Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, MSi: Organisator Santun Asli Malang

Senin, 15 Februari 2010 19:50

Peran NU dalam memajukan Kabupaten Malang bila dihitung sepertinya sudah tak bisa dijumlah. Itu karena saking banyaknya peran dan komitmen NU terhadap masyarakat dan pemerintah. Bidang pendidikan, bidang keagamaan, sosial, kesehatan, dan masih banyak bidang lainnya yang maju berkat peran NU.

UNTUK bidang pendidikan misalnya, Lembaga Pendidikan Maarif NU yang berada di bawah naungan PC NU Kabupaten Malang sudah mencapai angka 1.032. Pendidikan NU dimulai dari pendidikan paling rendah seperti TK hingga SMA, MA, dan SMK. Belum lagi pendidikan yang diberikan para kyai NU dengan pondok pesantrennya yang jumlahnya mencapai lebih dari 663 pondok.

Sekolah dan pondok pesantren NU itu tersebar hingga ke pelosok kabupaten. Sudah jutaan masyarakat Malang yang mengenal pendidikan berkat perjuangan NU. Berkat kerja keras para tokohtokoh NU. Dan salah satu tokoh NU yang dikenal sebagai pekerja keras dalam memajukan umat dan organisasi Nahdliyin tersebut adalah Abdul Mujib Syadzili.

Pria kelahiran 15 September 1967 tersebut di jajaran struktural PC NU Kabupaten Malang, saat ini menduduki jabatan yang cukup strategis. Yakni sebagai sekretaris Tanfidziyah PC NU 2006-2011. ”Dia merupakan pekerja keras. Saya suka dia, karena dia itu orang baik,” ujar KH Maftuh Said, Pimpinan Pondok Pesantren AlMunawwariyyah Sidomoro, Bululawang.

Bagi Maftuh dan juga beberapa kyai lainnya, sosok Mujib di masa mendatang diharapkan mampu memimpin NU. Termasuk juga memimpin masyarakat Kabupaten Malang. ”Yang membuat saya terkesan adalah ketenangan dan kesabarannya. Jika menghadapi masalah, dia bisa menyelesaikannya dengan sabar,” jelas kyai berusia 60 tahun tersebut.

Dengan karakter yang dimiliki Mujib itulah, Maftuh yakin bahwa Mujib bisa menjadi perekat NU. ”Mujib itu bisa mengayomi dan melayani semua kelompok. Saya kenal dia sejak kecil, jadi sudah hafal benar karakternya,” puji Maftuh. Penilaian hampir serupa juga disampaikan tokoh NU lainnya Kamilun Muhtadin. Menurut Kamilun, Mujib merupakan tokoh muda NU yang energik dan visioner. Walau mempunyai keinginan yang kuat untuk maju, namun gayanya tak meledakledak seperti pada umumnya anak muda.

Bisa jadi, gayanya lemah lembut itu berkat didikan ayahnya yang juga tokoh NU, KH Ahmad Syadzili Muhdlor. Bagi mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tersebut, Mujib mempunyai kesalehan sosial yang tinggi serta menempatkan orang tua di tempat terhormat. ”Beliau (Mujib) menganggap saya sebagai bapaknya sendiri,” ucap Kamilun.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang Prof DR Muhammad Mas’ud Said yang juga merupkan tokoh NU, ikut memberikan apresiasi kepada Mujib. Selama dirinya berhubungan dengan Mujib, dia melihat bahwa Mujib sosok yang cepat beradaptasi dengan golongan anak muda NU. ”Itu bisa jadi karena dia lama berkecimpung di Ansor,” kata Mas’ud.

Dengan pinisepuh NU, Mas’ud juga melihat rekannya tersebut juga bisa bergaul dengan santun. Kelebihan Mujib lainnya adalah mempunyai jaringan yang cukup kuat dan matang di organisasi. ”Secara individu, saya menilai dia (Mujib) itu orang baik. Di suatu tempat dia itu menjadi perekat NU, dan ditempat lain mampu sebagai perekat komunitas yang jauh lebih besar. Tapi di tempat lainnya bukan perekat.

Pengamat politik tersebut menambahkan, Mujib bisa saja menjadi pemimpin di Kabupaten Malang. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni ATM. Yang dimaksud ATM, papar Mas’ud adalah alat, teknologi, dan manusia. Untuk unsur alat dan teknologi sudah tidak diragukan. Sedangkan, khusus faktor manusia, Mujib harus terus merangkul semua golongan. Karena Kabupaten Malang bukan hanya NU saja, tapi ada elemen lainnya seperti Muhammadiyah, pemeluk agama lain, pedagang, petani, nelayan, buruh, dan masih banyak lagi lainnya . (jp)

Dekat Rakyat, Akrab dengan Pejabat

Berbekal gaya yang santun dalam bergaul, tentu tak akan sulit bagi Abdul Mujib Syadzili untuk berkomunikasi dengan siapapun.”Gus Mujib itu sering turun ke bawah. Tak hanya bicara dengan orang NU, tapi juga dengan kalangan lainnya,” kata Mujimarti , Ketua Ranting Muslimat NU Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Karenanya , Mujimarti berharap agar di masa mendatang Mujib tak hanya memimpin NU, tapi bisa memimpin masyarakat Kabupaten Malang.

Dengan pejabat negara, pergaulan Mujib tak perlu diragukan lagi. Di ruang kerjanya di SMK NU Miftahul Huda berjejer fotofoto pejabat saat mengunjungi sekolahnya. Termasuk juga fotofoto Mujib saat bersenda gurau atau mengikuti sebuah acara dengan pejabat tinggi negara.

Aktifitasnya dengan berbagai tokoh Nasional yang sempat diabadikan, diantaranya dengan Wakil Presiden RI Budiono, mantan Wapres RI Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, mantan Menteri Pendidikan Wardiman Djoyonegoro, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Syaifullah Yusuf, dan masih banyak lainnya.

”Saya kenal Mujib sejak lama. Dia itu santun. Tapi kalau diberi tugas, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikannya. Karena itulah, dia bisa menapaki karirnya di Ansor ataupun di Banser sampai di tingkat Nasional,” beber Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Bagi Gus Ipul, Mujib adalah organisator yang baik, dia cukup berpengalaman. Bila dipercaya memimpin sebuah organisasi, maka dia menjalankannya sebaik mungkin dan penuh tanggung jawab.

Wakil Bupati Rendra Kresna juga mempunyai pandangan yang sama dengan Gus Ipul mengenai sosok Mujib.”Tutur bahasanya halus, katakatanya juga tertata, perilakunya tak pernah menyakiti orang. Beliau juga menghormati semua orang dari semua kalangan,” puji Rendra. (tok/jp)

Tegas Soal Agama

Di mata keluarga, Abdul Mujib Syadzili tak hanya sebagai kepala keluarga. Tapi juga berperan sebagai pembentuk karakter keluarga. Kesan itu sangat dirasakan oleh Endah Andayani, istri yang dinikahinya sejak 16 tahun lalu.

”Saya ini orang yang keras, minta enaknya sendiri. Bisa dibilang egoislah. Tapi, di bawah binaan Bapak (Mujib), saya menjadi orang yang berubah. Beliau membimbing saya ke sifat yang lebih santun,” terang wanita yang saat ini menempuh studi S3 ekonomi di Queensland University, Australia.

Bagi Endah, dipertemukannya dirinya dengan Mujib adalah karunia yang luar biasa . ”Beliau itu sabar, tapi tegas dalam halhal prinsip,” sambungnya.

Mujib dan Endah merupakan sosok yang samasama sibuk. Endah aktif mengabdi sebagai tenaga pendidik di Universitas Kanjuruhan. Sedangkan Mujib intens di dunia pendidikan dan berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam berbagai tingkatan, mulai tingkatan terbawah sampai pada level Nasional. Sehingga cukup wajar bila saat ini Mujib dikenal memiliki koneksitas yang luas pada banyak tokoh di tingkat Pusat. ”Namun, sesibuksibuknya Bapak, bila masih ada di Malang, beliau tetap meluangkan waktunya untuk mengantarkan anaknya ke sekolah,” aku Endah.

Tiga anak yang dimiliki pasangan tersebut juga sangat akrab dengan Mujib. Muhammad Razan Fatih, anak bungsunya yang lahir 25 Desember 2005 selalu wadul ayahnya bila ada masalah. ”Bapak itu orangnya sangat sabar. Tapi kalau sudah menyangkut agama, beliau sangat tegas . Saya diwajibkan berpuasa sunnah,” ujar Muhammad Rusydi Aziz, anak pertama Mujib yang saat ini duduk di kelas X SMAN 1 Kota Malang.

Aziz memang merasakan waktu yang kurang untuk berkumpul ayahnya. Namun, kuantitas yang kurang dalam pertemuan, bisa ditutup dengan kualitas setiap kali pertemuan. ”Setiap waktu Bapak berkumpul dengan kami anakanaknya, selalu ada saja yang menyegarkan. Beliau tak pernah luput menanyakan perkembangan saya di sekolah,” tambah Aziz. Terlebih bagi Ridha Ahda Sayyida, puteri satusatunya, ”Ayahku adalah ayah terbaik,” ungkapnya.

Biodata

Nama : Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, MSi
Tempat/Tgl lahir : Pakis, Kabupaten Malang, 15 September 1967
Pendidikan Formal :
- MINU Sumberpasir Pakis 1979
- SMP NU Pakis 1982
- SMAN Tumpang 1985
- Fakultas Teknik IKIP Negeri Malang S1, 1992
- Universitas Wijaya Putera Surabaya S2, 2005

Pendidikan Informal :
- Pondok Pesantren Tarbiyah Tahfidzil Quran Pakis
- Pondok Pesantren AtThohiriyah Bululawang

Ayah: KH Ahmad Syadzili Muhdlor
Ibu : Hj Siti Rohmah Marzuqi
Istri : Drs. Hj. Endah Andayani, MM
Anak :
Muhammad Rusydi Aziz
Ridha Ahda Sayyida
Muhammad Razan Fatih

Karir Organisasi di NU
- Komandan Satuan Koordinasi W ilayah Banser Jatim 2010-2014
- Sekretaris Tanfidziyah PC NU Kabupaten Malang 2006-2011
- Wakil Ketua PW. GP. Ansor Jawa Timur periode 2009 2013
- Kepala Staf Satuan koordinasi wilayah Banser Jatim 2000-2004
- Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Malang 2005-2009
- Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Malang 2000-2004
- Sekretaris PC LP Maarif NU Kabupaten Malang 2001-2006
- Wakil Sekretaris PC LP Maarif NU Kabupaten Malang 1996-2001

Bidang Pendidikan
- Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusum o 2006sekarang
- Kepala SMK Teknologi dan Industri NU Miftahul Huda Kepanjen 1997sekarang
- Sekretaris MKKSSMK Kabupaten Malang 2005-2010
- Sekretaris Panitia Skill Olympic se Malang Raya di Batu 2006
- Sekretaris Panitia Skill Olympic se Malang Raya di ITN 2007 Organisasi Sosial dan Lainnya
- Ketua Takmir Masjid Al Ibrahim Sumberpasir, Kecamatan Pakis 19891999
- Kasi Intelpam Resimen Mahasiswa 805 IKIP Malang 19982000.
- Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa 805 Malang 2003-2008
- Komandan bagian persidangan dan tamu VIP pengaman International Conference of Islamic Schoolar (ICIS) Jakarta 2006