<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan Pemuda Ansor &#124; Official Website &#187; Derap Langkah Pemuda</title>
	<atom:link href="http://gp-ansor.org/category/derap-langkah-pemuda-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gp-ansor.org</link>
	<description>Berpadu Membangun Negeri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 02:09:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ansor Sumut: Desak Nasionalisasi PT Inalum</title>
		<link>http://gp-ansor.org/news-from-riends/19546-15072010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/news-from-riends/19546-15072010.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 08:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Dari Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Ansor]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Yasir]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=19546</guid>
		<description><![CDATA[Medan (GP Ansor Online): Desakan agar Pemerintah RI menasionalisasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), terus mengalir. Kali ini desakan datang dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara, karena keberadaan PT Inalum dianggap lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya. “Nasionalisasi PT Inalum merupakan harga mati. Karena hingga saat ini Indonesia khususnya Sumatera Utara tidak pernah merasakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_19548" class="wp-caption alignleft" style="width: 270px"><a rel="attachment wp-att-19548" href="http://gp-ansor.org/berita/19546-15072010.html/attachment/fadli-yasir-2"><img class="size-full wp-image-19548" src="http://gp-ansor.org/files/2010/07/Fadli-Yasir.jpg" alt="" width="260" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">Fadli Yasir</p></div>
<p>Medan (GP Ansor Online): Desakan agar Pemerintah RI menasionalisasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), terus mengalir. Kali ini desakan datang dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara, karena keberadaan PT Inalum dianggap lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya.</p>
<p>“Nasionalisasi PT Inalum merupakan harga mati. Karena hingga saat ini Indonesia khususnya Sumatera Utara tidak pernah merasakan manfaat dari keberadaan PT Inalum. Yang ada malah mudharatnya kita terima,” tegas Ketua PW GP Ansor Sumut H Fadli Yasir SAg melalui telepon kepada wartawan di Medan, Rabu (14/07/2010).</p>
<p>Fadli Yasir bukan tanpa alasan melontarkan pernyataan di atas. Sebab berdasarkan informasi yang diperoleh Ansor Sumut, PT Inalum yang beroperasi sejak Tahun 1983 lalu, selalu mengaku merugi. Dampaknya, Pemerintah RI sebagai salah satu pemegang saham tidak pernah menerima keuntungan dari PT Inalum.</p>
<p>Ironisnya lagi, sudah tidak mendapatkan keuntungan, Pemerintah RI malah buntung atas keberadaan PT Inalum yang berlokasi di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara tersebut. Pasalnya, Pemerintah RI harus memberikan suntikan dana kepada PT Inalum melalui Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).</p>
<p>Adapun kerugian yang langsung diderita masyarakat Sumut adalah, karena masyarakat di daerah ini sama sekali tidak dapat menikmati listrik yang dihasilkan PT Inalum. Padahal, PLTA PT Inalum mampu menghasilkan daya hingga 603 Mega Watt. Namun daya sebesar itu sepenuhnya dikuasai PT Inalum.</p>
<p>“Atas berbagai fakta tersebut, sudah saatnya Pemerintah RI mengambilalih PT Inalum. Jangan lagi perpanjang kontrak PT Inalum dan serahkan pengelolaaannya kepada Pemprov Sumut karena PT Inalum berada di Sumut untuk selanjutnya dikelola demi kemaslahatan masyarakat Sumut khususnya dan Bangsa Indonesia secara umum,” tegas Fadli Yasir.</p>
<p>Ditambahkan, sebagai bukti kongkrit dukungan supaya dilakukan nasionalisasi terhadap PT Inalum yang saat ini dikelola konsorsium perusahaan Jepang tergabung dalam Nippon Asahan Aluminium Co Ltd, PW GP Ansor Sumut dalam waktu dekat akan menyerahkan dukungan secara tertulis langsung kepada Gubsu H Syamsul Arifin SE.</p>
<p>“Insya Allah sebelum Ramadhan ini, PW GP Ansor Sumut akan menyerahkan dukungan secara tertulis langsung kepada Gubsu Bapak H Syamsul Arifin SE supaya dilakukan nasionalisasi terhadap PT Inalum,” tandas Fadli Yasir yang juga pengusaha muda sukses di Sumut.</p>
<p>Kontributor: Suwardi Sinaga<br />
Editor: Hernoe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/news-from-riends/19546-15072010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengabdian Banser Ponorogo: Rehab Rumah Tak Layak Huni Milik Warga</title>
		<link>http://gp-ansor.org/laporan-khusus/19220-28062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/laporan-khusus/19220-28062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 05:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Dari Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Banser]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=19220</guid>
		<description><![CDATA[Ponorogo (GP Ansor Online): Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti yang menjadi bagian integral GP Ansor sudah mulai melakukan perubahan internal. Perubahan paradigma Banser yang sebelumnya berorientasi militeristik telah ditinjau ulang karena tidak sejalan lagi dengan semangat zaman. Kini Banser merupakan organisasi sosial keagamaan dengan semangat civil society. Ini berarti Banser ke depan ditempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-19221" href="http://gp-ansor.org/berita/19220-28062010.html/attachment/banser-rehab-rumah8"><img class="alignleft size-medium wp-image-19221" title="Banser Rehab Rumah8" src="http://gp-ansor.org/files/2010/06/Banser-Rehab-Rumah8-300x224.png" alt="" width="300" height="224" /></a>Ponorogo (GP Ansor Online): Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti yang menjadi bagian integral GP Ansor sudah mulai melakukan perubahan internal. Perubahan paradigma Banser yang sebelumnya berorientasi militeristik telah ditinjau ulang karena tidak sejalan lagi dengan semangat zaman. Kini Banser merupakan organisasi sosial keagamaan dengan semangat <em>civil society</em>. Ini berarti Banser ke depan ditempatkan menjadi sayap kekuatan GP Ansor yang berorientasi pada kerja-kerja kemanusiaan yang konkret, peduli, dan ramah.</p>
<p>Kekuatan Banser senantiasa menjadi alat kepanjangan GP Ansor untuk menolong dan bertindak demi kemanusiaan, khususnya bagi warga NU, umat Islam, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Banser tidak hanya bertugas mengamankan situasi dan kondisi lingkungan dimana kekuatan Banser berada. Akan tetapi Banser telah membentuk Unit – Unit Khusus diantaranya Unit Khusus Banser Tanggap Bencana, yang bertugas untuk menyelamatkan masyarakat dari penderitaan hidupnya, baik penderitan akibat bencana alam yang sering terjadi, maupun akibat dari dampak negatif dari kondisi sosial dan ekonomi.</p>
<p>Pelatihan-pelatihan ketrampilan menjadi prioritas Banser, sehingga dengan demikian paradigmanya terus bergeser ke arah pemberdayaan masyarakat sipil yang berorientasi kemanusiaan dan profesionalisme.</p>
<p>Salah satu implementasi nyata pengabdian Banser ditunjukkan Banser Satkorcab 34-XIIKabupaten Ponorogo. Selama seminggu, Senin &#8211; Minggu, 21 &#8211; 27 Juni 2010 Banser Ponorogo melakukan rehab rumah ibu Kumi yang tidak layak huni di Dukuh Mirah RT. 03/RW. 02 Desa Nambangrejo, Sukorejo Ponorogo.</p>
<p>Hasil kerja dan pengabdian Banser yang tidak kenal lelah ini, kini telah dapat dinikmati oleh Ibu Kumi bersama kedua anak angkatnya.Kegiatan serupa juga telah dilakukan Banser Satkorcab 34-XII Ponorogo terhadap rumah milik Ibu Boini di Dusun Sembung, Desa Gandu Mlarak Ponorogo.</p>
<p>Reporter: Muhammad Wahid &#8211; Banser Ponorogo<br />
Editor: Hernoe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/laporan-khusus/19220-28062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jihad Seorang Muslim Memakmurkan Pedalaman Papu</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/19057-21062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/19057-21062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 00:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=19057</guid>
		<description><![CDATA[Nabire (GP Ansor Online): Tekadnya bulat dan besar; mencetak 100 sarjana Muslim asal Papua. Demi cita-citanya ini dia dengan modal nekat menemui orang-orang besar, beraudiensi dengan rektor-rektor perguruan tinggi ternama di Indonesia untuk memuluskan jalan bagi anak-anak Muslim Papua agar bisa kuliah di kampus-kampus besar di Pulau Jawa. Muhammad Yudi (36) berasal dari Nabire, Papua. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-19058" href="http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/19057-21062010.html/attachment/warga_papua"><img class="alignleft size-full wp-image-19058" title="warga_papua" src="http://gp-ansor.org/files/2010/06/warga_papua.jpg" alt="" width="360" height="260" /></a>Nabire (GP Ansor Online): Tekadnya bulat dan besar; mencetak 100 sarjana Muslim asal Papua. Demi cita-citanya ini dia dengan modal nekat menemui orang-orang besar, beraudiensi dengan rektor-rektor perguruan tinggi ternama di Indonesia untuk memuluskan jalan bagi anak-anak Muslim Papua agar bisa kuliah di kampus-kampus besar di Pulau Jawa.</p>
<p>Muhammad Yudi (36) berasal dari Nabire, Papua. Dia bungsu dari 13 bersaudara. Perjalanannya ke Pulau Jawa dimulai saat mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang. Waktu itu Yudi belum Muslim. Kedekatannya dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), membuat Yudi memutuskan mengucap dua kalimat syahadat.</p>
<p>Yudi kemudian berkenalan dengan salah satu tokoh Islam di Jakarta. Dari kedekatan mereka, Yudi akhirnya mendirikan Yayasan Pendidikan Muslim Papua. Melalui yayasan ini, Yudi menjembatani dan mencarikan dana bagi anak-anak Muslim Papua yang Dhuafa agar bisa menuntut ilmu di Pulau Jawa. “Pada dasarnya anak Papua itu sama cerdasnya dengan anak-anak di sini (Jawa). Hanya saja, kesempatan bagi mereka tidak tersedia,” katanya. Salah satu anak binaannya sudah ada yang lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan telah bekerja di Pemda Nabire.</p>
<p>Ketika ditemui baru-baru ini, Yudi sedang sibuk mengurus 5 orang anak yang hendak dia masukkan ke UI dan UNJ. Anak-anak tersebut masih di Papua, dan akan ke Jakarta sebelum ujian masuk. Yudi pun menyediakan rumahnya di Bojonggede, Bogor, Jawa Barat sebagai tempat penampungan. Kelak, setelah anak-anak binaannya lulus, mereka harus kembali ke Papua membangun daerah mereka. “Papua tidak akan bisa maju kecuali dibangun oleh putra asli daerahnya,” ungkapnya.</p>
<p>Setiap tahun, Yudi pulang kampung untuk menjemput 20-30 orang anak Muslim yang yatim dan dhuafa untuk dibawa ke Jakarta. Dia menggunakan kapal laut yang harga tiketnya sekali jalan bisa mencapai Rp 1 juta. Jadi untuk membawa anak-anak itu dari Papua ke Jakarta, Yudi harus mencari dana sekitar Rp 20 jutaan, itu baru untuk transportasi saja.</p>
<p>“Alhamdulillah banyak yang bantu, seperti dari Gontor, Asy-Syafiiyah, Yarsi, dan sejumlah lembaga Islam. Istri saya, Lilin banyak membantu, dan ridho dengan saya, ditambah dengan kehadiran anak saya, Muhammad Radho Ottoki semakin membuat saya semangat,” tuturnya bersemangat. Lilin (31) dan Muhammad Radho Ottoki (2,5) adalah dua orang yang selalu memberi asupan energi buat Yudi.</p>
<p>Sehari-hari, Yudi hidup dari usaha peternakan ayam kampung dan petelur yang jumlahnya sudah hampir 10 ribu ekor. Tapi baru-baru ini usahanya itu bangkrut. “Tapi saya yakin rezeki Allah Maha Luas,” ujarnya. Yudi tidak menolak bantuan dermawan bila ada yang bersimpati pada perjuangannya. Dia yakin bahwa dengan beramal, hidupnya akan baik-baik saja. “Jika saya belum berhasil mencetak 100 orang sarjana asal Papua, saya belum puas. Banyak tawaran untuk naik haji gratis, tapi selalu saya tolak. Saya baru akan berangkat haji setelah anak binaan saya yang lulus sarjana 100 orang,” tandasnya.</p>
<p>Sumber: republika.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/19057-21062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DRS. H. MUNAWAR FUAD, MA: SPIRIT LANJUTKAN PENGABDIAN</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18746-06062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18746-06062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 06:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[MUNAWAR FUAD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[SPIRIT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18746</guid>
		<description><![CDATA[Jejak Setapak Perjalanan Seorang KADER Gerakan Pemuda ANSOR MUNAWAR FUAD : Istiqamah menekuni kiprah dan pengabdiannya sebagai a Social Leader dan an Entrepreneur Leader. Tujuh belas tahun lebih menjadi KADER GP Ansor. Dimulai sejak masa kepemimpinan H. Slamet Effendi Yusuf, drh. M. Iqbal Assegaf sampai masa H. Saifullah Yusuf. MF menapaki jalan panjang dengan ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejak Setapak Perjalanan Seorang KADER Gerakan Pemuda ANSOR</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-18751" href="http://gp-ansor.org/berita/18746-062010.html/attachment/munawar-fuad-noeh-2"><img class="size-medium wp-image-18751 alignleft" title="munawar fuad noeh" src="http://gp-ansor.org/files/2010/06/munawar-fuad-noeh-300x298.jpg" alt="" width="300" height="298" /></a>MUNAWAR FUAD : Istiqamah menekuni kiprah dan pengabdiannya sebagai a Social Leader dan an Entrepreneur Leader. Tujuh belas tahun lebih menjadi KADER GP Ansor. Dimulai sejak masa kepemimpinan H. Slamet Effendi Yusuf, drh. M. Iqbal Assegaf sampai masa H. Saifullah Yusuf. MF menapaki jalan panjang dengan ikut secara langsung belajar menyelami,  mendalami dan menghikmati liku-liku perjalanan kepemimpinan dari ketiga figur pemimpin. Selama 17 tahun lebih itulah, MF ikut menyelami kiprahnya sebagai KADER GP ANSOR dalam masa EMPAT PERIODE KEPEMIMPINAN. Di masa kepemimpinan Gus Iful-lah, MF paling banyak mendapat kepercayaan, kesempatan dan sekaligus tempaan sebagai seorang kader. Dengan sendirinya, selama itu pula MF dapat memahami dan menyelami dasar samudera  ke-Ansor-an, dengan berinteraksi langsung kepada segenap pimpinan Wilayah, Cabang, Anak Cabang, Ranting hingga ke tingkat Anak Ranting. MF sebagai kader GP Ansor dapat memahami pola komunikasi dan cita rasa bekerjasama dengan para pendiri, senior dan kader Ansor, serta para anggota dan keluarga besar GP Ansor hingga di kalangan grass root.</p>
<p>MF turut mengalami proses belajar, tafakkur dan berinteraksi dalam wujud peran nyata GP Ansor mengiringi masa pasang surut dan jatuh bangun kepemimpinan nasional mulai dari masa Presiden Soeharto, Presiden DR. B.J. Habibie, Presiden KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarno Putri, hingga masa  Presiden DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono. Berkah dari perjalanan kaderisasinya, MF dapat mengembangkan sayap komunikasi, kerjasama dan interaksi terpercaya dengan lembaga professional global di 15 negara terkemuka.  Setelah 20 tahun, greget dan spirit intelektualitasnya  sebagai seorang penulis sejak 1990, mendorong  MF melahirkan intelektual-akademik yang terpublikasikan sebagai wahana perjuangannya melalui pengembangan ‘intellectual power” dan gagasan kreatif lewat 25 buku-buku publik dan popular dari beragam tema dan pemikiran.</p>
<p><strong>•	SEKRETARIS JENDERAL PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ANSOR (2005-2006)</strong></p>
<p>MF mendapatkan amanah dari Ketua Umum GP Ansor terpilih dan Formatur terpilih dalam Kongres GP Ansor di Jakarta untuk masa bhakti 2005-2010. GP Ansor adalah sebuah organisasi PEMIMPIN MUDA  Islam Moderat tingkat nasional yang tertua, terbesar dan terluas jaringan internalnya hingga ke pelosok pedesaan, kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (Organisasi Islam terbesar di Indonesia) pada 24 bulan 4 tahun 1934. Selama masa pengabdiannya, MF sehari-hari fokus menjalankan tugas utama sebagai penanggungjawab kebijakan strategis organisasi di bidang kesekjenan mendampingi Gus Iful sebagai Ketua Umum. Di tengah perjalanannya, MF mendapatkan penugasan khusus secara kelembagaan PP GP  Ansor untuk ikut memimpin dan mewarnai nilai dan spirit ke-ANSOR-an di lingkungan pemuda se-Indonesia, sehingga melalui rapat pleno PP GP Ansor, seiring dengan arahan Ketua Umum, MF ‘terkondisikan’  untuk menyatakan  mengundurkan diri  dari Sekretaris Jenderal PP GP Ansor demi pertama, lebih FOKUS pada amanah Kongres pemuda Indonesia; kedua, Demi PERCEPATAN KADERISASI internal GP Ansor;  dan ketiga, demi LOYALITAS kepada Ketua Umum GP Ansor; semata-mata bukan karena adanya pelanggaran AD/ART atau situasi apapun di luar fatsun sebagai seorang kader Ansor. Secara pribadi, dalam tarikan nafas, spirit dan tekad pengabdiannya, MF sesungguhnya tidak pernah berniat sejengkalpun untuk meninggalkan tugas, lari dari tanggung jawab dan pengabdian sebagai Sekretaris Jenderal PP GP Ansor.</p>
<p><strong><span id="more-18746"></span>•	SEKRETARIS JENDERAL DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA (2005-2008)</strong></p>
<p>MF terkondisikan oleh penugasan PP GP Ansor untuk berkonsentrasi sebagai kader Ansor yang terpilih menjadi Sekretaris Jenderal DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Periode 2005-2008. Kemenangan MF lewat Kongres KNPI amat spektakuler sebagai King Maker karena hanya selisih 1 (satu) Suara dibanding Ketua Umum terpilih dan MF. Sebelumnya MF bukan pengurus DPP KNPI, dan tidak pernah menjalani karier structural di lingkungan organisasi KNPI, meskipun Ansor adalah salah satu The Founding Father-nya. Satu-satunya modal social-keorganisasiaan adalah sebagai kader GP Ansor dan sebelumnya menjadi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam Kongres tersebut, MF menjadi satu-satunya Kandidat outsider yang dalam realitasnya mampu dengan telak mengalahkan 11 Kandidat lainya dari koalisi besar pengurus incumbent DPP KNPI periode 2002-2005. Setelah melakukan tafakkur dan mendapat saran dan pertimbangan, serta dukungan bulat dari  Pimpinan Pemuda Lintas Agama yang menjadi Tim Inti pemenangan, MF  lalu mengambil langkah amat strategis berkoalisi melalui pidato oratornya yang mampu mengubah peta dan arah kemenangan dalam menentukan hasil Kongres KNPI.  KNPI sebuah organisasi resmi berskala nasional berdiri sejak 1973 yang menghimpun organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, profesi dan pemuda lintas partai politik serta memiliki jaringan keorganisasian hingga seluruh provinsi, Kabupaten/kota dan Kecamatan se-Indonesia. Sebagai Sekretaris Jenderal, MF menentukan kebijakan strategis bersama Ketua Umum KNPI. Namun, sejak awal  arah dan kebijakan DPP KNPI lebih banyak terseret dan dijadikan kuda tunggangan sebagai alat kepentingan politik, bahkan dijadikan alat utama mendirikan Partai Pemuda Indonesia oleh Ketua Umumnya. MF sebagai kader GP Ansor yang menjadi Sekjen KNPI lebih memfokuskan untuk mengisi pengabdian sesuai amanah Kongres KNPI untuk melaksanakan program dan kebijakan internal dan mendukung berbagai program pemuda Indonesia yang bersifat nasional maupun internasional, termasuk program kepemudaan di daerah.  Klimaknya, diujung kepengurusan, KNPI terbelah dua sebagai akibat dari pendirian PPI (Partai Pemuda Indonesia) yang menunggangi kelembagaan KNPI (Selengkapnya Catatan Sejarah Perjalanan MF sebagai kader Ansor menjadi Sekretaris Jenderal KNPI selama 3 tahun masa pengabdiannya, tertuang dalam buku terpublikasi berjudul :  VISI PEMUDA 2025 :  Pemuda Indonesia Menggugat, Gerbang, Jakarta, 2009)</p>
<p><strong>•	KETUA PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ANSOR (2000-2005)</strong></p>
<p>Selama periode 2000-2005 kepengurusan PP GP Ansor, MF mendapatkan amanah dari Ketua Umum, H. Saifullah Yusuf dan Formatur terpilih Kongres GP Ansor di Solo, Jawa Tengah untuk  memfokuskan pengabdiannya mengkomandani bidang Hubungan Luar Negeri dan Media Komunikasi. Dalam pembinaan territorialnya di lingkungan PP GP Ansor, MF ditugaskan sebagai Koordinator Wilayah GP Ansor kawasan Sumatera. Selama masa pengabdiannya, atas bimbingan dan arahan Ketua Umum GP Ansor, MF bekerja bersama pengurus lainnya untuk mempromosikan Ansor di lingkungan komunitas global, membangun komunikasi dan kerjasama strategis dan bermanfaat bagi GP Ansor serta mengibarkan panji gerakan Pemuda Ansor di pentas Internasional. Alhamdulillah, berkat kerjasama kolektif dan kolegial, GP Ansor pertama kali memiliki media profil yang dituangkan dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. Di masa itu pula, barokah dan manfaat untuk kepentingan organisasi Ansor di pusat sampai ke daerah mulai terbuka lebar. Kerjasama dengan lembaga internasional secara nyata dituangkan dalam berbagai program aksi dan riil  bersama dengan lembaga DFID (Inggris), AUSID (Australia), JBIC (Jepang), USAID (Amerika), KOICA  (Korea Selatan), serta interaksi dengan beberapa Negara timur tengah. Pada kesempatan  tersebut pada tahun 2002, MF  berkat rekomendasi PP GP Ansor terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jenderal SAMYO  (South Asian Muslim Youth Organization, Pemuda Muslim Asia Tenggara) yang bermarkas di Singapura.  Bahkan, seiring kerja keras dan pengabdiannya sebagai Ketua PP GP Ansor, pada tahun 2003, MF juga terpilih sebagai President GCS (Global Common Society) International Indonesia Chapter bermarkas besar di Seoul, Korea Selatan, yang berafiliasi dengan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang pengembangan kerjasama pendidikan dan Kebudayaan di Asia. Seluruh akses dan jaringan tersebut, selanjutnya dimanfaatlkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan kelembagaan dan pengembangan GP Ansor. Buah dari dukungan kepemimpinan Gus Iful itu dalam pengembangan kerjasama global  terwujud dalam beragam program dan beberapa agenda di daerah, seperti program Workshop Agama dan Trend Kekerasan Global di Jakarta mengundang seluruh PW Ansor se-Indonesia, Pendidikan Perdamaian dan Resolusi Konflik se Jawa dan Bali di Surabaya, se- Sulawesi berlangsung di Manado, se- Kalimantan di Pontianak Kalimantan Barat. Pada masa itu, berkat kepemimpinan Gus Iful dan dukungannya yang serius terhadap  pengembangan hubungan dan kerjasama global, GP Ansor menjadi organisasi pemuda Indonesia yang terdepan dan paling pro aktif menjalankan peran kerjasama internasional baik yang diprakarsai sendiri, bekerjasama dengan pemerintah maupun berkat interaksi mutli track diplomasi dengan berbagai komunitas dan lembaga internasional.</p>
<p>Di bidang pengembangan teritorial, MF  bekerja untuk mengembangkan kembali, menyegarkan organisasi Ansor dan Banser di kawasan Sumetera. Seiring dengan pemekaran wilayah berkat otonomi daerah dengan terbentuknya Provinsi baru dan Kabupaten/Kota baru. MF atas arahan Gus Iful, mengembangkan organisasi GP Ansor, menghidupkan kembali ruh gerakan, dengan turun langsung ke bawah, hingga ke level grass root, di berbagai daerah yang  mulanya sulit dijangkau dan belum pernah mendapat sentuhan dari Pimpinan Pusat : seperti di Kampar, Dumai, Natuna, Batam, Tanjung Pinang, Siak yang seluruhnya berada di kawasan Riau. Juga, mulai dibukanya pengembangan Ansor di Kepulauan Bangka Belitung, MF sebagai Koorwil bersama pengurus Ansor lainnya melebarkan sayap GP Ansor. Peran dan kiprah MF  untuk menjalankan kerja kerasnya sebagai Ketua PP GP Ansor, saat itu terdukung karena posisi dan pekerjaannya dipercaya sebagai Tim Ahli Menteri Pertambangan dan Energi, Letjen TNI  Susilo Bambang Yudhoyono pada 2000-2002.</p>
<p><strong>•	WAKIL SEKRETARIS JENDERAL PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ANSOR  (1999-2000)</strong></p>
<p>Pada masa 1995-2000, MF melalui PP GP Ansor  ikut berkiprah dalam mengawal proses masa transisi dan lahirnya gerakan reformasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum, drh. M. Iqbal Assegaf, dimana Ansor turut mewarnai seluk-beluk gerakan reformasi. Pada 1998, MF ditugaskan mewakili PP GP Ansor dalam forum bersejarah di acara  DIALOG KEMAYORAN antara seluruh petinggi Mabes TNI dan Menteri Kabinet masa akhir pemerintah (alm). Jenderal Besar H. Muhammad Soeharto untuk mengatasi krisis multidimensi, kebuntuan dialog dan proyeksi penyelamatan bangsa dan negara yang ujungnya diakhiri dengan lengsernya Presiden Soeharto. Saat itu hanya sekitar sembilan tokoh pemuda yang diundang dan hadir berhadapan langsung dengan berbagai pihak pemerintah, TNI/POLRI, serta seluruh Pejabat Tinggi Negara untuk menyampaikan aspirasi dan kritik serta solusi, al. : Anas Urbaningrum, Eep Saifullah Fatah, dan Yudhie Krisnandi.  Di forum itulh MF menjadi juru bicara pemuda Indonesia mewakili Gerakan  Pemuda Ansor.</p>
<p>Jelang akhir masa bhakti kepengurusan PP GP Ansor periode 1995-2000, MF mendapat kepercayaan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor saat  Gus Iful  menjadi Ketua Umum (Plt). Paska Kongres GP Ansor di Palembang, atas ajakan almarhum Ketua Umum drh. H. Mohammad Iqbal Assegaf, MF pertama kali menapaki kariernya secara struktural di lingkungan Pimpinan Pusat GP Ansor sebagai Anggota Departemen Hubungan Luar Negeri PP GP Ansor. Selanjutnya secara berjenjang dan cepat mengalami promosi jabatan berturut-turut sebagai Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri, Ketua Lembaga Pengembangan Intelektual Muda (LPIM) dan selanjutnya menjadi Sekretaris Jenderal PP GP Ansor.  Hubungan baik MF dengan almarhum M. Iqbal Assegaf, terpaut sejak tahun 1989 sampai 1995, ketika MF menjadi aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berlanjut hingga ke jenjang Gerakan Pemuda Ansor. Bahkan, pada kepemimpinan H. Slamet Effendi Yusuf, MF turut aktif dalam agenda-agenda PP GP Ansor.</p>
<p><strong>•	PENGURUS CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR KABUPATEN BEKASI (1993-1995)</strong></p>
<p>Usai menjalani pengabdiannya sebagai aktifis dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Ciputat, MF  mulai menapaki lanjutan perjuangannya terhadap NU dan Bangsa, sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor di Bekasi, kota perjuangan, yang bersejarah dan dikenal lewat puisi karya Chairil Anwar berjudul  Karawang-Bekasi, Jawa Barat. Perkenalan awal  MF dengan Ansor dan Banser  terkait dengan tanah kelahirannya di Tjibarusah (sekarang bernama CIBARUSAH), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak kecil MF kerap diceritakan oleh kakeknya, Mbah Kiai Raden Achmad, salah seorang peserta latihan perang Hizbullah, tentang sejarah HIZBULLAH yang digagas oleh KH. Wahid Hasyim untuk ikut berjihad dalam perjuangan memerdekakan Republik Indonesia dan sekaligus membela agama Allah. Dalam sebuah sumber sejarah tercatat : Cibarusah menjadi area perdana Pusat Pelatihan Hizbullah yang berjumlah lima ratus orang di sekitar Masjid tua yang mulanya bernama  Masjid Babakan Kaum (berdiri 1619), selanjutnya setelah menjadi Sentra Pelatihan Hizbullah, masjid tersebut hingga kini bernama Masjid Al-Mujahidin, Masjid Para Pejuang. Di area pesantren dan pusat markas Hizbullah itulah  dengan Masjid Al-Mujahidin sebagai markas perjuangan, MF terlahir dari seorang Ibu Nyai Hajjah Raden Maskanah dan ayah yang oleh warga sekitar Kampoeng Babakan Cibarusah dikenal : KH. Raden Noeh Inayatillah Achmad (almarhum, 16 Maret 2009). Kakek dan ayahnya MF, kini disemayamkan di sekitar Masjid Almujahidin turut menjadi saksi atas sejarah perjuangan Ulama yang menyertakan para kader Ansor dan Banser dalam perjuangan kemerdekaan. Atas perjalanan historis yang panjang itulah, kini MF mendapat amanah untuk  melestarikan dan mengelola area dan lembaga Pesantren Ash-Shulaha dan Masjid Al-Mujahidin, sekaligus menjadi Pengasuh dan Imam Masjid Al-Mujahidin. Pada 2009, Tentara Nasional Indonesia (TNI)  meresmikan Masjid Al-Mujahidin sebagai Masjid Sejarah dan Bangunan Bersejarah sebagai asset nasional dan spirit perjuangan bangsa.</p>
<p><strong>Pekerjaan &amp; Profesi</strong></p>
<p>MF bekerja sebagai Penulis, Dosen dan Konsultan Program Sosial dan Coorporate Social Responsibility  terlahir di Kampoeng Babakan Cibarusah, Cibarusah Kota,  Bekasi, Jawa Barat INDONESIA, pada 16 Mei 1970. Menjadi Dosen Tetap pada FBI President University, Cikarang Bekasi.  Sampai Sekarang, menjadi Wakil Forum Investor Bekasi (FIB ) sebagai asosiasi Zona Industri Internasional dengan 7 (tujuh) kawasan Industri raksasa dan membawahi 4000 Perusahaan (MNCs=Multi National Companies.  Saat ini, MF  masih tercatat sebagai mahasiswa program doctor dengan registrasi AHA060032 di Fakultas Sastra dan Sains Sosial di University Malaya, Malaysia. Sebelumnya, MF menyelesaikan studi di Pasca Sarjana IAIN Jakarta (1998) dalam bidang Islam dan Tata Negara. Bekerja sebagai Konsultan Public Relation dan Dosen Luar Biasa hingga menjadi Koordinator Dosen di STIE Perbanas Jakarta (Sejak 1996-2006); sebelumnya pernah mengabdi sebagai pengajar/Dosen di Universitas Islam 45 Bekasi (1995-1997). Bekerja sebagai Direktur GLOBAL PR sebuah PR Company yang didirikannya bersama sejumlah pakar dan praktisi PR (2002-sekarang). Global PR memfokuskan kerja professional dan jasa konsultasi bidang personal PR, Media PR, Political PR, Community Programme,   Image Building, Crisis Management dan  Management of Corporate Sosial Responsibility.</p>
<p>Pernah bekerja sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informasi DR. H. Sofyan A Djalil (2005-2006) di bidang Komunikasi Sosial Politik.</p>
<p>Pada saat kampanye Pilpres 2004, MF dipercaya DR. H. Susilo B. Yudhoyono karena kompetensi, profesi dan pengalamannya, menjadi Staf Khusus Kandidat Presiden yang menangani pengelolaan hubungan dan penggalangan aspirasi politik umat Islam, Pesantren dan Lintas Agama secara nasional. Kemampuannya dalam berinteraksi secara luas karena memiliki basis sosial-kultur-keagamaan dengan kalangan Pesantren, Pemimpin Islam dan Tokoh-Tokoh Lintas Agama membuat MF sangat fokus untuk terus ikut membangun komunikasi yang kuat dan kini tengah menata berbagai agenda strategis dalam kerangka pemberdayaan pesantren, pedesaan dan pembangunan secara lebih terarah dan menyeluruh.</p>
<p>Pada tahun 2000 MF dipercaya mendampingi SBY saat menjadi Mentamben sebagai Tim Ahli Pemberdayaan Persepsi Publik Menteri Pertambangan dan Energi yang terkait dengan program pemberdayaan masyarakat, media relation dan eksternal relation dari kementerian Pertambangan dan Energi beserta BUMN yang berada di bawahnya seperti  Pertamina, Aneka Tambang, PLN, PT. Timah, dsb.</p>
<p>Pekerjaannya sebagai Konsultan PR terus berkembang dengan menangani berbagai perkara PR yang terkait dengan personal, kebijakan pemerintah maupun kampus dan perusahaan swasta lainnya. Tak heran latar belakangnya sebagai aktivis sejati turut bersinergi dengan pekerjaan yang terus digelutinya sehingga terus menambah keluasan jaringan dan kekuatan akses-relasi di kalangan pemerintahan, wakil pemerintah, parlemen dan negara-negara luar negeri, kalangan militer dan kepolisian, politisi, pengusaha, media massa maupun lintas partai politik dan kalangan professional maupun praktisi di berbagai bidang.</p>
<p><strong>Aktivitas Keorganisasian</strong></p>
<p>•	Beberapa aktivitas keorganisasian di tingkat nasional maupun internasional yang digelutinya adalah: Terpilih sebagai Vice President of  the Asian Youth Council (AYC) untuk periode 2008-2011 dalam Forum Majelis Tinggi Pemuda se-Asia di Seoul, 29 Juli-2 Agustus 2008. AYC sebuah wadah berhimpun lembaga kepemudaan yang berdiri sejak 1972 dan secara resmi beranggotakan 20 negara. Lembaga AYC diakui sebagai lembaga partnership dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. MF terpilih setelah mempresentasikan pemikiran dan pengalamannya dalam bidang kepemudaan dan peran diplomasi global melalui seleksi dan kontes ide dan pengalaman di forum majelis Pemuda Asia di Beijing (China), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Seoul (Korea Selatan).<br />
•	MF  Mendirikan lembaga Institut Tunas Negarawan Indonesia (I-TNI) sebuah lembaga independen dan menjadi Direktur Eksekutif untuk memfokuskan pada masalah pengembangan manajemen dan system  kepemimpinan dan penataan generasi dalam bidang riset, studi, diskusi, pelatihan serta kerja-kerja sistemik terkait kebijakan public (2006_sekarang).<br />
•	 MF pernah tercatat sebagai Presiden Global Common Society (GCS) International Indonesia Chapter (2003-2005) sebuah LSM yang menjadi lembaga konsultasi yang tercatat bermitra dengan lembaga sosial-ekonomi di PBB yang bermarkas di Korea Selatan.<br />
•	  MF   juga  pernah memegang posisi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal SAMYO (South East Asia Muslim Youth Organization—Organisasi Pemuda Muslim Asia Tenggara) yang bermarkas di Singapura.<br />
•	Menjadi Direktur Program Pendidikan Perdamaian Bersama-sama Pimpinan OKP Lintas Agama yang tergabung dalam Persaudaraan Anak Bangsa (PAB) yaitu Pemuda Muhammadiyah, Peradah, GAMKI, Gema Budhi, Gemaku, dan BKPRMI,<br />
•	 MF menjadi Direktur Program Workshop dan Pelatihan The New Generation of Religius Leaders di berbagai daerah seluruh Indonesia.<br />
•	 Di Kampus selama menjadi mahasiswa, MF pernah terpilih sebagai Ketua Presidium Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jakarta (1996&#8211;1998). Lembaga ini benar-benar baru dirintis oleh MF bersama rekan-rekan mahasiswa Paska sarjana yang menginginkan peran mahasiswa paska tak hanya sebagai akademisi dan intelektual kampus yang bertengger di menara gading. Saat itu MF turut hadir dalam perjuangan mahasiswa dan ikatan alumni beberapa perguruan tinggi, seperti ILUNI, untuk ikut menjadi penggerak bagi perubahan bangsa dalam gerakan reformasi. Salah satu program yang dirintisnya di Kampus dengan menggelar Seminar Presidium Mahasiswa Paska Sarjana IAIN Jakarta yang mengangkat tema Model dan Format Baru Gerakan Keagamaan untuk Perubahan Bangsa bertempat di PPIM IAIN Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Prof. DR. Harus Nasution membuka acara dan menyampaikan ceramahnya. Dari pihak luar, MF mengundang Kepala Staf Teritorial yaitu Letjend TNI Susilo Bambang Yudhoyono yang kini menjadi Presiden RI.<br />
•	 Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jakarta (1992-1994). Selama memimpin Senat Mahasiswa Fakultas Syariah, MF membawa angin perubahan dalam mengubah paradigma baru gerakan mahasiswa yang lebih kritis dan membumi, terutama dengan menyentuh pada isu-isu kerakyatan. Dengan amat berani, MF menghadirkan para pengkritik oposisi seperti Adnan Buyung Nasution ataupun Sri Bintang Pamungkas. Di masa MF pula, sebuah Lembaga Advokasi dan Hukum Senat Mahasiswa didirikan dengan mengadakan Pelatihan dan Pendidikan Advokasi Hukum bagi Mahasiswa Fakultas Syariah. Juga, saat itu pula akses hubungan Senat Mahasiswa Fak. Syariah dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mulai terbuka. MF adalah alumni pertama dari  Fakultas Syariah IAIN Jakarta yang berhasil masuk dan lulus dalam pelatihan karya Bantuan Hukum atau yang dikenal dengan KALABAHU (Karya Latihan Bantuan Hukum) ketika LBH masih berjaya dan amat  solid menjadi lembaga terdepan melakukan pembelaan terhadap rakyat dan isu-isu kerakyatan.  Tak hanya itu, MF sebagai Ketua Umum Sema Fakultas, terjun langsung memimpin gerakan moral di jalanan untuk penghapusan SDSB, aksi solidaritas untuk petani Kedung Ombo, dan Menolak Penggusuran bagi warga Cimacan yang tergusur karena pembangunan lapangan Golf. Tak heran, dalam Skripsinya, MF  mengangkat tema : Makna Kepentingan Umum dalam Fikih Islam : Menyikapi Masalah Penggusuran Hak Atas Tanah oleh Negara.<br />
•	  Aktivitas sosial pun digelutinya karena sejak 1994 hingga sekarang MF menjadi Direktur Pesantren Alquran Ash-Shulaha di  Cibarusah, Bekasi melanjutkan kepemimpinan ayahnya, KH.  R. Noeh Inayatillah yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, ekonomi keummatan, pendidikan dan pembinaan mental remaja.</p>
<p><strong>Pengalaman Internasional</strong></p>
<p>Sebagai aktivis Duta Perdamaian, MF  mendapat berbagai kesempatan berharga untuk menghadiri pelbagai forum internasional dalam memenuhi undangan maupun lewat seleksi lembaga internasional.</p>
<p>KOREA SELATAN : Di tahun 2008, MF memimpin delegasi Pemuda Indonesia dalam forum Asian Youth Council’s General Assembly di Seoul,  Korea Selatan.</p>
<p>NEW ZAELAND : MF  menghadiri sejumlah undangan sebagai Nara Sumber,  Pembicara dan peserta dialog antar bangsa untuk misi perdamaian  dan diplomasi people to people di Rotorua, Wellington dan Auckland, New Zaeland.</p>
<p>INDIA, CHINA, SRI LANGKA : MF  terpilih menyampaikan ceramah dan berdialog dengan komunitas masyarakat dalam misi The New Asian African’s Strategic Partnership di India, Sri Langka, dan China (14-15 Novomber 2007).</p>
<p>MALAYSIA : Memimpin delegasi pemuda Indonesia dalam Forum Dialog Pemuda Malaysia-Indonesia (Malindo) di Selangor, Malaysia (6-9 Januari 2008).</p>
<p>CHINA : MF  juga memimpin delegasi dan mempresentasikan pemikirannya tentang pemuda dan entrepreneurship  dalam forum pertemuan pemuda Asia (Asia Youth Council) di Beijing, China pada  1-5 November 2007.</p>
<p>SOUTH AFRICA : Kunjungan kenegaraan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Afrika Selatan di Africa Selatan (2005).</p>
<p>AUSTRALIA : MF  terpilih sebagai peserta Forum Indonesia-Australia untuk kunjungan resmi ke Australia (2004) atas undangan pemerintah Australia dengan mengikuti berbagai forum di berbagai universitas, parlemen, tokoh pemerintahan, politisi dan aktivis/tokoh Muslim dan pemuka lintas agama di Melbourne, Canberra dan Sydney. Sebelumnya secara khusus diundang berdialog dengan Perdana Menteri Australia tentang agenda dan masa depan komunitas muslim moderat.</p>
<p>AMERIKA SERIKAT : Pada 2002 melalui sebuah seleksi ketat MF  terpilih dalam program The New Generation Seminar se- Asia Pasifik di Amerika Serikat dan berangkat ke Honolulu, New York dan Washington DC atas prakarsa East West Center di Hawaii (2002). MF diundang secara khusus menghadiri acara Renungan Satu Tahun tragedi kemanusiaan ledakan BOM 9 September di area WTC  New York, USA. Pada kesempatan tersebut MF  mempresentasikan pemikirannya tentang Mengembangkan Tradisi Keagamaan Moderat Melawan Terorisme di depan para pemimpin pemuda se-Asia Pasifik dan mewakili peserta sebagai nara sumber di acara VOA (Voice of Amerika) yang ditayangkan secara interaktif pada program TV Amerika dan INDOSIAR di Indonesia.</p>
<p>JEPANG : MF terpilih memimpin Delegasi Pemuda NU bersama dengan Pemuda Muhammadiyah diundang ke Jepang untuk sebuah kunjungan kebudayaan dan persahabatan (2000).</p>
<p>SOUTH KOREA : Sebagai Presiden Global Common Society (GCS) Indonesia-Chapter, MF  diundang dalam berbagai forum Internasional dan menyampaikan pidato di Seoul,  Korea Selatan (2003)</p>
<p>THAILAND : MF terpilih dalam sebuah seleksi dalam forum PBB untuk mewakili Pemuda Indonesia dalam agenda Konvensi World Youth Forum di Bangkok dan mempresentasikan pemikiran dan pengalamannya sebagai representasi Pemuda Indonesia.</p>
<p>PHILIPINA : Menghadiri dan menyampaikan presentasi pemikirannya di Manila, Philipina, dalam forum Perdamaian Internasional  yang dbukan Presiden Gloria Macapagal Arroyo atas undangan dari GCS International dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2004)</p>
<p>SINGAPURA : Sebagai Ketua GP Ansor yang membidangi hubungan internasional interaksi pun terjadi dengan melakukan komunikasi, dialog dan hubungan kerjasama dengan para wakil negara-negara luar negeri di Indonesia maupun kerjasama lintas organisasi non pemerintah, baik dari kawasan Timur maupun Barat. Memimpin delegasi Ansor atas undangan pemerintah Singapura untuk kunjungan persahabatan dengan pemerintah, Profesional dan NGO di Singapura (2002).<br />
Menjadi Nara Sumber ataupun partisipan dalam berbagai forum strategis di lingkungan pemerintah, perusahaan; lembaga militer baik di dalam dan luar negeri serta forum di berbagai daerah; sehingga dapat  memahami berbagai situasi dan kondisi ke-Indonesia-an secara lebih utuh dan menyeluruh.</p>
<p><strong>Karya Produktif  Intelektual</strong></p>
<p>MF terus melahirkan berbagai karya tertulis yang dibukukan dan dipublikasikan secara luas di samping merespons berbagai persitiwa aktual melalui tulisan lepas di berbagai media; diantara karya-karyanya adalah : SBY RUH PARTAI DEMOKRAT (SBY.com, 2010);  99 Alasan Pilih SBY for President : Pemilu Pilpres, 2009);   31 Alasan  Memilih Partai Demokrat (Sby.Com_Feb. 2009);  Novel  Mahligai Cinta Firdaus (Hikmah, Mizan, 2009),  AWAKENING the  GIANT:  Membangunkan Negeri Raksasa Yang Tertidur (Gramedia, 2009),  Pemuda Indonesia Menggugat : KNPI  Undercover  (Grup ZH, 2009); Visi Baru Pemuda Indonesia (I_TNI, Juli 2008);  “Menegakkan Daulat dan Martabat Bangsa (Selangor, 2008); “Indonesia Today : The Characteristic Indonesian Muslim (India, 2007);   “Mengelola Pemuda Pelopor Perdamaian” (Institut Tunas Indonesia_ITI_April, 2007);  “Tentara Berkarakter dan Profesional : Jelang Pelantikan Pangkostrad (Catatan Kritis Munawar Fuad, 2006); “Kiai Di Republik Maling (Penulis, Republika, 2005) Buku “Ziarah Nurani SBY “ (Penulis, Mei, 2005), “Kebangsaan-Keislaman SBY” (Penulis, November, 2004); SBY dan ISLAM (Penulis, September, 2004); Bersaksi di Tengah Badai : Jenderal Wiranto (Penulis dan Kontributor naskah:2004); Dua Yang Satu :NU-Muhammadiyah (Kontributor Artikel, 2003); Susilo Bambang Yudhoyono : Mengatasi Krisis Menyelamatkan Reformasi (Editor, September, 1999); Menghidupkan Ruh Pemikiran KH. Ahmad Siddiq (Penulis &amp; Editor—2000); Jejak Setapak Saifullah Yusuf (Penulis, 2000); Menembus Batas : Lintas Agama, Budaya dan Bangsa (Penulis, 1999); “Masalah Korupsi di Indonesia : Respons Cendekiawan Muslim” (Penulis_Peneliti, Tesis, 1998); Islam di Abad 21 (Editor, 1998); Islam dan Gerakan Moral Anti Korupsi (Penulis, 1997); Substansialisasi Hukum Islam dalam Hukum Pertanahan di Indonesia (Skripsi, 1994). Sebagai penulis produktif, pemikirannya dalam bentuk artikel dan kolom banyak dipublikasikan media massa nasional : Kompas, Gatra, Media Indonesia, Republika, Tempo, Suara Pembaruan. Harian Terbit, Duta Masyarakat dan mempresentasikan artikel di berbagai forum dialog/seminar di dalam dan luar negeri.</p>
<p><strong>Menapaki Pengabdian di Bidang Politik</strong></p>
<p>Persinggungan awal MF dalam atmosfir pemerintahan dan pentas politik nasional dimulai melalui kedekatannya dengan Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai Kassospol ABRI (1995). Di ranah politik, dimulai secara intelektual dan gerakan sosial dari interaksi MF dengan pemikiran dan peran Gus Dur yang amat mewarnai proses demokrasi di tanah air. Selanjutnya secara praksis, dimulai kedekatannya dengan Mas Slamet Effendi Yusuf, Bang Iqbal Assegaf, dan Gus Iful. Di era reformasi MF mengawali interaksinya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di awal berdirinya PKB, MF memulai kariernya sebagai pendiri PKB di Kabupaten Bekasi. MF terpilih sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bekasi pada 1999. Di tengah Pemilu multipartai pertama kali, MF  lebih fokus dalam perannya menegakkan dan mengawal proses demokrasi di daerah kelahirannya , karena MF terpilih menjadi Ketua Panitia Pemilu Daerah (PPD II atau KPUD seperti sekarang). Berturut-turut hasrat pengabdiannya di PKB berjalan seiring dengan posisinya sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Sekretaris Dewan Syuro PKB Kab. Bekasi, dan terakhir sebagai Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>Sejak tahun 2004, MF berpamitan kepada DPP, DPW dan DPC PKB untuk berhijrah dari PKB ke lingkungan Partai Demokrat, kembali melanjutkan perjuangan visioner atas kepercayaan Jenderal TNI (Purn) DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendampinginya menjadi STAF KHUSUS  kandidat Presiden SBY dalam Pilpres 2004. Bahkan, jauh sebelumnya, pada 2003, MF juga diajak Pak SBY untuk berdiskusi panjang seputar rencana berdirinya Partai Demokrat sebagai kebutuhan mendesak dan keharusan berdirinya sebuah Partai Politik baru, paska kekalahan Pak SBY dalam kandidasinya sebagai Calon Wakil Presiden paska Pemilu 1999. Interaksi panjang dan komunikasi intensif yang tak pernah putus itulah, bahkan ketika Pak SBY menjadi  Menteri Pertambangan dan Energi di masa Kepemimpinan Gus Dur, MF melekat secara formal sebagai Tim Ahli Menteri Pertambangan, akhirnya MF melanjutkan pengabdian dan kiprahnya untuk bangsa dan negara dengan secara formal sebagai KADER ANSOR struktural dan kultural, yang berkiprah secara resmi PERTAMA KALI  di lingkungan Partai Demokrat.</p>
<p><strong>KELUARGA :</strong><br />
Orang Tua: Ayah, KH. Raden Noeh Inayatillah Achmad (alm)  dan Ibu, Hajjah Raden Nyai Maskanah.<br />
Keluarga : MF menikah dengan seorang istri, puteri dari (alm) KH. Muhammad Thohir, Pengasuh Pondok Pesantren Darush-Sholah (Ketua NU Banyuwangi, DPRD Banyuwangi dari Partai Persatuan Pembangunan), Dra. Hj. Ariyana Wahidah Thahir dikaruniai empat putera-puteri : Pertama, R. Adhela Shindy Farica ( Jakarta, 13 November 1996/14 thn  ); Kedua, R. Arsya Millenio Fuad (Jakarta, 30 Juli 1999/10 thn); Ketiga,   R. Farrah Najwa Madiena (Depok, 15 Maret 2003/ 7 thn); dan Keempat, R. Muhammad Kaisar Khan (Jakarta, Jam 9, tanggal 9, bulan 9, tahun 2005 / 5 thn).<br />
Wallohul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thorieq</p>
<p>Jakarta,  1 Juni 2010</p>
<p><strong>DRS. H. MUNAWAR FUAD, MA</strong></p>
<p>Pesantren Al-Quran Ash-Shulaha, Kampoeng Babakan CIBARUSAH, Bekasi Jawa Barat, 16418<br />
Jl. Gama Setia Barat III Blok G XI No. 07 Depok 16418  Phone/Fax. : +62218700663 Handphone : +62 811 139 379  www.munawarfuad.com  Email : muna_fuad@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18746-06062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Universitas di China Tawarkan Kuliah Gratis</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18754-06062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18754-06062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 03:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18754</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP Ansor Online): Ingin kuliah kedokteran barat tanpa mengeluarkan biaya kuliah? Sebuah universitas di China, Chongqing Medical University (CQMU), membuka kesempatan itu melalui beasiswa bagi pelajar Indinesia yang ingin menjadi dokter baik kedokteran umum (S1) maupun spesialis (S2). Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih detil mengenai beasiswa dan program-program pendidikan di China, bisa hadir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-18755" href="http://gp-ansor.org/2010/06/06/universitas-di-china-tawarkan-kuliah-gratis/universitas-di-china/"><img class="size-medium wp-image-18755 alignleft" title="universitas di China" src="http://gp-ansor.org/files/2010/06/universitas-di-China-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a>Jakarta (GP Ansor Online): Ingin kuliah kedokteran barat tanpa mengeluarkan biaya kuliah? Sebuah universitas di China, Chongqing Medical University (CQMU), membuka kesempatan itu melalui beasiswa bagi pelajar Indinesia yang ingin menjadi dokter baik kedokteran umum (S1) maupun spesialis (S2).</p>
<p>Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih detil mengenai beasiswa dan program-program pendidikan di China, bisa hadir dalam seminar terbuka tanpa dipungut biaya yang digelar di Novotel Mangga Dua Square Jakarta pada 12 dan 13 Juni dari jam 13.00 hingga 17.00 WIB.</p>
<p>Menurut Ketua Pertukaran Mahasiswa Beijing Language &amp; Culture Institute (BLCI), Samuel Wiyono MBA, seminar akan menghadirkan pembicara Prof Dr Lei Han, rektor CQMU, dan Ms. Ellen Liao dari South China University of Technology (SCUT) Guangzhou, serta Ms. Helen Li dari Blue Mountains Hotel School-Suzhou.</p>
<p>China Education Seminar 2010 tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian Peringatan 60 Tahun Hubungan Indonesia-China, kata Samuel Wiyono dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.</p>
<p>&#8220;Chongqing Medical University, menawarkan beasiswa kepada para pelajar Indonesia untuk kuliah di program International dengan mengggunakan bahasa Inggris bidang studi kedokteran barat, baik kedokteran umum (MBBS) maupun spesialis (Master), jadi bagi yang belum menguasai bahasa Mandarin dapat langsung kuliah program gelar sehingga dapat menghemat waktu dan biaya,&#8221; kata Samuel.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa CQMU merupakan universitas Pemerintah khusus kedokteran barat terkemuka di China, didirikan pada tahun 1956, sebagai cabang dari Shanghai First Medical College (sekarang Shanghai Medical College Fudan University).</p>
<p>Universitas di bidang kedokteran bertaraf internasional ini berada di Kota Chongqing yg berpenduduk berkisar 30 juta, dan telah mendapat pengakuan dari Kementrian Pendidikan China (Chinese Ministry Education), serta terdapat didaftar universitas ECFMG USA (Komite Pendidikan Lulusan Kedokteran Luar Negeri Amerika) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) .</p>
<p>Melalui beasiswa itu, mahasiswa Indonesia yang kuliah di fakultas kedoteran CQMU tidak perlu membayar uang kuliah alias gratis. Biaya yang dikeluarkan paling hanya untuk transportasi, dokumen, biaya hidup sehari-hari dan tempat tinggal.</p>
<p>&#8220;Biaya hidup dan tempat tinggal kurang lebih sama bahkan cenderung lebih rendah dibandingkan biaya hidup di Jakarta,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Samuel menyontohkan, untuk 3 kali makan per orang sehari biasanya berkisar 20 RMB (setara Rp 27.000,- dengan kurs 1 RMB = Rp 1.350,-), sedangkan sewa kamar di kampus untuk 2 orang berkisar 4.800 RMB/tahun (+ Rp 6,5 juta/tahun).</p>
<p>Bila tanpa beasiswa, biaya kuliah di CQMU untuk program Kedokteran Umum sebesar 25 ribu RMB per tahun, sedangkan untuk program kedokteran spesialis 30 ribu RMB per tahun. Namun mahasiswa tidak usah membayar uang pangkal, uang gedung, atau pun sumbangan.</p>
<p>Program Foundation</p>
<p>Lain halnya dengan South China University of Technology (SCUT) di Guangzhou, menurut Samuel, yang menarik dari program di univeristas ini adalah program foundation (pre university) Internasional dengan bahasa Inggris, yakni program pendidikan bagi mereka yang belum memenuhi persyaratan untuk masuk universitas dari segi bahasa maupun akademik.</p>
<p>Dalam program ini anak-anak kelas 2 setelah naik ke kelas 3 SMU atau pun &#8220;O&#8221; Level, dapat mengikuti program ini tanpa harus menunggu lulus SMA.</p>
<p>Setelah selesai mengikuti program foundation, dapat langsung kuliah jenjang S1 di SCUT untuk bidang studi Bachelor International Trade &amp; Economic (Perdagangan Internasional dan Ekonomi), Tourism Management, dan Computer Science.</p>
<p>Dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan, mahasiswa yang belum menguasai bahasa Mandarin dapat langsung kuliah, jadi bisa menghemat waktu dan biaya, sedangkan yang ingin cepat kerja, Blue Mountains Hotel School (BMHS) di Kota Suzhou, menawarkan program studi Diploma di bidang perhotelan dengan penghantar bahasa Inggris.</p>
<p>Mahasiswa yang kuliah dua tahun Diploma di Suzhou dan melanjutkan satu tahun perkuliahan di Australia, akan mendapatkan ijazah Sarjana S1 (Bachelor) dari Australia.</p>
<p>Total waktu untuk dapat Gelar S1 (Bachelor) 3 tahun. Tiap semester genap, mahasiswa BMHS magang kerja di hotel berbintang yang dicarikan oleh pihak BMHS. Dalam magang itu, mahasiswa sudah mendapatkan uang saku, bahkan ada yang langsung kerja setelah menyelesaikan pendidikanya.</p>
<p>&#8220;Banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di BMHS sudah magang di sejumlah hotel bintang lima di Beijing, Shanghai dan Xiamen,&#8221; jelas Samuel.</p>
<p>Selain ketiga universitas itu, dalam seminar tersebut pengunjung dapat menanyakan informasi lain mengenai belajar bahasa Mandarin maupun program gelar S1/S2 dari universitas di 15 kota besar China lainnya.</p>
<p>Bagi yang mendaftarkan pada saat seminar berlangsung dan menyelesaikan administrasi dan memenuhi syarat, mendapatkan biaya visa gratis, juga dibebaskan dari biaya Asrama Universitas lainnya di kota Nanjing, Nanchang, dan Ningbo, biaya test bahasa Inggris, serta biaya penterjemahan ijazah.</p>
<p>&#8220;China Education Seminar 2010 merupakan kesempatan terakhir pendaftaran untuk mulai kuliah September tahun ini,&#8221; demikian Samuel.</p>
<p>Sumber: Antara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18754-06062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Muda Muslim Australia ke Indonesia</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18261-18052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18261-18052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 02:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18261</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP Ansor Online): Delegasi tokoh muda Muslim Australia dari Melbourne, Sydney, dan Canberra tiba di Indonesia, untuk ambil bagian dalam program pertukaran bilateral yang bertujuan memperkokoh pemahaman Islam dan masalah antaragama di kedua negara. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, mengemukakan, delegasi Australia ini mencerminkan kemajemukan budaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (GP Ansor Online): Delegasi tokoh muda Muslim Australia dari Melbourne, Sydney, dan Canberra tiba di Indonesia, untuk ambil bagian dalam program pertukaran bilateral yang bertujuan memperkokoh pemahaman Islam dan masalah antaragama di kedua negara.</p>
<p><span id="more-18261"></span>Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, mengemukakan, delegasi Australia ini mencerminkan kemajemukan budaya yang luas dalam masyarakat Muslim Australia yang terdiri atas sekurangnya 70 latar belakang etnis, termasuk dari Indonesia.</p>
<p>&#8220;Islam di Australia merupakan kisah yang dinamis serta berevolusi dengan sejarah yang kaya dan yang telah memberikan sumbangsih besar pada keberhasilan Australia kontemporer yang multi-budaya,&#8221; kata Farmer.</p>
<p>Kontak Islam dengan Australia berlangsung sebelum pemukiman Eropa, yakni pada abad ke-16 ketika pedagang dan nelayan Makassar berbagi kehidupan dengan penduduk asli di sepanjang Australia utara.</p>
<p>&#8220;Sangatlah penting bagi pemuda Australia untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang peran agama di Indonesia dan untuk berbagi pandangan tentang berbagai masalah,&#8221; kata Dubes.</p>
<p>Selama program yang berlangsung dua minggu di Indonesia (16-30/5) mereka berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta dan bertemu dengan tokoh masyarakat serta agama, akademisi dan perwakilan media.</p>
<p>Delegasi ini juga mengikuti perayaan Waisak Buddha di Yogyakarta dan bertemu dengan intelektual Muslim yang sangat dihormati Emha Ainun Najib.</p>
<p>Salah satu anggota delegasi yang bekerja di Canberra di Kepolisian Federal Australia, Kate Grealy berharap, belajar lebih jauh tentang budaya Indonesia, tantangannya, bagaimana Indonesia memandang Australia dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang variasi praktik dan penafsiran Islam di Indonesia.</p>
<p>Sejak Maret hingga Juni 2010, tiga delegasi Muslim Indonesia mengadakan kunjungan balasan ke Australia di bawah Program Pertukaran Tokoh Muda Muslim (MEP) Australia-Indonesia tahunan ini.</p>
<p>Delegasi Indonesia yang ketiga dan terakhir akan berangkat ke Australia pada awal Juni. Program pertukaran ini didirikan pada 2002 oleh Pemerintah Australia melalui Lembaga Australia-Indonesia (AII). AII telah menjalankan peran yang unik dan vital dalam memupuk persahabatan dan memajukan pemahaman antara Australia dan Indonesia.</p>
<p>Editor: Hernoe<br />
Sumber: Antara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18261-18052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Law Kwan Kwang: Etnis Tionghoa Pertama Lulus Akpol</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18153-13052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18153-13052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 02:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18153</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP Ansor Online): Happy Saputra merupakan segelintir warga Indonesia keturunan Tionghoa yang menjadi perwira polisi, sebuah pilihan yang dibentuk oleh sikap keluarganya yang tidak disibukkan oleh sebutan sebagai kelompok minoritas. &#8220;Mama selalu bilang &#8216;kamu beda, tetapi bukan berarti berbeda&#8217;,&#8221; kata Happy Saputra yang lulus dari Sekolah Akademi Kepolisian di Semarang, setahun lalu. &#8220;Dalam arti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gp-ansor.org/files/2010/05/Happy-Saputra.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-18154" title="Happy Saputra" src="http://gp-ansor.org/files/2010/05/Happy-Saputra-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Jakarta (GP Ansor Online): Happy Saputra merupakan segelintir warga Indonesia keturunan Tionghoa yang menjadi perwira polisi, sebuah pilihan yang dibentuk oleh sikap keluarganya yang tidak disibukkan oleh sebutan sebagai kelompok minoritas.</p>
<p>&#8220;Mama selalu bilang &#8216;kamu beda, tetapi bukan berarti berbeda&#8217;,&#8221; kata Happy Saputra yang lulus dari Sekolah Akademi Kepolisian di Semarang, setahun lalu.</p>
<p>&#8220;Dalam arti tak boleh membeda-bedakan diri, walaupun kamu keturunan Tionghoa, tetapi kamu tetap harus berbaur,&#8221; jelas Happy saat ditemui BBC di asrama Polda Jawa Timur di Surabaya.</p>
<p>Lelaki kelahiran 4 Juli 1984 ini sekarang bertugas di Polres Ponorogo, Jawa Timur, dengan pangkat Inspektur tingkat dua atau Ipda.</p>
<p>Happy lulus cemerlang dari akademi kepolisian sebagai 20 orang lulusan terbaik. Dia sempat pula dipilih mengikuti pertukaran taruna kepolisian ke Korea Selatan dan Jepang.</p>
<p>Namun demikian Happy yang punya nama lain Law Kwan Kwang ini mengaku apa yang dilakoninya sekarang tidak datang dengan tiba-tiba.</p>
<p><strong>Bukan penghinaan</strong></p>
<p>Nasihat sang ibu agar dia berbaur dengan warga mayoritas etnis Betawi di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, membuatnya &#8220;tidak pilih-pilih teman&#8221;.</p>
<p><span id="more-18153"></span>Happy menuturkan dia menuruti nasihat ibu agar tidak pilih-pilih teman</p>
<p>&#8220;Saya pun berteman dengan tukang ojek (di lingkungan tempat tinggalnya), karena saya suka motor. Sehingga ketika saya dewasa, mereka tahu saya. Mereka bahkan menyebut saya &#8216;Oh itu Si Acong anaknya Soi Song&#8217;&#8230; Mereka menyebut hal seperti itu bukan untuk menjelekkan, tapi cuma label, karena banyak panggilan saya, seperti Acong, Ahong, Encek, Cokin. Tapi saya senang,&#8221; jelas Happy seraya tertawa lebar.</p>
<p>Happy tidak setuju jika panggilan seperti itu disebut sebagai bentuk penghinaan.</p>
<p>&#8220;Kalau penghinaan, berarti saya akan disakiti. Tapi mereka care (perhatian) dengan saya,&#8221; tandas Happy, anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Syahrial Efay dan Songgowati Tjoeng ini.</p>
<p>Sikap seperti ini kemudian mengantarnya masuk sekolah menengah atas negeri, yang lebih dari 85% siswanya beragama Islam dan bukan etnis Tionghoa.</p>
<p>Di SMA Negeri 98 ini, Happy kemudian bersahabat dengan teman-teman Muslim. Salah-seorang sahabatnya itulah yang kemudian mendorongnya masuk akademi kepolisian, setelah dia meraih titel sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara.</p>
<p><strong>Kerusuhan etnis 1998</strong></p>
<p>Pergaulannya yang melampaui latar etnis, juga membuat Happy dan keluarganya tidak begitu khawatir ketika kerusuhan berbau etnis meledak tahun 1998 di sebagian wilayah Jakarta.</p>
<p>Disaat kepanikan timbul melanda kelompok etnisnya, ibunya, Songgowati Tjoeng kembali menjadi sandaran Happy yang saat itu beranjak remaja. Juga teman-temannya secara tulus memberi perlindungan terhadap dirinya.</p>
<p>&#8220;Karena sejak kecil bermain dengan mereka, sehingga mereka tahu bahwa keluarga saya tidak seperti di media massa yang menutup diri. Dan terbukti, saat kerusuhan itu, kawasan tempat saya tinggal aman-aman saja,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kendati demikian, Happy sebagai warga etnis Tionghoa mengaku pernah mengalami perlakuan diskriminatif.</p>
<p>Dia memberi contoh sikap seorang pedagang di sebuah pasar di Jakarta Selatan yang menaikkan harga barang setelah melihat wajahnya. Juga pengalamannya, diperlakukan diskriminatif oleh seorang juru parkir.</p>
<p>&#8220;Kalau parkir, biasanya mereka memaksa untuk meminta lebih. Hal-hal seperti itu membuat saya sedih,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun Happy buru-buru kemudian menambahkan. &#8220;Tapi kembali lagi, karena konsep saya kuat, ya sudahlah saya anggap ini sebagai cerita &#8216;lain&#8217; di Jakarta &#8216;lain&#8217; yang harus saya pahami. Saya tak boleh menyamakan (kasus ini) dengan di Kali Besar. Suatu saat nanti saya bisa atasi semua ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia menambahkan langkah seperti ini juga dia terapkan di lingkungannya. Sebagai minoritas, Happy mengaku tidak mau memakai kacamata kuda dalam melihat sesuatu.</p>
<p>&#8220;Dalam arti hanya melihat satu sisi, seolah-seolah semua orang Indonesia sepert itu. Padahal tidak! Nah, kita harus memberitahu mereka bahwa Indonesia tidak seperti itu.&#8221;</p>
<p><strong>Masuk Akademi Kepolisian</strong></p>
<p><a href="http://gp-ansor.org/files/2010/05/Happy-Saputra2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-18155" title="Happy Saputra2" src="http://gp-ansor.org/files/2010/05/Happy-Saputra2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tiga tahun lalu, kehadiran sosok Happy sebagai salah-seorang dari 300 taruna Akademi Kepolisian di Semarang angkatan 2007, sempat menyedot perhatian. Dia saat itu merupakan satu-satunya yang berlatar dari etnis Tionghoa.</p>
<p>Sebuah laporan media lokal saat itu menyebut kehadiran Happy itu sebagai &#8220;peristiwa langka&#8221;, atau &#8220;sebuah keanehan seorang etnis Tionghoa bekerja di sektor pejabat publik&#8221;.</p>
<p>Laporan-laporan itu menyebut Law Kwan Kwang -nama lain Happy Saputra- sebagai orang Tionghoa Indonesia pertama yang masuk akademi elit kepolisian tersebut.</p>
<p>Padahal menurut Happy, keputusannya masuk akadami kepolisian itu tidak direncanakan jauh-jauh hari. Saat itu dia hampir menyelesaikan masa kuliah strata 1 di Universitas Bina Nusantara.</p>
<p>Adalah seorang sahabatnya yang mendorong agar dia menjadi polisi. Alasannya karena &#8220;cara dia bergaul yang berbeda dengan kebanyakan etnis Tionghoa lainnya.&#8221; Lainnya adalah kemampuannya dalam berbahasa Inggris dan Mandarin.</p>
<p>&#8220;Sahabat saya itu mengatakan &#8216;polisi sekarang membutuhkan figur yang berbeda&#8217;. Kini menurutnya, polisi butuh pencitraan yang beda. Nggak lagi seperti dulu, berkumis atau berkacamata hitam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Walaupun merasa rendah diri, Happy akhirnya mendaftarkan diri. Sempat khawatir karena latar belakang etnisnya, Happy kemudian mampu menepis semua itu.</p>
<p>Dia bersama 300 orang lainnya diterima masuk akademi kepolisian yang dikenal elit itu, dari 12.000 pelamar.</p>
<p>Dia juga patut berbangga karena perekrutan akademi kepolisian tahun 2007 itu &#8220;dianggap paling bersih dibandingkan proses rekrutmen tahun-tahun sebelumnya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Rekrutmen tahun 2007, segala elemen masyarakat mulai wartawan sampai LSM, boleh melihat sampai ke dalam. Mereka bisa melihat penilaian rekrutmen Akpol. Dan saya tidak terdeteksi sedikitpun bahwa &#8216;ini orang titipan&#8217;, bahwa &#8216;Happy bayar ke sini untuk masuk Akpol&#8217;. Semua tidak terbukti.&#8221;</p>
<p>Bahkan menurutnya, wartawan sempat mendatangi rumahnya, saat itu. Mereka mengecek kekayaan ibunya, serta meneliti siapa saja yang dikenal ayahnya.</p>
<p>&#8220;Ternyata tidak terbukti semua. Inilah yang membuat saya cukup berbangga hati, karena orang tua saya cuma mengeluarkan uang Rp 38.000,00 untuk membeli meterai 3 lembar, serta uang makan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Tahun lalu, Happy lulus dari akademi itu dengan nilai cemerlang bersama 20 taruna lainnya. Dia bahkan sempat mewakili Akpol untuk pertukaran pelajar ke Korea Selatan dan Jepang.</p>
<p>Editor: Hernoe<br />
Sumber: BBC</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18153-13052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa untuk Mahasiwa Baru di UIN Sunan Kalijaga</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18091-11052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18091-11052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 03:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Kalijaga]]></category>
		<category><![CDATA[UIN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18091</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta (GP Ansor Online): Bagi lulusan SMA, MA, dan yang sederajat, baik negeri maupun swasta, perlu mempertimbangkan untuk melanjutkan studi perguruan tingginya di Jurusan Perbandingan Agama (PA) dan Akidah dan Filsafat (AF), Fakultas Ushuluddin, Studi Agama, dan Pemikiran Islam (FUSAP), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun pembelajaran 2010/2011, kedua jurusan tertua di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gp-ansor.org/files/2010/05/UIN-sunan-kalijaga.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-18092" title="UIN sunan kalijaga" src="http://gp-ansor.org/files/2010/05/UIN-sunan-kalijaga-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Yogyakarta (GP Ansor Online): Bagi lulusan SMA, MA, dan yang sederajat, baik negeri maupun swasta, perlu mempertimbangkan untuk melanjutkan studi perguruan tingginya di Jurusan Perbandingan Agama (PA) dan Akidah dan Filsafat (AF), Fakultas Ushuluddin, Studi Agama, dan Pemikiran Islam (FUSAP), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun pembelajaran 2010/2011, kedua jurusan tertua di lingkungan UIN Sunan Kalijaga ini menyediakan beasiswa sebanyak 50 kursi untuk mahasiswa baru yang berprestasi.</p>
<p>Menurut Pembantu Dekan (PD) Bidang Administrasi FUSAP, UIN Sunan Kalijaga Drs. Singgih Basuki, MA., beasiswa untuk Jurusan PA dan AF disediakan oleh UIN Sunan Kalijaga dengan dana dari APBN. Khusus beasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk mahasiswa baru PA, program ini merupakan kelanjutan dari proyek serupa selama tiga tahun belakangan ini, dan untuk AF baru dimulai tahun ini. “Untuk Jurusan PA, beasiswa ini telah memasuki tahun ketiga, sedangkan AF baru tahun ini”, ungkapnya.</p>
<p>Dekan Fakultas Ushuluddin, Studi Agama, dan Pemikiran Islam, Dr. Sekar Ayu Aryani, MA, mengungkapkan bahwa beasiswa tersebut secara garis besar memiliki dua. Pertama, sebagai bentuk penghargaan terhadap calon mahasiswa yang berprestasi, namun memiliki kendala pembiayaan. Kedua, sebagai sebuah ikhtiar Jurusan PA dan AF untuk menjaring calon intelektual Islam yang berprestasi. Dengan demikian, jurusan PA dan AF akan terus mampu menjadi pusat tradisi akademik yang unggul. “Kita berharap dengan beasiswa ini, terjaring bibit-bibit yang unggul”, ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Mbak Aryani, panggilan akrab Dr. Ayu Aryani, MA, berharap keberadaan beasiswa ini dapat menumbuhkan gairah alumni Sekolah Menengah Atas yang berprestasi, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Beasiswa ini merupakan kesempatan besar bagi alumni Sekolah Menengah Atas yang berprestasi untuk mengenyam pendidikan tinggi tapi memiliki kendala pendanaan”, ungkap alumnus Jurusan PA ini.</p>
<p>Selain beasiswa yang disediakan oleh UIN Sunan Kalijaga, ungkap Mbak Aryani, mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Studi Agama, dan Pemikiran Islam juga telah ditunggu oleh 68 beasiswa. Sebanyak 40 beasiswa disediakan oleh PD Pontren Kementerian Agama diperuntukkan bagi mahasiswa baru jurusan Tafsir Hadis, sedangkan 28 beasiswa sisanya  disediakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama diperuntukkan calon mahasiswa baru Perbandingan Agama.</p>
<p>Mbak Aryani menghimbau kepada para alumni Fakultas Ushuluddin dan masyarakat umum untuk menginformasikan kabar gembira ini kepada siapa saja, baik saudara, tetangga, kenalan maupun segenap elemen masyarakat yang ingin memperdalam pengetahuan tentang agama Islam. “Tolong sebarluaskan informasi beasiswa ini. Jika anda tidak memerlukan, siapa tahu orang-orang di sekitar Anda memerlukan,” Ungkapnya menutup pembicaraan.</p>
<p>Editor: Hernoe<br />
Sumber: ushuluddin.uin-suka.ac.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/18091-11052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mesir Sediakan Beasiswa Bagi Pelajar Pelosok Indonesia</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/17935-02052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/17935-02052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 14:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=17935</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP Ansor Online): Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed El-Kewaisny mengatakan Mesir akan menyediakan beasiswa bagi pelajar dari pelosok Indonesia untuk belajar di Universitas Al Azhar. &#8220;Saya ingin mewujudkan mimpi saya agar para pelajar di pelosok Indonesia juga dapat kesempatan kuliah di Universitas Al Azhar,&#8221; kata Dubes El-Kuwaisny dalam sambutannya pada acara deklarasi pembentukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gp-ansor.org/files/2010/05/beasiswa.jpeg"><img class="size-full wp-image-17936 alignleft" title="beasiswa" src="http://gp-ansor.org/files/2010/05/beasiswa.jpeg" alt="" width="124" height="99" /></a>Jakarta (GP Ansor Online): Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed El-Kewaisny mengatakan Mesir akan menyediakan beasiswa bagi pelajar dari pelosok Indonesia untuk belajar di Universitas Al Azhar.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mewujudkan mimpi saya agar para pelajar di pelosok Indonesia juga dapat kesempatan kuliah di Universitas Al Azhar,&#8221; kata Dubes El-Kuwaisny dalam sambutannya pada acara deklarasi pembentukan Ikatan Alumni Al Azhar Internasional Cabang Indonesia di Jakarta, Ahad.</p>
<p>Dubes El-Kuwaisny menjelaskan bahwa wilayah Indonesia ini sangat luas dan kalangan pelajar yang jauh dipelosok sana juga perlu diberi kesempatan untuk menimba ilmu di Mesir.</p>
<p>Menurut dia, Al Azhar memberi perhatian khusus untuk Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia.</p>
<p>Sebelumnya, Dubes El Kuwaisny kepada ANTARA menjelaskan bahwa  Pemerintah Mesir tetap menyediakan beasiswa kepada 120 mahasiswa Indonesia setiap tahun untuk belajar di Alzahar.</p>
<p>Ia menjelaskan, penerima beasiswa tersebut terdiri atas 90 mahasiswa program S-1 di Universitas Al-Azhar, lima mahasiswa program S-2 Al-Azhar, lima pelajar untuk program tingkat menengah atas (Ma`had Al-Azhar) dan 10 mahasiswa lain pada program pendidikan umum, seperti, kedokteran, teknik, dan pertanian, di berbagai universitas di negeri Piramida itu.</p>
<p>Menurut dia, syarat penerimaan mahasiswa baru di Al-Azhar adalah menghafal tiga juz Alquran, mengetahui Bahasa Arab lisan dan tulisan, salinan ijazah yang disamakan di Al-Azhar dan disahkan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, surat kelakuan baik dari kepolisian serta lulus tes di Kedutaan Besar Mesir di Jakarta.</p>
<p>&#8220;Penerimaan dan pemberangkatan mahasiswa baru tersebut merupakan kerja sama Kedutaan Besar Mesir dengan Kementerian Agama Indonesia,&#8221; kata Al-Kewaisny.</p>
<p>Disebutkannya, mahasiswa penerima beasiswa itu berasal dari berbagai pesantren di Indonesia, seperti Pesantren Al-Khairaat di Palu (Sulawesi Tengah), Darunnajah Jakarta, dan Pesantren Modern Gontor di Jawa Timur. Sekitar 5.000 mahasiswa Indonesia saat ini belajar di Universitas Al Azhar tersebut.</p>
<p>Sumber: Antara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/17935-02052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mantan Ketua Umum IPNU Jadi Anggota KPI Termuda</title>
		<link>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/17884-30042010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/17884-30042010.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 02:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Derap Langkah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[IPNU]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=17884</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP Ansor Online): Sebanyak sembilan orang komisioner Komite Penyiaran Indonesia periode 2010-2013 terpilih dalam rapat tertutup Komisi I DPR RI, di Jakarta, Rabu malam hingga pukul 21.30 WIB. Salah satu yang terpilih adalah mantan ketua umum PP IPNU Idy Muzayyad yang terpilih menjadi anggota termuda. Kesembilan nama komisioner Komite Penyiaran Indonesia (KPI) tersebut adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gp-ansor.org/files/2010/04/idy-muzayyad.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-17885 alignleft" title="idy muzayyad" src="http://gp-ansor.org/files/2010/04/idy-muzayyad-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Jakarta (GP Ansor Online): Sebanyak sembilan orang komisioner Komite Penyiaran Indonesia periode 2010-2013 terpilih dalam rapat tertutup Komisi I DPR RI, di Jakarta, Rabu malam hingga pukul 21.30 WIB. Salah satu yang terpilih adalah mantan ketua umum PP IPNU Idy Muzayyad yang terpilih menjadi anggota termuda.</p>
<p>Kesembilan nama komisioner Komite Penyiaran Indonesia (KPI) tersebut adalah Ezki Tri Rezeki Widianti yang meraih 42 suara, Mochammad Riyanto juga meraih 42 suara, Dadang Rachmat Hidayat (36 suara), Azimah (31 suara), Nina Mutmainnah (30 suara), Idy Muzayyat (25 suara), Iswandi Syahputra (25 suara), Judhariksawan (23 suara), dan Yazirwan Uyun (22 suara).</p>
<p><span id="more-17884"></span>Di posisi kesembilan ada dua nama yang meraih suara sama 16 suara yakni Inke Maris dan Bunga C Kejora, sehingga harus dilakukan voting untuk menentukan siapa yang berhak menjadi komisioner KPI.</p>
<p>Komisi I DPR juga memilih empat nama cadangan yakni Inke Maris dan Bunga C Kejora yang sama-sama meraih 16 suara serta Muhammad Sofyan Pulungan dan Rommy Fibri Herdiyanto yang sama-sama memperoleh 15 suara.</p>
<p>Pemilihan sembilan nama komisioner KPI berlangsung dalam rapat tertutup yang dipimpin Ketua Komisi I selama hampir dua jam, mulai pukul 19.40 hingga pukul 21.30 WIB.</p>
<p>Dari sembilan nama komisioner yang terpilih hanya satu nama yang merupakan wajah lama yakni Yazirwan Uyun. Mantan Direktur TVRI ini sebelumnya juga telah menjadi komisioner KPI periode 2007-2010.</p>
<p>Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, sembilan nama komisioner KPI dipilih dari 31 nama calon yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau &#8220;fit and proper test&#8221; sejak Senin (26/4).</p>
<p>Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Effendy Choirie mengatakan, semua calon anggota KPI bagus-bagus dan latar belakangnya juga beragam, mulai dari praktisi penyiaran, aktivis, dan dosen.</p>
<p>Ketua Komisi I DPR Kemal Azis Stamboel mengatakan, sembilan nama komisioner KPI yang terpilih akan segera disahkan pada rapat paripurna DPR.</p>
<p>Editor: Hernoe<br />
Sumber: ant, nuo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/derap-langkah-pemuda-indonesia/17884-30042010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
