
Jejak Setapak Perjalanan Seorang KADER Gerakan Pemuda ANSOR
MUNAWAR FUAD : Istiqamah menekuni kiprah dan pengabdiannya sebagai a Social Leader dan an Entrepreneur Leader. Tujuh belas tahun lebih menjadi KADER GP Ansor. Dimulai sejak masa kepemimpinan H. Slamet Effendi Yusuf, drh. M. Iqbal Assegaf sampai masa H. Saifullah Yusuf. MF menapaki jalan panjang dengan ikut secara langsung belajar menyelami, mendalami dan menghikmati liku-liku perjalanan kepemimpinan dari ketiga figur pemimpin. Selama 17 tahun lebih itulah, MF ikut menyelami kiprahnya sebagai KADER GP ANSOR dalam masa EMPAT PERIODE KEPEMIMPINAN. Di masa kepemimpinan Gus Iful-lah, MF paling banyak mendapat kepercayaan, kesempatan dan sekaligus tempaan sebagai seorang kader. Dengan sendirinya, selama itu pula MF dapat memahami dan menyelami dasar samudera ke-Ansor-an, dengan berinteraksi langsung kepada segenap pimpinan Wilayah, Cabang, Anak Cabang, Ranting hingga ke tingkat Anak Ranting. MF sebagai kader GP Ansor dapat memahami pola komunikasi dan cita rasa bekerjasama dengan para pendiri, senior dan kader Ansor, serta para anggota dan keluarga besar GP Ansor hingga di kalangan grass root.
MF turut mengalami proses belajar, tafakkur dan berinteraksi dalam wujud peran nyata GP Ansor mengiringi masa pasang surut dan jatuh bangun kepemimpinan nasional mulai dari masa Presiden Soeharto, Presiden DR. B.J. Habibie, Presiden KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarno Putri, hingga masa Presiden DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono. Berkah dari perjalanan kaderisasinya, MF dapat mengembangkan sayap komunikasi, kerjasama dan interaksi terpercaya dengan lembaga professional global di 15 negara terkemuka. Setelah 20 tahun, greget dan spirit intelektualitasnya sebagai seorang penulis sejak 1990, mendorong MF melahirkan intelektual-akademik yang terpublikasikan sebagai wahana perjuangannya melalui pengembangan ‘intellectual power” dan gagasan kreatif lewat 25 buku-buku publik dan popular dari beragam tema dan pemikiran.
• SEKRETARIS JENDERAL PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ANSOR (2005-2006)
MF mendapatkan amanah dari Ketua Umum GP Ansor terpilih dan Formatur terpilih dalam Kongres GP Ansor di Jakarta untuk masa bhakti 2005-2010. GP Ansor adalah sebuah organisasi PEMIMPIN MUDA Islam Moderat tingkat nasional yang tertua, terbesar dan terluas jaringan internalnya hingga ke pelosok pedesaan, kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (Organisasi Islam terbesar di Indonesia) pada 24 bulan 4 tahun 1934. Selama masa pengabdiannya, MF sehari-hari fokus menjalankan tugas utama sebagai penanggungjawab kebijakan strategis organisasi di bidang kesekjenan mendampingi Gus Iful sebagai Ketua Umum. Di tengah perjalanannya, MF mendapatkan penugasan khusus secara kelembagaan PP GP Ansor untuk ikut memimpin dan mewarnai nilai dan spirit ke-ANSOR-an di lingkungan pemuda se-Indonesia, sehingga melalui rapat pleno PP GP Ansor, seiring dengan arahan Ketua Umum, MF ‘terkondisikan’ untuk menyatakan mengundurkan diri dari Sekretaris Jenderal PP GP Ansor demi pertama, lebih FOKUS pada amanah Kongres pemuda Indonesia; kedua, Demi PERCEPATAN KADERISASI internal GP Ansor; dan ketiga, demi LOYALITAS kepada Ketua Umum GP Ansor; semata-mata bukan karena adanya pelanggaran AD/ART atau situasi apapun di luar fatsun sebagai seorang kader Ansor. Secara pribadi, dalam tarikan nafas, spirit dan tekad pengabdiannya, MF sesungguhnya tidak pernah berniat sejengkalpun untuk meninggalkan tugas, lari dari tanggung jawab dan pengabdian sebagai Sekretaris Jenderal PP GP Ansor.
• SEKRETARIS JENDERAL DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA (2005-2008)
MF terkondisikan oleh penugasan PP GP Ansor untuk berkonsentrasi sebagai kader Ansor yang terpilih menjadi Sekretaris Jenderal DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Periode 2005-2008. Kemenangan MF lewat Kongres KNPI amat spektakuler sebagai King Maker karena hanya selisih 1 (satu) Suara dibanding Ketua Umum terpilih dan MF. Sebelumnya MF bukan pengurus DPP KNPI, dan tidak pernah menjalani karier structural di lingkungan organisasi KNPI, meskipun Ansor adalah salah satu The Founding Father-nya. Satu-satunya modal social-keorganisasiaan adalah sebagai kader GP Ansor dan sebelumnya menjadi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam Kongres tersebut, MF menjadi satu-satunya Kandidat outsider yang dalam realitasnya mampu dengan telak mengalahkan 11 Kandidat lainya dari koalisi besar pengurus incumbent DPP KNPI periode 2002-2005. Setelah melakukan tafakkur dan mendapat saran dan pertimbangan, serta dukungan bulat dari Pimpinan Pemuda Lintas Agama yang menjadi Tim Inti pemenangan, MF lalu mengambil langkah amat strategis berkoalisi melalui pidato oratornya yang mampu mengubah peta dan arah kemenangan dalam menentukan hasil Kongres KNPI. KNPI sebuah organisasi resmi berskala nasional berdiri sejak 1973 yang menghimpun organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, profesi dan pemuda lintas partai politik serta memiliki jaringan keorganisasian hingga seluruh provinsi, Kabupaten/kota dan Kecamatan se-Indonesia. Sebagai Sekretaris Jenderal, MF menentukan kebijakan strategis bersama Ketua Umum KNPI. Namun, sejak awal arah dan kebijakan DPP KNPI lebih banyak terseret dan dijadikan kuda tunggangan sebagai alat kepentingan politik, bahkan dijadikan alat utama mendirikan Partai Pemuda Indonesia oleh Ketua Umumnya. MF sebagai kader GP Ansor yang menjadi Sekjen KNPI lebih memfokuskan untuk mengisi pengabdian sesuai amanah Kongres KNPI untuk melaksanakan program dan kebijakan internal dan mendukung berbagai program pemuda Indonesia yang bersifat nasional maupun internasional, termasuk program kepemudaan di daerah. Klimaknya, diujung kepengurusan, KNPI terbelah dua sebagai akibat dari pendirian PPI (Partai Pemuda Indonesia) yang menunggangi kelembagaan KNPI (Selengkapnya Catatan Sejarah Perjalanan MF sebagai kader Ansor menjadi Sekretaris Jenderal KNPI selama 3 tahun masa pengabdiannya, tertuang dalam buku terpublikasi berjudul : VISI PEMUDA 2025 : Pemuda Indonesia Menggugat, Gerbang, Jakarta, 2009)
• KETUA PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ANSOR (2000-2005)
Selama periode 2000-2005 kepengurusan PP GP Ansor, MF mendapatkan amanah dari Ketua Umum, H. Saifullah Yusuf dan Formatur terpilih Kongres GP Ansor di Solo, Jawa Tengah untuk memfokuskan pengabdiannya mengkomandani bidang Hubungan Luar Negeri dan Media Komunikasi. Dalam pembinaan territorialnya di lingkungan PP GP Ansor, MF ditugaskan sebagai Koordinator Wilayah GP Ansor kawasan Sumatera. Selama masa pengabdiannya, atas bimbingan dan arahan Ketua Umum GP Ansor, MF bekerja bersama pengurus lainnya untuk mempromosikan Ansor di lingkungan komunitas global, membangun komunikasi dan kerjasama strategis dan bermanfaat bagi GP Ansor serta mengibarkan panji gerakan Pemuda Ansor di pentas Internasional. Alhamdulillah, berkat kerjasama kolektif dan kolegial, GP Ansor pertama kali memiliki media profil yang dituangkan dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. Di masa itu pula, barokah dan manfaat untuk kepentingan organisasi Ansor di pusat sampai ke daerah mulai terbuka lebar. Kerjasama dengan lembaga internasional secara nyata dituangkan dalam berbagai program aksi dan riil bersama dengan lembaga DFID (Inggris), AUSID (Australia), JBIC (Jepang), USAID (Amerika), KOICA (Korea Selatan), serta interaksi dengan beberapa Negara timur tengah. Pada kesempatan tersebut pada tahun 2002, MF berkat rekomendasi PP GP Ansor terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jenderal SAMYO (South Asian Muslim Youth Organization, Pemuda Muslim Asia Tenggara) yang bermarkas di Singapura. Bahkan, seiring kerja keras dan pengabdiannya sebagai Ketua PP GP Ansor, pada tahun 2003, MF juga terpilih sebagai President GCS (Global Common Society) International Indonesia Chapter bermarkas besar di Seoul, Korea Selatan, yang berafiliasi dengan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang pengembangan kerjasama pendidikan dan Kebudayaan di Asia. Seluruh akses dan jaringan tersebut, selanjutnya dimanfaatlkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan kelembagaan dan pengembangan GP Ansor. Buah dari dukungan kepemimpinan Gus Iful itu dalam pengembangan kerjasama global terwujud dalam beragam program dan beberapa agenda di daerah, seperti program Workshop Agama dan Trend Kekerasan Global di Jakarta mengundang seluruh PW Ansor se-Indonesia, Pendidikan Perdamaian dan Resolusi Konflik se Jawa dan Bali di Surabaya, se- Sulawesi berlangsung di Manado, se- Kalimantan di Pontianak Kalimantan Barat. Pada masa itu, berkat kepemimpinan Gus Iful dan dukungannya yang serius terhadap pengembangan hubungan dan kerjasama global, GP Ansor menjadi organisasi pemuda Indonesia yang terdepan dan paling pro aktif menjalankan peran kerjasama internasional baik yang diprakarsai sendiri, bekerjasama dengan pemerintah maupun berkat interaksi mutli track diplomasi dengan berbagai komunitas dan lembaga internasional.
Di bidang pengembangan teritorial, MF bekerja untuk mengembangkan kembali, menyegarkan organisasi Ansor dan Banser di kawasan Sumetera. Seiring dengan pemekaran wilayah berkat otonomi daerah dengan terbentuknya Provinsi baru dan Kabupaten/Kota baru. MF atas arahan Gus Iful, mengembangkan organisasi GP Ansor, menghidupkan kembali ruh gerakan, dengan turun langsung ke bawah, hingga ke level grass root, di berbagai daerah yang mulanya sulit dijangkau dan belum pernah mendapat sentuhan dari Pimpinan Pusat : seperti di Kampar, Dumai, Natuna, Batam, Tanjung Pinang, Siak yang seluruhnya berada di kawasan Riau. Juga, mulai dibukanya pengembangan Ansor di Kepulauan Bangka Belitung, MF sebagai Koorwil bersama pengurus Ansor lainnya melebarkan sayap GP Ansor. Peran dan kiprah MF untuk menjalankan kerja kerasnya sebagai Ketua PP GP Ansor, saat itu terdukung karena posisi dan pekerjaannya dipercaya sebagai Tim Ahli Menteri Pertambangan dan Energi, Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono pada 2000-2002.
• WAKIL SEKRETARIS JENDERAL PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ANSOR (1999-2000)
Pada masa 1995-2000, MF melalui PP GP Ansor ikut berkiprah dalam mengawal proses masa transisi dan lahirnya gerakan reformasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum, drh. M. Iqbal Assegaf, dimana Ansor turut mewarnai seluk-beluk gerakan reformasi. Pada 1998, MF ditugaskan mewakili PP GP Ansor dalam forum bersejarah di acara DIALOG KEMAYORAN antara seluruh petinggi Mabes TNI dan Menteri Kabinet masa akhir pemerintah (alm). Jenderal Besar H. Muhammad Soeharto untuk mengatasi krisis multidimensi, kebuntuan dialog dan proyeksi penyelamatan bangsa dan negara yang ujungnya diakhiri dengan lengsernya Presiden Soeharto. Saat itu hanya sekitar sembilan tokoh pemuda yang diundang dan hadir berhadapan langsung dengan berbagai pihak pemerintah, TNI/POLRI, serta seluruh Pejabat Tinggi Negara untuk menyampaikan aspirasi dan kritik serta solusi, al. : Anas Urbaningrum, Eep Saifullah Fatah, dan Yudhie Krisnandi. Di forum itulh MF menjadi juru bicara pemuda Indonesia mewakili Gerakan Pemuda Ansor.
Jelang akhir masa bhakti kepengurusan PP GP Ansor periode 1995-2000, MF mendapat kepercayaan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor saat Gus Iful menjadi Ketua Umum (Plt). Paska Kongres GP Ansor di Palembang, atas ajakan almarhum Ketua Umum drh. H. Mohammad Iqbal Assegaf, MF pertama kali menapaki kariernya secara struktural di lingkungan Pimpinan Pusat GP Ansor sebagai Anggota Departemen Hubungan Luar Negeri PP GP Ansor. Selanjutnya secara berjenjang dan cepat mengalami promosi jabatan berturut-turut sebagai Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri, Ketua Lembaga Pengembangan Intelektual Muda (LPIM) dan selanjutnya menjadi Sekretaris Jenderal PP GP Ansor. Hubungan baik MF dengan almarhum M. Iqbal Assegaf, terpaut sejak tahun 1989 sampai 1995, ketika MF menjadi aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berlanjut hingga ke jenjang Gerakan Pemuda Ansor. Bahkan, pada kepemimpinan H. Slamet Effendi Yusuf, MF turut aktif dalam agenda-agenda PP GP Ansor.
• PENGURUS CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR KABUPATEN BEKASI (1993-1995)
Usai menjalani pengabdiannya sebagai aktifis dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Ciputat, MF mulai menapaki lanjutan perjuangannya terhadap NU dan Bangsa, sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor di Bekasi, kota perjuangan, yang bersejarah dan dikenal lewat puisi karya Chairil Anwar berjudul Karawang-Bekasi, Jawa Barat. Perkenalan awal MF dengan Ansor dan Banser terkait dengan tanah kelahirannya di Tjibarusah (sekarang bernama CIBARUSAH), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak kecil MF kerap diceritakan oleh kakeknya, Mbah Kiai Raden Achmad, salah seorang peserta latihan perang Hizbullah, tentang sejarah HIZBULLAH yang digagas oleh KH. Wahid Hasyim untuk ikut berjihad dalam perjuangan memerdekakan Republik Indonesia dan sekaligus membela agama Allah. Dalam sebuah sumber sejarah tercatat : Cibarusah menjadi area perdana Pusat Pelatihan Hizbullah yang berjumlah lima ratus orang di sekitar Masjid tua yang mulanya bernama Masjid Babakan Kaum (berdiri 1619), selanjutnya setelah menjadi Sentra Pelatihan Hizbullah, masjid tersebut hingga kini bernama Masjid Al-Mujahidin, Masjid Para Pejuang. Di area pesantren dan pusat markas Hizbullah itulah dengan Masjid Al-Mujahidin sebagai markas perjuangan, MF terlahir dari seorang Ibu Nyai Hajjah Raden Maskanah dan ayah yang oleh warga sekitar Kampoeng Babakan Cibarusah dikenal : KH. Raden Noeh Inayatillah Achmad (almarhum, 16 Maret 2009). Kakek dan ayahnya MF, kini disemayamkan di sekitar Masjid Almujahidin turut menjadi saksi atas sejarah perjuangan Ulama yang menyertakan para kader Ansor dan Banser dalam perjuangan kemerdekaan. Atas perjalanan historis yang panjang itulah, kini MF mendapat amanah untuk melestarikan dan mengelola area dan lembaga Pesantren Ash-Shulaha dan Masjid Al-Mujahidin, sekaligus menjadi Pengasuh dan Imam Masjid Al-Mujahidin. Pada 2009, Tentara Nasional Indonesia (TNI) meresmikan Masjid Al-Mujahidin sebagai Masjid Sejarah dan Bangunan Bersejarah sebagai asset nasional dan spirit perjuangan bangsa.
Pekerjaan & Profesi
MF bekerja sebagai Penulis, Dosen dan Konsultan Program Sosial dan Coorporate Social Responsibility terlahir di Kampoeng Babakan Cibarusah, Cibarusah Kota, Bekasi, Jawa Barat INDONESIA, pada 16 Mei 1970. Menjadi Dosen Tetap pada FBI President University, Cikarang Bekasi. Sampai Sekarang, menjadi Wakil Forum Investor Bekasi (FIB ) sebagai asosiasi Zona Industri Internasional dengan 7 (tujuh) kawasan Industri raksasa dan membawahi 4000 Perusahaan (MNCs=Multi National Companies. Saat ini, MF masih tercatat sebagai mahasiswa program doctor dengan registrasi AHA060032 di Fakultas Sastra dan Sains Sosial di University Malaya, Malaysia. Sebelumnya, MF menyelesaikan studi di Pasca Sarjana IAIN Jakarta (1998) dalam bidang Islam dan Tata Negara. Bekerja sebagai Konsultan Public Relation dan Dosen Luar Biasa hingga menjadi Koordinator Dosen di STIE Perbanas Jakarta (Sejak 1996-2006); sebelumnya pernah mengabdi sebagai pengajar/Dosen di Universitas Islam 45 Bekasi (1995-1997). Bekerja sebagai Direktur GLOBAL PR sebuah PR Company yang didirikannya bersama sejumlah pakar dan praktisi PR (2002-sekarang). Global PR memfokuskan kerja professional dan jasa konsultasi bidang personal PR, Media PR, Political PR, Community Programme, Image Building, Crisis Management dan Management of Corporate Sosial Responsibility.
Pernah bekerja sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informasi DR. H. Sofyan A Djalil (2005-2006) di bidang Komunikasi Sosial Politik.
Pada saat kampanye Pilpres 2004, MF dipercaya DR. H. Susilo B. Yudhoyono karena kompetensi, profesi dan pengalamannya, menjadi Staf Khusus Kandidat Presiden yang menangani pengelolaan hubungan dan penggalangan aspirasi politik umat Islam, Pesantren dan Lintas Agama secara nasional. Kemampuannya dalam berinteraksi secara luas karena memiliki basis sosial-kultur-keagamaan dengan kalangan Pesantren, Pemimpin Islam dan Tokoh-Tokoh Lintas Agama membuat MF sangat fokus untuk terus ikut membangun komunikasi yang kuat dan kini tengah menata berbagai agenda strategis dalam kerangka pemberdayaan pesantren, pedesaan dan pembangunan secara lebih terarah dan menyeluruh.
Pada tahun 2000 MF dipercaya mendampingi SBY saat menjadi Mentamben sebagai Tim Ahli Pemberdayaan Persepsi Publik Menteri Pertambangan dan Energi yang terkait dengan program pemberdayaan masyarakat, media relation dan eksternal relation dari kementerian Pertambangan dan Energi beserta BUMN yang berada di bawahnya seperti Pertamina, Aneka Tambang, PLN, PT. Timah, dsb.
Pekerjaannya sebagai Konsultan PR terus berkembang dengan menangani berbagai perkara PR yang terkait dengan personal, kebijakan pemerintah maupun kampus dan perusahaan swasta lainnya. Tak heran latar belakangnya sebagai aktivis sejati turut bersinergi dengan pekerjaan yang terus digelutinya sehingga terus menambah keluasan jaringan dan kekuatan akses-relasi di kalangan pemerintahan, wakil pemerintah, parlemen dan negara-negara luar negeri, kalangan militer dan kepolisian, politisi, pengusaha, media massa maupun lintas partai politik dan kalangan professional maupun praktisi di berbagai bidang.
Aktivitas Keorganisasian
• Beberapa aktivitas keorganisasian di tingkat nasional maupun internasional yang digelutinya adalah: Terpilih sebagai Vice President of the Asian Youth Council (AYC) untuk periode 2008-2011 dalam Forum Majelis Tinggi Pemuda se-Asia di Seoul, 29 Juli-2 Agustus 2008. AYC sebuah wadah berhimpun lembaga kepemudaan yang berdiri sejak 1972 dan secara resmi beranggotakan 20 negara. Lembaga AYC diakui sebagai lembaga partnership dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. MF terpilih setelah mempresentasikan pemikiran dan pengalamannya dalam bidang kepemudaan dan peran diplomasi global melalui seleksi dan kontes ide dan pengalaman di forum majelis Pemuda Asia di Beijing (China), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Seoul (Korea Selatan).
• MF Mendirikan lembaga Institut Tunas Negarawan Indonesia (I-TNI) sebuah lembaga independen dan menjadi Direktur Eksekutif untuk memfokuskan pada masalah pengembangan manajemen dan system kepemimpinan dan penataan generasi dalam bidang riset, studi, diskusi, pelatihan serta kerja-kerja sistemik terkait kebijakan public (2006_sekarang).
• MF pernah tercatat sebagai Presiden Global Common Society (GCS) International Indonesia Chapter (2003-2005) sebuah LSM yang menjadi lembaga konsultasi yang tercatat bermitra dengan lembaga sosial-ekonomi di PBB yang bermarkas di Korea Selatan.
• MF juga pernah memegang posisi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal SAMYO (South East Asia Muslim Youth Organization—Organisasi Pemuda Muslim Asia Tenggara) yang bermarkas di Singapura.
• Menjadi Direktur Program Pendidikan Perdamaian Bersama-sama Pimpinan OKP Lintas Agama yang tergabung dalam Persaudaraan Anak Bangsa (PAB) yaitu Pemuda Muhammadiyah, Peradah, GAMKI, Gema Budhi, Gemaku, dan BKPRMI,
• MF menjadi Direktur Program Workshop dan Pelatihan The New Generation of Religius Leaders di berbagai daerah seluruh Indonesia.
• Di Kampus selama menjadi mahasiswa, MF pernah terpilih sebagai Ketua Presidium Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jakarta (1996–1998). Lembaga ini benar-benar baru dirintis oleh MF bersama rekan-rekan mahasiswa Paska sarjana yang menginginkan peran mahasiswa paska tak hanya sebagai akademisi dan intelektual kampus yang bertengger di menara gading. Saat itu MF turut hadir dalam perjuangan mahasiswa dan ikatan alumni beberapa perguruan tinggi, seperti ILUNI, untuk ikut menjadi penggerak bagi perubahan bangsa dalam gerakan reformasi. Salah satu program yang dirintisnya di Kampus dengan menggelar Seminar Presidium Mahasiswa Paska Sarjana IAIN Jakarta yang mengangkat tema Model dan Format Baru Gerakan Keagamaan untuk Perubahan Bangsa bertempat di PPIM IAIN Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Prof. DR. Harus Nasution membuka acara dan menyampaikan ceramahnya. Dari pihak luar, MF mengundang Kepala Staf Teritorial yaitu Letjend TNI Susilo Bambang Yudhoyono yang kini menjadi Presiden RI.
• Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jakarta (1992-1994). Selama memimpin Senat Mahasiswa Fakultas Syariah, MF membawa angin perubahan dalam mengubah paradigma baru gerakan mahasiswa yang lebih kritis dan membumi, terutama dengan menyentuh pada isu-isu kerakyatan. Dengan amat berani, MF menghadirkan para pengkritik oposisi seperti Adnan Buyung Nasution ataupun Sri Bintang Pamungkas. Di masa MF pula, sebuah Lembaga Advokasi dan Hukum Senat Mahasiswa didirikan dengan mengadakan Pelatihan dan Pendidikan Advokasi Hukum bagi Mahasiswa Fakultas Syariah. Juga, saat itu pula akses hubungan Senat Mahasiswa Fak. Syariah dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mulai terbuka. MF adalah alumni pertama dari Fakultas Syariah IAIN Jakarta yang berhasil masuk dan lulus dalam pelatihan karya Bantuan Hukum atau yang dikenal dengan KALABAHU (Karya Latihan Bantuan Hukum) ketika LBH masih berjaya dan amat solid menjadi lembaga terdepan melakukan pembelaan terhadap rakyat dan isu-isu kerakyatan. Tak hanya itu, MF sebagai Ketua Umum Sema Fakultas, terjun langsung memimpin gerakan moral di jalanan untuk penghapusan SDSB, aksi solidaritas untuk petani Kedung Ombo, dan Menolak Penggusuran bagi warga Cimacan yang tergusur karena pembangunan lapangan Golf. Tak heran, dalam Skripsinya, MF mengangkat tema : Makna Kepentingan Umum dalam Fikih Islam : Menyikapi Masalah Penggusuran Hak Atas Tanah oleh Negara.
• Aktivitas sosial pun digelutinya karena sejak 1994 hingga sekarang MF menjadi Direktur Pesantren Alquran Ash-Shulaha di Cibarusah, Bekasi melanjutkan kepemimpinan ayahnya, KH. R. Noeh Inayatillah yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, ekonomi keummatan, pendidikan dan pembinaan mental remaja.
Pengalaman Internasional
Sebagai aktivis Duta Perdamaian, MF mendapat berbagai kesempatan berharga untuk menghadiri pelbagai forum internasional dalam memenuhi undangan maupun lewat seleksi lembaga internasional.
KOREA SELATAN : Di tahun 2008, MF memimpin delegasi Pemuda Indonesia dalam forum Asian Youth Council’s General Assembly di Seoul, Korea Selatan.
NEW ZAELAND : MF menghadiri sejumlah undangan sebagai Nara Sumber, Pembicara dan peserta dialog antar bangsa untuk misi perdamaian dan diplomasi people to people di Rotorua, Wellington dan Auckland, New Zaeland.
INDIA, CHINA, SRI LANGKA : MF terpilih menyampaikan ceramah dan berdialog dengan komunitas masyarakat dalam misi The New Asian African’s Strategic Partnership di India, Sri Langka, dan China (14-15 Novomber 2007).
MALAYSIA : Memimpin delegasi pemuda Indonesia dalam Forum Dialog Pemuda Malaysia-Indonesia (Malindo) di Selangor, Malaysia (6-9 Januari 2008).
CHINA : MF juga memimpin delegasi dan mempresentasikan pemikirannya tentang pemuda dan entrepreneurship dalam forum pertemuan pemuda Asia (Asia Youth Council) di Beijing, China pada 1-5 November 2007.
SOUTH AFRICA : Kunjungan kenegaraan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Afrika Selatan di Africa Selatan (2005).
AUSTRALIA : MF terpilih sebagai peserta Forum Indonesia-Australia untuk kunjungan resmi ke Australia (2004) atas undangan pemerintah Australia dengan mengikuti berbagai forum di berbagai universitas, parlemen, tokoh pemerintahan, politisi dan aktivis/tokoh Muslim dan pemuka lintas agama di Melbourne, Canberra dan Sydney. Sebelumnya secara khusus diundang berdialog dengan Perdana Menteri Australia tentang agenda dan masa depan komunitas muslim moderat.
AMERIKA SERIKAT : Pada 2002 melalui sebuah seleksi ketat MF terpilih dalam program The New Generation Seminar se- Asia Pasifik di Amerika Serikat dan berangkat ke Honolulu, New York dan Washington DC atas prakarsa East West Center di Hawaii (2002). MF diundang secara khusus menghadiri acara Renungan Satu Tahun tragedi kemanusiaan ledakan BOM 9 September di area WTC New York, USA. Pada kesempatan tersebut MF mempresentasikan pemikirannya tentang Mengembangkan Tradisi Keagamaan Moderat Melawan Terorisme di depan para pemimpin pemuda se-Asia Pasifik dan mewakili peserta sebagai nara sumber di acara VOA (Voice of Amerika) yang ditayangkan secara interaktif pada program TV Amerika dan INDOSIAR di Indonesia.
JEPANG : MF terpilih memimpin Delegasi Pemuda NU bersama dengan Pemuda Muhammadiyah diundang ke Jepang untuk sebuah kunjungan kebudayaan dan persahabatan (2000).
SOUTH KOREA : Sebagai Presiden Global Common Society (GCS) Indonesia-Chapter, MF diundang dalam berbagai forum Internasional dan menyampaikan pidato di Seoul, Korea Selatan (2003)
THAILAND : MF terpilih dalam sebuah seleksi dalam forum PBB untuk mewakili Pemuda Indonesia dalam agenda Konvensi World Youth Forum di Bangkok dan mempresentasikan pemikiran dan pengalamannya sebagai representasi Pemuda Indonesia.
PHILIPINA : Menghadiri dan menyampaikan presentasi pemikirannya di Manila, Philipina, dalam forum Perdamaian Internasional yang dbukan Presiden Gloria Macapagal Arroyo atas undangan dari GCS International dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2004)
SINGAPURA : Sebagai Ketua GP Ansor yang membidangi hubungan internasional interaksi pun terjadi dengan melakukan komunikasi, dialog dan hubungan kerjasama dengan para wakil negara-negara luar negeri di Indonesia maupun kerjasama lintas organisasi non pemerintah, baik dari kawasan Timur maupun Barat. Memimpin delegasi Ansor atas undangan pemerintah Singapura untuk kunjungan persahabatan dengan pemerintah, Profesional dan NGO di Singapura (2002).
Menjadi Nara Sumber ataupun partisipan dalam berbagai forum strategis di lingkungan pemerintah, perusahaan; lembaga militer baik di dalam dan luar negeri serta forum di berbagai daerah; sehingga dapat memahami berbagai situasi dan kondisi ke-Indonesia-an secara lebih utuh dan menyeluruh.
Karya Produktif Intelektual
MF terus melahirkan berbagai karya tertulis yang dibukukan dan dipublikasikan secara luas di samping merespons berbagai persitiwa aktual melalui tulisan lepas di berbagai media; diantara karya-karyanya adalah : SBY RUH PARTAI DEMOKRAT (SBY.com, 2010); 99 Alasan Pilih SBY for President : Pemilu Pilpres, 2009); 31 Alasan Memilih Partai Demokrat (Sby.Com_Feb. 2009); Novel Mahligai Cinta Firdaus (Hikmah, Mizan, 2009), AWAKENING the GIANT: Membangunkan Negeri Raksasa Yang Tertidur (Gramedia, 2009), Pemuda Indonesia Menggugat : KNPI Undercover (Grup ZH, 2009); Visi Baru Pemuda Indonesia (I_TNI, Juli 2008); “Menegakkan Daulat dan Martabat Bangsa (Selangor, 2008); “Indonesia Today : The Characteristic Indonesian Muslim (India, 2007); “Mengelola Pemuda Pelopor Perdamaian” (Institut Tunas Indonesia_ITI_April, 2007); “Tentara Berkarakter dan Profesional : Jelang Pelantikan Pangkostrad (Catatan Kritis Munawar Fuad, 2006); “Kiai Di Republik Maling (Penulis, Republika, 2005) Buku “Ziarah Nurani SBY “ (Penulis, Mei, 2005), “Kebangsaan-Keislaman SBY” (Penulis, November, 2004); SBY dan ISLAM (Penulis, September, 2004); Bersaksi di Tengah Badai : Jenderal Wiranto (Penulis dan Kontributor naskah:2004); Dua Yang Satu :NU-Muhammadiyah (Kontributor Artikel, 2003); Susilo Bambang Yudhoyono : Mengatasi Krisis Menyelamatkan Reformasi (Editor, September, 1999); Menghidupkan Ruh Pemikiran KH. Ahmad Siddiq (Penulis & Editor—2000); Jejak Setapak Saifullah Yusuf (Penulis, 2000); Menembus Batas : Lintas Agama, Budaya dan Bangsa (Penulis, 1999); “Masalah Korupsi di Indonesia : Respons Cendekiawan Muslim” (Penulis_Peneliti, Tesis, 1998); Islam di Abad 21 (Editor, 1998); Islam dan Gerakan Moral Anti Korupsi (Penulis, 1997); Substansialisasi Hukum Islam dalam Hukum Pertanahan di Indonesia (Skripsi, 1994). Sebagai penulis produktif, pemikirannya dalam bentuk artikel dan kolom banyak dipublikasikan media massa nasional : Kompas, Gatra, Media Indonesia, Republika, Tempo, Suara Pembaruan. Harian Terbit, Duta Masyarakat dan mempresentasikan artikel di berbagai forum dialog/seminar di dalam dan luar negeri.
Menapaki Pengabdian di Bidang Politik
Persinggungan awal MF dalam atmosfir pemerintahan dan pentas politik nasional dimulai melalui kedekatannya dengan Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai Kassospol ABRI (1995). Di ranah politik, dimulai secara intelektual dan gerakan sosial dari interaksi MF dengan pemikiran dan peran Gus Dur yang amat mewarnai proses demokrasi di tanah air. Selanjutnya secara praksis, dimulai kedekatannya dengan Mas Slamet Effendi Yusuf, Bang Iqbal Assegaf, dan Gus Iful. Di era reformasi MF mengawali interaksinya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di awal berdirinya PKB, MF memulai kariernya sebagai pendiri PKB di Kabupaten Bekasi. MF terpilih sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bekasi pada 1999. Di tengah Pemilu multipartai pertama kali, MF lebih fokus dalam perannya menegakkan dan mengawal proses demokrasi di daerah kelahirannya , karena MF terpilih menjadi Ketua Panitia Pemilu Daerah (PPD II atau KPUD seperti sekarang). Berturut-turut hasrat pengabdiannya di PKB berjalan seiring dengan posisinya sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Sekretaris Dewan Syuro PKB Kab. Bekasi, dan terakhir sebagai Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat.
Sejak tahun 2004, MF berpamitan kepada DPP, DPW dan DPC PKB untuk berhijrah dari PKB ke lingkungan Partai Demokrat, kembali melanjutkan perjuangan visioner atas kepercayaan Jenderal TNI (Purn) DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendampinginya menjadi STAF KHUSUS kandidat Presiden SBY dalam Pilpres 2004. Bahkan, jauh sebelumnya, pada 2003, MF juga diajak Pak SBY untuk berdiskusi panjang seputar rencana berdirinya Partai Demokrat sebagai kebutuhan mendesak dan keharusan berdirinya sebuah Partai Politik baru, paska kekalahan Pak SBY dalam kandidasinya sebagai Calon Wakil Presiden paska Pemilu 1999. Interaksi panjang dan komunikasi intensif yang tak pernah putus itulah, bahkan ketika Pak SBY menjadi Menteri Pertambangan dan Energi di masa Kepemimpinan Gus Dur, MF melekat secara formal sebagai Tim Ahli Menteri Pertambangan, akhirnya MF melanjutkan pengabdian dan kiprahnya untuk bangsa dan negara dengan secara formal sebagai KADER ANSOR struktural dan kultural, yang berkiprah secara resmi PERTAMA KALI di lingkungan Partai Demokrat.
KELUARGA :
Orang Tua: Ayah, KH. Raden Noeh Inayatillah Achmad (alm) dan Ibu, Hajjah Raden Nyai Maskanah.
Keluarga : MF menikah dengan seorang istri, puteri dari (alm) KH. Muhammad Thohir, Pengasuh Pondok Pesantren Darush-Sholah (Ketua NU Banyuwangi, DPRD Banyuwangi dari Partai Persatuan Pembangunan), Dra. Hj. Ariyana Wahidah Thahir dikaruniai empat putera-puteri : Pertama, R. Adhela Shindy Farica ( Jakarta, 13 November 1996/14 thn ); Kedua, R. Arsya Millenio Fuad (Jakarta, 30 Juli 1999/10 thn); Ketiga, R. Farrah Najwa Madiena (Depok, 15 Maret 2003/ 7 thn); dan Keempat, R. Muhammad Kaisar Khan (Jakarta, Jam 9, tanggal 9, bulan 9, tahun 2005 / 5 thn).
Wallohul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thorieq
Jakarta, 1 Juni 2010
DRS. H. MUNAWAR FUAD, MA
Pesantren Al-Quran Ash-Shulaha, Kampoeng Babakan CIBARUSAH, Bekasi Jawa Barat, 16418
Jl. Gama Setia Barat III Blok G XI No. 07 Depok 16418 Phone/Fax. : +62218700663 Handphone : +62 811 139 379 www.munawarfuad.com Email : muna_fuad@yahoo.com

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, ...
Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser). GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, dimana memiliki akar hingga tingkat desa.

