Jatim.
“Jadi, tidak usah kecewa meski tidak lagi menjadi anggota DPR RI. Mengingat 5 tahun perjuangannya itu sama halnya dengan perjalanan selama 25 tahun,”tutur Cak Imin mengibaratkan perjalanan Azwar Anas.
Ida Fauziyah menegaskan Azwar Anas adalah kader PKB yang potensial. Hal itu terbukti kata Ketua FKB DPR ini, meski latar belakang pendidikannya adalah fakultas pendidikan, namun ketika Azwar Anas ditugaskan di komisi V ternyata mampu dan menonjol. Sama halnya ketika dipindah ke komisi VIII, malah mempelopori hak angket haji dan demikian pula ketika berada di komisi VI. “Ternyata kader PKB ini memang potensial,”kata Ida Fauziyah.
Priyo juga mengakui aneh, seorang santri menguasai transportasi. Apalagi setiap ada hak angket di DPR, selalu ada nama Azwar Anas (PKB) dan Yuddy Chrisnandi (Golkar). “Saya selalu ditelepon oleh pimpinan Golkar ketika muncul hak angket di DPR. Bahkan Presiden pun juga telepon saya. Mereka menanyakan ada apa dengan DPR? Jadi, langkah Azwar Anas yang baik ini harus didukung. Sebagai kader PKB yang potensial saya sempat menawari hijrah ke Golkar ketika PKB konflik, tapi selalu ditolak,”tutur Ketua FPG ini berkelakar.
Agus Wijanarko menyampaikan pesan Pak Menteri PU jika pihaknya sangat berterima kasih selama bekerjsama dengan Azwar Anas. Bukan saja kritis, tapi kader PKB itu selalu memberikan solusi dalam setiap masalah yang dihadapi. “Apalagi komitmennya yang selalu terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat, pengentasan kemiskinan dan pertanian,”kata Agus.
Sementara itu menurut pengamat politik dari Formappi Sebastian Salang, membaca buku itu sama dengan nalar dan menelusuri kegelisahan seorang anggota dewan terhadap berbagai program yang akan dilakukan dan berbagai kebuntuan yang dihadapi.
“Misalnya apa benar anggota DPR itu dihormati rakyat? Ternyata tidak. Rakyat menghomati bukan karena dibagi-bagi uang, melainkan karena mendengar dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti pembangunan irigasi, sanitasi air minum dll. Hanya dalam buku ini belum ada dialog dengan konstituen,”kata Sebastian. [eko]

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, ...
Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser). GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, dimana memiliki akar hingga tingkat desa.

