<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan Pemuda Ansor &#124; Official Website &#187; Humor</title>
	<atom:link href="http://gp-ansor.org/category/humor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gp-ansor.org</link>
	<description>Berpadu Membangun Negeri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 02:09:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Lari Pagi</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/19480-12072010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/19480-12072010.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 04:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=19480</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika pelatih Diklatsar Banser memberikan instruksi agar para peserta melakukan lari pagi mengikuti sahabat Slamet. Pelatih: &#8220;Pagi ini kita akan melaksanakan lari pagi keliling lapangan sebanyak 10 kali. Sahabat Slamet paling depan, peserta diharuskan menyesuaikan di belakang tanpa ada yang tertinggal!&#8221; Para peserta Diklatsar tampak senang, karena semuanya maklum bahwa Slamet dikenal sebagai anggota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika pelatih Diklatsar Banser memberikan instruksi agar para peserta melakukan lari pagi mengikuti sahabat Slamet. </p>
<p>Pelatih: &#8220;Pagi ini kita akan melaksanakan lari pagi keliling lapangan sebanyak 10 kali.  Sahabat Slamet paling depan, peserta diharuskan menyesuaikan di belakang tanpa ada yang tertinggal!&#8221;</p>
<p>Para peserta Diklatsar tampak senang, karena semuanya maklum bahwa Slamet dikenal sebagai anggota Banser yang badannya gendut dan tidak kuat lari.</p>
<p>Pelatih: &#8220;Ikuti Sahabat Slamet. Ingat tidak ada peserta satu pun yang boleh tertinggal. Kalian semua sanggup?&#8221;</p>
<p>Peserta: &#8220;Sangguuup!&#8221;</p>
<p>Pelatih: &#8220;Sahabat Slamet, silahkan pimpin lari pagi dan naiki sepeda motor saya.&#8221;</p>
<p>Peserta:  &#8220;Hah..?@#!%??&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/19480-12072010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/19312-01072010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/19312-01072010.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 04:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=19312</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menikah Pria: &#8220;Akhirnya! aku sudah menunggu saat ini sejak lama.&#8221; Wanita: &#8220;Apa kau rela jika aku pergi?&#8221; Pria: &#8220;Tentu tidak, jangan pernah kau berpikir seperti itu.&#8221; Wanita: &#8220;Apa kau mencintaiku?&#8221; Pria: &#8220;Tentu, selamanya akan tetap begitu.&#8221; Wanita: &#8220;Apa kau pernah selingkuh?&#8221; Pria: &#8220;Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan hal setolol itu.&#8221; Wanita: &#8220;Maukah kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menikah</p>
<p>Pria: &#8220;Akhirnya! aku sudah menunggu saat ini sejak lama.&#8221;<br />
Wanita: &#8220;Apa kau rela jika aku pergi?&#8221;<br />
Pria: &#8220;Tentu tidak, jangan pernah kau berpikir seperti itu.&#8221;<br />
Wanita: &#8220;Apa kau mencintaiku?&#8221;<br />
Pria: &#8220;Tentu, selamanya akan tetap begitu.&#8221;<br />
Wanita: &#8220;Apa kau pernah selingkuh?&#8221;<br />
Pria: &#8220;Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan hal setolol itu.&#8221;<br />
Wanita: &#8220;Maukah kau mencintaiku selalu?&#8221;<br />
Pria: &#8220;Ya.&#8221;<br />
Wanita : &#8220;Sayangku.&#8221;</p>
<p>Setelah menikah 10 tahun, bacalah dibalik dari bawah ke atas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/19312-01072010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cowok Macho</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/19288-30062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/19288-30062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 12:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=19288</guid>
		<description><![CDATA[Tiga orang cowok macho yg berasal dari Menado, Makassar dan Ambon saling pamer minuman kejantanan. Si Manado bilang: &#8220;Torang orang Menado selalu minum Extra Jo&#8230; Kong ngana di makassar minum apa?&#8221; Si cowok macho yangg orang Makassar menjawab: &#8220;Kita minum Krating Daeng&#8230;&#8221; Dan ia lalu bertanya ke si Ambon, &#8221; Kalau di ambon minum apa?&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga orang cowok macho yg berasal dari Menado, Makassar dan Ambon saling pamer minuman kejantanan. </p>
<p>Si Manado bilang: &#8220;Torang orang Menado selalu minum Extra Jo&#8230; Kong ngana di makassar minum apa?&#8221;<br />
Si cowok macho yangg orang Makassar menjawab: &#8220;Kita minum Krating Daeng&#8230;&#8221; Dan ia lalu bertanya ke si Ambon, &#8221; Kalau di ambon minum apa?&#8221;<br />
Si orang Ambon terdiam kebingungan, sekitar beberapa saat kemudian akhirnya dengan percaya diri menjawab: &#8220;Beta dine.&#8221;<br />
Si Manado dan Makassar: &#8220;???@#@^^?&#8221; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/19288-30062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Gus Dur: Ikan Curian Gusdur Jadi Halal</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18962-16062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18962-16062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 08:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18962</guid>
		<description><![CDATA[Gus Dur menjadi santri di Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang, antara 1957-1959. Gus Dur bersama beberapa teman-temannya merancang skenario pencurian ikan di kolam milik Sang Guru, Kiai Haji Chudlori. Waktu itu, Gus Dur menyuruh teman-temannya untuk mencuri ikan di kolam sementara Gus Dur mengawasi di pinggir kolam,” Gus Dur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gus Dur menjadi santri di Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang, antara 1957-1959. Gus Dur bersama beberapa teman-temannya merancang skenario pencurian ikan di kolam milik Sang Guru, Kiai Haji Chudlori.</p>
<p>Waktu itu, Gus Dur menyuruh teman-temannya untuk mencuri ikan di kolam sementara Gus Dur mengawasi di pinggir kolam,”</p>
<p>Gus Dur tak ikut masuk ke kolam dengan dalih mengawasi jika sewaktu-waktu KH Chudlori keluar dan melewati kolam. Tak lama kemudian, lanjut dia, KH Chudlori yang setiap pukul 01.00 WIB selalu keluar rumah untuk menuaikan shalat malam di masjid melintas di dekat kolam. Seketika itu juga, teman-teman Gus Dur yang sedang asyik mengambil ikan langsung disuruh kabur. Sementara Gus Dur tetap berdiri di pinggir kolam dengan memegang ikan hasil curian.</p>
<p>Gus Dur kepada KH Chudlori , kalau tadi ikan milik kiai telah dicuri dan Gus Dur mengaku berhasil mengusir para pencuri itu,  ikan hasil curiannya berhasil Gus Dur selamatkan.</p>
<p>Atas “jerih-payah” Gus Dur itu, KH Chudlori menghadiahkan ikan tersebut kepada Gus Dur supaya dimasak di kamar bersama teman-temannya. Akhir kata, ikan itu akhirnya dinikmati Gus Dur bersama teman-teman bengalnya.</p>
<p>Jelas Gus Dur mendapat protes keras dari teman-temannya yang disuruhnya mencuri tadi. Namun bukan Gus Dur namanya jika tak bisa berdalih, yang lebih penting adalah hasilnya.</p>
<p>“Wong awakmu yo melu mangan iwake. Lagian, iwake saiki wis halal wong uwis entuk izin seko kyai. (Kamu juga ikut makan ikannya. Lagi pula, ikan curian tersebut sudah halal, karena telah mendapat izin dari kiai-red)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18962-16062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Gus Dur: Masa Ngomong Aja Nggak Boleh?</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18784-07062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18784-07062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 08:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18784</guid>
		<description><![CDATA[Nyeleneh, kontroversi, ceplas-ceplos, humoris, cerdas dan seakan tak pernah kehabisan akal. Begitulah beberapa karakter yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari itu pun pernah menjadi Presiden RI ke-4, meski kemudian dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebelum masa jabatannya berakhir. Saat menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyeleneh, kontroversi, ceplas-ceplos, humoris, cerdas dan seakan tak pernah kehabisan akal. Begitulah beberapa karakter yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.</p>
<p>Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari itu pun pernah menjadi Presiden RI ke-4, meski kemudian dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebelum masa jabatannya berakhir.</p>
<p>Saat menjadi presiden, sikap kontroversinya pun kerap menuai protes dari banyak kalangan. Tak hanya oleh lawan politiknya, keluarga Gus Dur sendiri tak jarang berbeda pendapat terkait sikapnya yang seolah tak mau kompromi.</p>
<p>“Waktu jadi presiden, saya pernah bilang pada Gus Dur, ‘Sampean itu jangan sering-sering membuat pernyataan yang kontroversi, yang membingungkan masyarakat’,” kata Lily Khadijah Wahid—adik kandung Gus Dur.</p>
<p>Tanpa pikir panjang, Gus Dur menjawab, “Saya ini udah nggak bisa ngeliat (melihat). Masa ngomong aja nggak boleh?”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18784-07062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Gus Dur: Fenomena Gila</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18657-03062010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18657-03062010.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 04:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18657</guid>
		<description><![CDATA[Melekatnya predikat humoris pada Presiden RI yang keempat itu pun sempat membuat Presiden Kuba Fidel Alejandro Castro Ruz penasaran. Suatu ketika, keduanya berkesempatan bertemu. Seperti yang diceritakan oleh mantan Kepala Protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi pada tayangan televisi, Fidel Castro bertanya kepada Gus Dur mengenai joke teranyarnya. Dijawablah oleh Gus Dur, “Di Indonesia itu terkenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melekatnya predikat humoris pada Presiden RI yang keempat itu pun sempat membuat Presiden Kuba Fidel Alejandro Castro Ruz penasaran. Suatu ketika, keduanya berkesempatan bertemu.  Seperti yang diceritakan oleh mantan Kepala Protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi pada tayangan televisi, Fidel Castro bertanya kepada Gus Dur mengenai joke teranyarnya.</p>
<p>Dijawablah oleh Gus Dur, “Di Indonesia itu terkenal dengan fenomena ‘gila’,”.</p>
<p>Fidel Castro pun menyimak pernyataan mengagetkan tersebut.</p>
<p>“Presiden pertama dikenal dengan gila wanita. Presiden kedua dikenal dengan gila harta. Lalu, presiden ketiga dikenal gila teknologi,” tutur Gus Dur yang kemudian terdiam sejenak.</p>
<p>Fidel Castro pun semakin serius mendengarkan lanjutan cerita.</p>
<p>“Kemudian, kalau presiden yang keempat, ya yang milih itu yang gila,” celetuk Gus Dur.</p>
<p>Fidel Castro pun diceritakan terpingkal-pingkal mendengar dagelan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18657-03062010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Gus Dur: Sama-sama Telat Dicabut</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18481-26052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18481-26052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 02:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18481</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat Dahlan Iskan menjenguk Gus Dur yang diopname karena stroke di RSCM Jakarta. Saat itu Dahlan Iskan memang presiden direktur PT Nusumma dan Gus Dur presiden komisarisnya. Terlihat Gus Dur berbaring miring karena memang belum boleh duduk. Setelah menyalaminya, Dahlan Iskan mengucapkan permintaan maaf karena baru hari itu bisa menjenguk. “Saya sakit gigi berat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu saat Dahlan Iskan menjenguk Gus Dur yang diopname karena stroke di RSCM Jakarta. Saat itu Dahlan Iskan memang presiden direktur PT Nusumma dan Gus Dur presiden komisarisnya. Terlihat Gus Dur berbaring miring karena memang belum boleh duduk. Setelah menyalaminya, Dahlan Iskan mengucapkan permintaan maaf karena baru hari itu bisa menjenguk. </p>
<p>“Saya sakit gigi berat, Gus,” ujarnya. </p>
<p>Tanpa siduga, Gus Dur ternyata men-cuekin keadaan kesehatannya. Dia langsung memberi Dahlan Iskan teka-teki yang ternyata humor segar. </p>
<p>“Sampeyan tahu nggak, apa yang menyebabkan sakit gigi?” tanyanya. </p>
<p>“Tidak, Gus,” jawab Dahlan Iskan.</p>
<p>“Penyebab sakit gigi itu sama dengan penyebab orang hamil dan sama juga dengan penyebab mengapa rumput sempat tumbuh tinggi,” katanya. </p>
<p>Dahlan Iskan masih melongo. Gus Dur menjawab sendiri teka-tekinya. </p>
<p>“Yaitu sama-sama terlambat dicabut,” ujarnya. Kontan Dahlan Iskan dan orang-orang yang ada di kamar perawatan itu tertawa terbahak-bahak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18481-26052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Otak &amp; Harganya</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18217-16052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18217-16052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 11:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18217</guid>
		<description><![CDATA[USA Rp. 90.000,- Inggris Rp. 1.000.000,- Jerman Rp. 900.000,- Jepang Rp. 100.000,- &#8230; &#8230; Indonesia Rp. 1.000.000.000,- Melihat daftar harga yang semacam itu, seorang turis yang masuk toko tersebut menjadi heran, terus dia bertanya kepada yang empunya toko. &#8220;Pak &#8230; maaf pak kelihatannya daftar harga anda itu salah dan terbalik.&#8221; Yang punya toko: &#8220;Oh &#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>USA Rp. 90.000,-<br />
Inggris Rp. 1.000.000,-<br />
Jerman Rp. 900.000,-<br />
Jepang Rp. 100.000,-<br />
&#8230; &#8230;<br />
Indonesia Rp. 1.000.000.000,-</p>
<p>Melihat daftar harga yang semacam itu, seorang turis yang masuk toko tersebut menjadi heran, terus dia bertanya kepada yang empunya toko.</p>
<p>&#8220;Pak &#8230; maaf pak kelihatannya daftar harga anda itu salah dan terbalik.&#8221;</p>
<p>Yang punya toko: &#8220;Oh &#8230; tidak bung, harga otak tersebut memang betul, &#8230; otak yang termurah adalah otak USA dan Jepang karena sering digunakan jadi sudah rongsokan, &#8230; kalau anda membutuhkan otak, yang terbaik adalah otak Indonesia, karena masih orisinil, belum pernah dipakai selama hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18217-16052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joke: Bila Merokok Telah Diharamkan</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18096-11052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18096-11052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 04:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Joke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18096</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Purwanto M. Ali Setelah muncul fatwa HARAM MEROKOK yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah, tidak sedikit orang yang ingin mematuhi fatwa tersebut. Ini sekedar joke tentang cara seseorang untuk menghentikan kebiasaan temannya yang perokok berat. Sebut saja ROZA (anti rokok) dan temannya bernama RIZAL (perokok berat). Roza sudah putus asa menasehati RIZAL, sampai diketemukan akal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Purwanto M. Ali</p>
<p>Setelah muncul fatwa HARAM MEROKOK yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah, tidak sedikit orang yang ingin mematuhi fatwa tersebut. Ini sekedar joke tentang cara seseorang untuk menghentikan kebiasaan temannya yang perokok berat. Sebut saja ROZA (anti rokok) dan temannya bernama RIZAL (perokok berat). Roza sudah putus asa menasehati RIZAL, sampai diketemukan akal yang agak nakal dan jorok. Mereka berdua adalah mahasiswa yang tinggal dalam satu rumah kos, mereka punya kamar yang bersebelahan.</p>
<p>Demi usaha menghentikan kebiasaan Rizal merokok, Roza rela melakukan apa saja. Salah satunya adalah sbb; setiap RIZAL keluar kamarnya untuk mandi, Roza menyelinap ke kamar RIZAL hanya untuk menukar batang rokok yang ada di meja RIZAL. Setiap batang rokok yang dimasukkan pada bungkus rokok milik RIZAL, itu rokok yang sudah dicelupkan (maaf) pada dubur (anus) &#8230; Dengan harapan, bila rokok itu dihisap oleh RIZAL, maka rokok tsb sudah berubah rasa dan aroma. Memang cara ROZA itu jitu. Cara itu dilakukan setiap hari dan setiap hari ROZA jadi rajin mencelupkan rokok ke lubang anusnya. Tiap hari Roza yang bukan perokok rela membeli rokok hanya untuk itu. Rizal sudah mulai mengurangi kebiasaan merokoknya. Mungkin rokoknya sudah bau &#8216; taik &#8216;. Dan lama-lama setelah hampir satu bulan RIZAL perokok berat itu akhirnya berhenti merokok sama sekali. Suatu ketika, sudah lebih seminggu RIZAL berhenti merokok, karena ada suatu alasan RIZAL masuk ke kamar Roza. Betapa kagetnya RIZAL, mengetahui jika di kamar temannya yang anti rokok itu bertumpuk bungkus rokok</p>
<p>Melihat itu, RIZAL sangat marah pada ROZA, dan menuduh temannya itu munafik dan sbagainya. RIZAL sambil marah-marah bilang : &#8221; Roza, kau ini munafik, kau nasehati aku tiap hari agar berhenti merokok, eh sekarang malah kau sendiri yang merokok berat, ternyata tiap hari kau diam-diam beli rokok dan merokok sembunyi2 dikamar&#8230;!!!&#8221;</p>
<p>Namun Roza tak kalah marahnya; &#8221; Hey RIZAL, ini senua gara-gara kau, tiap hari aku harus beli rokok&#8230; Kau tahu &#8230;, gara-gara ingin kau berhenti merokok, malah sekarang DUBURKU yang KETAGIHAN ROKOK &#8230;!!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18096-11052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Gus Dur: Titel &#8220;Prov&#8221; Anggota Dewan</title>
		<link>http://gp-ansor.org/humor/18052-08052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/humor/18052-08052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 04:52:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18052</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP Ansor Online): Gus Dur (almarhum) dalam pembicaraannya sering menyatakan bahwa Indonesia bukan negara agama. &#8220;Itu adalah hal yang final,&#8221; tegas Gus Dur. Ia &#8220;tidak betah&#8221; jika masih ada anggota legislatif masih berkutat pada persoalan itu. Gus Dur bercerita tentang seorang anggota legislatif yang ngotot ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama. &#8220;Saat anggota dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (GP Ansor Online): Gus Dur (almarhum) dalam pembicaraannya sering menyatakan bahwa Indonesia bukan negara agama. &#8220;Itu adalah hal yang final,&#8221; tegas Gus Dur.</p>
<p>Ia &#8220;tidak betah&#8221; jika masih ada anggota legislatif masih berkutat pada persoalan itu.</p>
<p>Gus Dur bercerita tentang seorang anggota legislatif yang ngotot ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama.</p>
<p>&#8220;Saat anggota dewan itu jadi pembicara disebuah seminar, ia dipanggil dengan titel Prof. di depannya,&#8221; kata Gus Dur.</p>
<p>&#8220;Ketika kembali ke kantornya, Satpam pun mempersilahkan masuk kepada anggota dewan kita itu dengan berkata, &#8220;Silahkan masuk prof.&#8221;</p>
<p>Nah, kolega-koleganya pun, kata Gus Dur, ternyata menyambut dengan berkata &#8220;Selamat pagi Prof, Assalamualaikum Prof&#8230;&#8221;</p>
<p>Si anggota dewan ini heran juga, padahal seumur-umur dia belum pernah dianugerahi gelar profesor. &#8220;Atau karena keberanian saya ya dia mendapat gelar terhormat itu?&#8221; kata si anggota dewan dalam hati.</p>
<p>Gus Dur melanjutkan, karena saking bangga dan penasarannya anggota dewan ini pun bertanya kepada kroninya. &#8220;Kenapa ya saya sekarang dimana-mana dipanggil Prof?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah&#8230;jangan bangga dulu pak!&#8221; kata si kroni. &#8220;Mereka itu nyebut prof bukan dengan akhiran huruf F tetapi dengan huruf V, jadi Prov gitu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho, Prov apa artinya itu ?&#8221; tanya si anggota dewan penasaran.</p>
<p>Kroninya menjawab, &#8220;Provokator.&#8221; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/humor/18052-08052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
