Suryadharma Ali

Selasa, 7 Februari 2006 7:14

Suryadharma Ali.jpgDrs. Suryadharma Ali

Lahir: Jakarta, 19 September 1956
Jabatan: Menteri Negara Koperasi dan UKM RI
Agama: Islam

Pendidikan:
 S-1, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta 1977-1984
Jumlah anak:
Empat (4) orang

Pengalaman kerja:
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Bendahara Fraksi PPP MPR RI 2004-2009
Ketua Komisi V DPR RI 2001-2004
Sejak 1985-1999 bekerja di PT Hero Supermarket, Tbk, terakhir sebagai Deputi Direktur PT Hero Supermarket, Tbk

Pengalaman organisasi:
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Pengurus di berbagai organisasi ritel Indonesia

Alamat Kantor:
Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI
Jalan HR Rasuna Said Kav. 3-5
Kuningan, Jakarta Selatan

Menteri Negara Koperasi dan UKM

Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kabinet Indonesia Bersatu, ini lahir di Jakarta, 19 September 1956. Dia lulusan Institut Agama Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, dan Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan. Mantan Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, mengatakan untuk masa kerja 100 hari pertama ia sudah mempersiapkan 12 program.

Seluruh program itu harus dibicarakannya terlebih dulu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Sebagian dari 12 program yang dianggap mendesak adalah penyelesaian tunggakan Kredit Usaha Tani (KUT), membuka akses KUKM ke perbankan, dan menyelenggarakan pasar rakyat dalam menghadapi hari raya,” kata Suryadharma acara serah terima jabatan Menneg KUKM, Kamis (21/10).

Sedangkan pejabat lama, Alimarwan Hanan, pada sambutannya, mengatakan, tugas yang belum berhasil diperjuangkannya adalah mengangkat Kementerian Negara KUKM menjadi Departemen Koperasi. “Ini utang saya yang belum terbayar. Mudah-mudahan pejabat menteri baru dapat melunasinya,” katanya.

Sementara itu, serah terima jabatan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari pejabat lama Jacob Nuwa Wea kepada pejabat baru Fahmi Idris, berlangsung di Gedung Depnakertrans Jakarta, Kamis (21/10).

Dalam sambutannya, Jacob mengatakan, dirinya akan kembali menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Sedangkan Fahmi Idris mengatakan, dirinya akan melanjutkan berbagai kebijakan yang sudah dilaksanakan pendahulunya, Jacob Nuwa Wea. “Bila di kemudian hari ditemukan adanya suatu kelemahan, sudah barang tentu kelemahan itu akan kita perbaiki,” katanya.

Fahmi meminta agar para pejabat eselon I tenang-tenang saja bekerja karena dirinya sejauh ini belum berpikir untuk melakukan penggantian personel. “Sementara ini saya hanya bisa menjanjikan kerja keras,” katanya.