
Judul Buku: Perbandingan Agama
Penulis: Drs. Jirhanuddin, M. AG
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: Juli 2010
Tebal: VII+217 halaman
Peresensi: Mutasiudin*)
Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, kebudayaan, dan agama. Di Negara tercinta ini ada beberapa macam agama yang diakui dan dijamin oleh pemerintah mengenai pertumbuhan dan perkembanganya. (Islam, Khatolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghuchu). Indonesia termasuk masyarakat yang majemuk mengenai keberagamanya, keadaan yang demikian hendaklah antara satu dengan lainya dapat memahami sekaligus menghormati anutan atau keyakinan dari masing-masing pemeluk agama. Hal ini sangatlah penting dalam upaya pembangunan di segala bidang, termasuk membangun keharmonisan kehidupan beragama.
Mengenal dan memahami beragam agama yang tumbuh di Indonesia atau yang ada di sekitar lingkungan kita, sangatlah urgen. Prof. Dr. A. Mukti Ali menegaskan bahwa manfaat atau faedah mempelajari perbandingan agama (memahami agama-agama lain) bagi seorang muslim adalah dapat megetahui kehidupan batin, alam pikiran dan kecenderungan hati berbagai umat manusia yang memeluk bermacam-macam agama menurut kepercayaan masing-masing. Kini sudah sepatunya umat muslim memahami dan mampu untuk berdampingan dengan beragam perbedaan beragama yang ada di Indonesia.
Rasa kebersamaan dan kebangsaan akan terpelihara dan terbina dengan baik, bila kepentingan pribadi atau golongan dapat dikurangi. Sedangkan kehidupan beragama sudah jelas kepentingan agamnya sendiri yang menjadi titik pandang kegiatan. Bila hal tersebut tidak disertai dengan arah kehidupan bangsa dan negara, maka akan menimbulkan gejolak sosial yang dapat mengganggu keutuhan bangsa dan negara yang terdiri dari penganut agama yang berbeda, karena itulah kerukunan hidup beragama untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa harus di kembangkan.
Memelihara dan mempererat persaudaraan sesama manusia atau dalam bahasa agama Ukhuwah Insaniah (persaudaraan dengan sesama manusia) sangatlah diperlukan bagi bangsa yang majemu/plural kehidupan keberagamanya. Dengan terlihanya Ukhuwah Insaniah tersebut, maka percecokan dan perselisihan akan bisa teratasi. Itulah antara lain hal-hal yang hendak di capai oleh kerukunan hidup beragama dan hal tersebut sudah tentu menghendaki kesadaran yang sungguh-sungguh dari masing-masing penganut agama itu sendiri (hal, 194-195).
Buku Perbandingan Agama yang ditulis oleh Dosen pada perguruan tinggi IAIN Palang Karaya, Drs. Jirhanuddin M. Ag menjelaskan berbagai manfaat/faedah yang dapat di ambil oleh seorang muslim yang mempelajari Ilmu perbandingan agama.
Pertama, dapat mengetahui kehidupan batin, alam pikiran, dan kecenderungan hati pelbagai umat manusia yang memeluk bermacam agama. Kedua, dapat mengetahui sisi persamaan dan perbedaan antara agama Islam dengan agama-agama yang bukan Islam, sehingga pada akhirnya dapat tercipta segi-segi keharmonisan antar umat beragama.
Ketiga, dengan mengetahui agama-agama yang bukan Islam, maka dapat mengetahui bahwa agama-agama lain yang datang sebelum Islam adalah sebagai pengantar terhadap kebenaran yang lebih luas dan lebih penting, ialah agama Islam. Keempat, dengan membandingkan agama Islam dengan agama-agama lainya, maka akan muncul rasa simpati terhadap pemeluk agama lain.
Kelima, pikiran keagamaan akan lebih tajam dengan perantaraan mempelajari pelbagai agama dan dengan cara komparatif, maka akan mudah memahami isi dari agama Islam itu sendiri. Isi dan pertumbuhan agama Islam akan lebih mendalam dipahami apabila orang berusaha juga untuk memahami isi dan pertumbuhan agama lainya. Keenam, dengan dasar agree in disagreement, maka akan lebih mudah untuk bertoleransi dengan orang yang tidak seagama dengan kita. maka dengan demikian konflik antar umat beragama akan lebih mudah dihindari (hal, 12-13).
Kerukunan hidup di antara manusia, diajarkan juga oleh islam, bahkan kerukunan dalam Islam termasuk ajaran yang sangat prinsip. Hal ini dapat dipahami dari Misi Agama Islam itu sendiri, yang mana Islam sendiri itu bermakna “damai”, yaitu damai dengan sesama manusia dan dengan mahluk lainya. Dengan demikian ajaran toleransi, sudah terkandung dalam penanaman Islam itu sendiri.
Toleransi dengan sesama manusia memang sangat dianjurkan Islam. Nabi saw telah bersabda : “siapa yang tidak kasih terhadap sesama manusia, Allah juga tidak kasih kepadanya” (HR Bukhari dan Muslim). Saling hormat-menghormati antar pemeluk agama yang plural juga menjadi perhatian kaum sufi, sikap mereka juga di dasarkan pada dua sumber pokok dari ajaran Islam itu sendiri, sehingga dalam pandangan mereka keanekaragaman merupakan sesuatu yang mutlak untuk di hormati.
Indonesia di kenal sebagai agama yang pluralistic, karena ia menyimpan akar-akar keberagaman dalam hal agama, etnis, tradisi, seni budaya, dan cara hidup. Sosok keberagaman yang indah lagi elok ini dengan latar belakang mosaik-mosaik yang memiliki nuansa-nuansa khas masing-masing, tidak mengurangi makna kesatuan Indonesia. Bhineka tunggal ika yang di pakai oleh bangsa Indonesia jelas mempertegas pengakuan adanya kesatuan dalam keagamaan atau keragaman dalam kesatuan dalam seluruh spektrum kehidupan kebangsaan Indonesia.
Drs.Jirhanuddin menegaskan bahwa tujuan mempelajari ilmu perbandingan agama, agar dapat menimbulkan tenaga dan pikiran untuk membandingkan ajaran-ajaran setiap agama, kepercayaan dan aliran-aliran peribadatan yang ada. Maka buku ini patut diapresiasi oleh semua kalangan, khususnya para pengampu mata kuliah perbandingan agama untuk mengimplementasikan apa yang terkandung dalam buku perbandingan agama. Karena pada hakikatnya buku tersebut merupakan salah satu strategi memahami pluralitas. Sehingga terciptalah kerukunan antar umat beragama .
*)Peresensi adalah Pemerhati Masalah Pendidikan dan Agama pada Lembaga The Hasyim Asyrie Institute, Yogyakarta.

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, ...
Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser). GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, dimana memiliki akar hingga tingkat desa.

