
Judul Buku: Dahsyatnya Ramadhan: Panduan Meraih Keutamaan di Bulan Suci
Penulis: Akhmad Muhaimin Azzet dan Aziz Safa
Penerbit: Darul Hikmah
Cetakan : I, 2010
Tebal : 128 halaman
Peresensi: Indah Rahmawati*
Marhaban Yaa Ramadhan.. Marilah kita sambut bulan suci Ramadhan kali ini dengan hati penuh gembira. Segala perbuatan tercela yang selama ini diperbuat, segera tinggalkan dan mohonlah ampun kepada Sang Penerima Taubat, Allah swt. Dalam kesempatan ramadhan kali ini, sungguh merupakan perkara yang tak ternilai harganya karena kita masih diberi kesempatan oleh Sang Maha Pencipta untuk dapat bertemu kembali. Selain itu, kita dapat memperbanyak mengunpulkan banyak nilai ibadah dan dapat memohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat selama satu tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan ramadhan bermakna membakar, yakni dapat membakar (manghapus) dosa-dosa yang telah diperbuat selama hidup di dunia.
Sebuah pesan yang penuh makna disampaikan oleh Hasan al-Banna: “Nikmatilah puasa dalam jiwa kalian, mohonlah untuk dapat melakukan qiyam semampu kalian, perbanyaklah dzikir dan tafakkur, hilangkanlah ruh dan jiwa kalian dari lingkaran materi, dan jadikan kesungguhan kalian sebagai tanda adanya keistimewaan di antara orang-orang yang berpuasa”. Sungguh merupakan pesan yang dapat kita lakukan ketika datangnya bulan suci Ramadhan. Jika maknanya dipahami dengan mendalam maka akan dapat merasakan betapa dahsyatnya bulam suci Ramadhan tersebut. Janganlah Anda sia-siakan karena bulan suci ini hanya datang satu tahun sekali.
Untuk lebih memperdalam lagi pengetahuan kita terkait makna puasa yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan, maka dapat ditemukan dalam buku ‘Dahsyatnya Ramadhan’ ini. Sebagai pembuka, dijelaskan secara terperinci syarat wajib dan syarat sahnya puasa. Kemudian dilanjutkan dengan rukun, sunnah, makhruh, dan hal-hal yang dapat membatalkan ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Semua itu dimaksudkan agar dapat mengetahui landasan mendasar syarat dan hukumnya puasa, serta dapat melakukan ibadah puasa ini dengan rasa ikhlas, tanpa ada unsur paksaan atau sebuah beban.
Dalam meraih keutamaan bulan Ramadhan ini, amalan yang biasanya dilakukan seperti melakukan shalat tarawih, tadarus al-Qur’an, shalat witir, bersedekah, dan i’tikaf, dikemas pula oleh penulis dalam sebuah bacaan ringan. Supaya amalan-amalan tersebut lebih kita jalani dengan perasaan senang. Perbuatan itu semua biasanya dilakukan di masjid bersama-sama dan dilakukan oleh banyak orang. Seperti halnya melakukan tadarus al-Qur’an setelah melakukan shalat tarawih. Biasanya warga kampung, terutama anak-anak dan para remaja, bergantian dalam melantunkan ayat suci al-Qur’an dengan microphone masjid. Sehingga suara butiran ayat-ayat Rabb meramaikan perkampungan di sekitarnya.
Sebagaimana wasiat Nabi Muhammad saw yang juga memaparkan keutamaan bulan Ramadhan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah swt berfirman pada setiap malam di bulan Ramadhan kepada seorang penyeru agar menyeru tiga kali: Adakah orang yang memohon? Maka akan Aku penuhi permohonannya. Adakah orang yang bertaubat? Maka akan Aku terima taubatnya. Dan adakah orang yang meminta ampunan? Maka Aku akan mengampuninya. Dan barangsiapa yang memberi pinjaman kepada Zat Yang Mahakaya, maka ia tidak akan mengalami kekurangan, dan Dia-lah Zat yang memenuhi janji tanpa berbuat zalim.” Subhanallah, betapa besar keutamaan yang ada dalam bulan Ramadhan. Semoga kita semakin beriman, kian bersemangat, dan mendapat banyak karunia dalam beribadah kepada Allah swt bersama seluruh keluarga besar tercinta.
Buku ini berbeda dengan buku-buku yang mengupas indahnya Ramadhan lainnya. Bedanya terdapat pada dua bab terakhir. Azzet dan Safa berhasil menemukan doa-doa yang dibaca setiap hari selama bulan ramadhan, yakni sebanyak 30 doa dalam 30 hari. Selain itu, doa pilihan yang terkandung dalam al-Qur’an juga dituliskan di dalamnya. Jadi dijamin Anda tidak akan mengalami kerugian jika memiliki buku yang diterbitkan oleh Darul Hikmah ini. Dengan begitu, selama satu bulan penuh, kita dapat memaknai bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang benar-benar mendekatkan diri kehadirat Allah swt.
Diwajibkan pula oleh umat manusia untuk melakukan zakat fitrah. Batas maksimal dilakukannya pembayaran zakat ini dilakukan selama bulan Ramadhan sampai sebelum melakukan shalat Idul Fitri. Membayar zakat ini hukumnya wajib oleh setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan, meskipun baru lahir sebelum dilakukannya shalat Idul Fitri. Orang-orang yang berhak menerima zakat ini digolongkan dalam delapan kelompok (hlm. 56). Jadi bukan sembarang orang dapat menerimanya. Lebih amannya, biasanya ada yang mengurusi zakat (amil) di masjid atau musholla yang akan membagikannya secara adil dan lebih merata.
Sebagai penutup, marilah kita renungi dan menyambut bulan suci Ramadhan dengan khutbah Rasulullah saw sebagai berikut: ‘Wahai manusia, telah dekat kepadamu bulan yang agung lagi penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Bulan yang di dalamnya Allah menjadikan puasa sebagai fardhu dan bangun malam sebagai sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri di dalamnya dengan beramal sunnah, maka (pahalanya) seperti orang yang beramal fardhu pada bulan lainnya. Dan barangsiapa beramal fardhu di dalamnya, maka pahalanya seperti orang yang beramal tujuh puluh amalan fardhu pada bulan lainnya. Inilah bulan kesabaran, dan pahal sabar adalah surga. Inilah bulan kasih sayang, bulan saat orang mukmin ditambah. Barangsiapa memberi makan orang berbuka kepada orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang (yang berpuasa) sedikitpun’.
Di tengah ketika khutbahnya berlangsung, ada yang bertanya: ‘Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau menjawab: ‘Allah memberi pahala kepada orang yang memberi makanan untuk berbuka puasa, meskipun dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu. Inilah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan, dan akhirnya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa meringankan beban bagi hamba-hamba sahayanya pada bulan itu, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah empat amalan pada bulan itu. Dua di antaranya menyenangkan Tuhannya, dan dua lainnya kamu pasti memerlukannya, yaitu kamu memohon surga dan mohon perlindungan kepada Allah swt agar terhindar dari api neraka (HR. Khuzaimah, Baihaqi, dan Ibnu Hibban).
*) Indah Rahmawati, Alumni Santriwati MSAA UIN Maliki Malang

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, ...
Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser). GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, dimana memiliki akar hingga tingkat desa.

