
Judul buku : The Absorbent Mind; Pikiran Yang Mudah Menyerap
Penulis : Maria Montessori
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Tebal : xxx+532 Halaman
Tahun Terbit : Januari 2009
Peresensi : Fuad Hasan.*
“Jika anda ingin memiliki buah hati yang cerdas, maka biarkanlah mereka belajar dalam kesenangan” Maria Montessori.
Gempa bahagia pernah menggemparkan dunia pendidikan Amerika Serikat. Geger itu disebabkan karena ditemukannya kembali gagasan, teknik Montessori, tentang metode efektif cara meningkatkan kecerdasan belajar pada anak kecil. Kesuksesan metode ini banyak mengundang simpati penduduk AS untuk mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan. The Absorbent Mind, adalah metode pendidikan terbaik (The best education method), karya Montessori yang serius diaplikasikan para pendidik dan orang tua untuk mencerdaskan pikiran sang buah hati.
Maria Montessori adalah orang yang paling berhasil dalam mendidik serta meningkatkan intelektual anak-anak. Setelah menyelesaikan program studi doktoralnya, dia melanjutkan profesi dengan bekerja untuk mencerdaskan anak-anak terbelakang secara fisik maupun mental di Negara Roma. Metode yang diterapkannya adalah The Absorbent Mind (Pikiran yang mudah menyerap) ternyata sangat berhasil gemilang. Ini merupakan suatu keajaiban luar biasa yang pernah terjadi, yakni banyak dari anak didiknya yang terbelakang mampu menyamai bahkan mengungguli kecerdasan anak-anak normal.
Buku dengan tema klasik ini, merupakan pengembangan dari teknik-teknik pendidikan yang ada sebelum Montessori. Pengembangan tersebut, dirancang Montesorri tidak lain hanya untuk meningkatkan kecerdasan daya serap anak. Dalam pembelajaran, Montessori membedakan antara anak kecil dengan orang dewasa. Alasannya, anak-anak terus menerus mengalami perkembangan yang kuat. Perubahan anak sangat dipengaruhi oleh keadaan dilingkungan sekitar. Anak kecil merasa senag jika meniru gerak gerik orang tua. Maka dari itu, ia menghimbau, sebagai panutan orang dewasa diharapkan berperan sebagai pengawas kemudian memberikan kebebasan pada anak untuk belajar bekerja sendiri.
Ketika masih anak-anak seorang bahkan siapapun, sebenarnya mempunyai potensi besar untuk menyerap berbagai pengalaman. Walaupun sejatinya dia belum mampu untuk menyatakan sesuatu secara verbal, namun anak kecil sanggup menangkap hampir semua yang telah dipelajarinya. Baik dari lingkungan ataupun sosio-kultural. Hal itu mendorong lingkungan harus selalu dipersiapkan dengan seapik-apiknya sehingga anak bisa memilih kegiatan belajar yang dia sukai tanpa intervensi dari pihak luar.
Dengan banyak belajar dari gerakan-gerakan alam bebas, sang anak akan kuasa menemukan substansi empiris untuk membuat eksperimen baru hal-hal yang belum diketahai sebelumnya. Gerakan nalar bebas yang dimiliki anak semacam ini, tidak boleh dibatasi kecuali apabila berbahaya atau merusak hak milik orang lain. Ia sangat membutuhkan kesempatan untuk bergerak, berekspresi mengeksplorasi semua kemampuan belajar melalui alat indera atau akal-pikirnya.
Kreatifitas belajar anak akan semakin cepat manakala ditopang dengan alat senso-motorik secara efektif. Anak-anak semakin mempunyai banyak peluang mengirim rangsangan sensoris kedalam syaraf otak. Semakin banyak rangasangan yang datang akan semakin berkembang pesat pula tingkat kecerdasan akalnya. Anak kecil paling baik belajar dalam suasana kebebasan yang disertai disiplin diri. Artinya, sang anak akan membuat rangsangan-rangsangan sendiri untuk mengeksplorasi inovasi baru yang belum pernah dia lakukan.
Peran pengajar
Sangat dianjurkan oleh Montessori, para pendidik agar tidak memaksakan anak kecil untuk belajar sesuatu dengan tekanan psikologis, serta tidak mengganggu ketika ia sedang mengerjakan sesuatu. Jika anak merasa terpaksa dalam belajar, secara otomatis akan melenyapkan rasa kepuasan ketika dalam proses belajar. Membiarkan anak mengikuti temponya sendiri sesuai dengan taraf kematangannya itu lebih baik daripada harus menyesuaikannya dengan porsi anak lain yang pada hakekatnya berbeda.
Loyalitas penuh dari para pengajar sangat signifikan untuk dilimpahkan pada buah hati dalam berproses, tak kalah penting juga membebaskan dirinya menuju kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Hal ini akan membantu mengembangkan dan membentuk pribadi yang kuat dan hasil efektif dari penyelesaian tugas-tugasnya. Ketika sang buah hati sudah matang untuk belajar, masa itu sangat tepat dalam proses penyerapan. Bahkan membantu meningatkan kecerdasan serta perasaan puas yang luar biasa dalam belajar. Implikasinya sang anak akan percaya diri dan lebih semangat berkeinginan belajar hal yang lebih banyak.
Sudah menjadi kepentingan pengajar atau orang tua dalam mengembangkan pikiran sang anak untuk lebih kreatif, inovatif serta meletakkan dasar normatif pada diri peserta didik. Dengan tujuan agar mampu menyelesaikan problem publik pada khususnya atau diri sendiri pada umumnya. Menimbang gagasan Montesory tentang pendidikan, sudah selayaknya menjadi perhatian serius tentang bagaimana mencetak anak menjadi intelektual, cendekiawan yang selaras pada norma-norma susila.
Buku ini hadir dalam rangka maksimalisasi penyerapan pelaaran pada pikiran anak kecil. Ketika selama ini acap terjadi kontradiksi tentang bagaimana mendidik anak dengan metode yang jitu, efektif serta bagaimana cara bisa memproduksi intelektual handal, dan menjauhkan sistem pendidikan dari fenomena kekerasan pada anak-anak ketika marak terjadi diberbagai negara sehingga menimbulkan kekerasan yang mengakibatkan kegagalan pendidikan anak. Perkara semacam itu mendorong Maria Montessri untuk menciptakan sebuah metode dalam dunia pendidikan yang akhirnya muncul kembali dalam karya ini.
*Peresensi adalah Ahlul KUTUB, Tinggal di Yogyakarta.

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, ...
Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser). GP Ansor merupakan salah satu organisasi terbesar dan memiliki jaringan terluas di Indonesia, dimana memiliki akar hingga tingkat desa.

