<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan Pemuda Ansor &#124; Official Website &#187; Maklumat</title>
	<atom:link href="http://gp-ansor.org/category/maklumat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gp-ansor.org</link>
	<description>Berpadu Membangun Negeri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 02:09:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>PW GP ANSOR KALSEL GELAR LOMBA KARYA TULIS NASIONAL</title>
		<link>http://gp-ansor.org/agenda/18239-17052010.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/agenda/18239-17052010.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 02:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hernoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[Ansor]]></category>
		<category><![CDATA[Kalteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=18239</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memperingati Hari Lahir Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ke-76 Tahun 2010, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kalimantan Selatan mengajak sahabat ikut serta dalam lomba karya tulis tingkat nasional dengan tema : 1. Sejarah Peranan Gerakan Pemuda Ansor 2. Kondisi GP Ansor Saat Ini: Telaah Analisis SWOT 3. Bagaimana GP Ansor Merebut Masa Depan Kriteria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka memperingati Hari Lahir Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ke-76 Tahun 2010, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kalimantan Selatan mengajak sahabat ikut serta dalam lomba karya tulis tingkat nasional dengan tema :<br />
1.	Sejarah Peranan Gerakan Pemuda Ansor<br />
2.	Kondisi GP Ansor Saat Ini: Telaah Analisis SWOT<br />
3.	Bagaimana GP Ansor Merebut Masa Depan</p>
<p>Kriteria Penulisan :<br />
1.	Mengandung semangat inspirasi untuk kemajuan<br />
2.	Memuat problem solving<br />
3.	Struktur dan Tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar</p>
<p>KETENTUAN LOMBA :<br />
	Peserta Umum<br />
	Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia.<br />
	Bentuk Tulisan Ilmiah Populer, belum pernah dipublikasikan<br />
	Naskah tidak dikembalikan<br />
	Memilih salah satu tema yang telah ditentukan di atas.<br />
	Karya tulis merupakan karya asli penulis yang diketik di kertas A4, minimal 5 halaman dengan jarak 1,5 spasi, margin kiri 4 cm, margin kanan, atas dan bawah 3 cm, fonts Times New Roman.<br />
	Naskah yang dikirim melalui pos rangkap 3 (tiga) dengan disertai satu copy file dalam CD.<br />
	Pengiriman naskah dilengkapi dengan biodata, foto warna 4&#215;6 (1 lembar),  serta fotokopi identitas/KTP.<br />
	Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu(1) tulisan<br />
	Naskah diterima selambat-lambatnya tanggal 05 Juni 2010 (cap pos/email).<br />
	Pemberitahuan pemenang akan disampaikan pada tanggal 15 Juni 2010 .<br />
	Keputusan Juri bersifat mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat menyurat.</p>
<p>PENGIRIMAN NASKAH<br />
Naskah disampaikan langsung atau dikirim melalui pos ke alamat Panitia: PW GP Ansor Kalimantan Selatan Jl. A. Yani KM 6 No. 472A Telp./Fax (0511-Banjarmasin atau dikirimkan melalui email ke ( ansorkalsel.karyailmiah@gmail.com ).<br />
Contact Person Hatmansyah Ismail 08125064180</p>
<p>DEWAN JURI<br />
1.	Unsur PP GP Ansor<br />
2.	Unsur Perguruan Tinggi<br />
3.	Unsur PW GP Ansor Kalsel</p>
<p>HADIAH PEMENANG<br />
•	Pemenang Pertama akan menerima hadiah Uang Tunai Rp. 5.000.000,00<br />
•	Pemenang kedua akan menerima hadiah Uang Tunai Rp. 3.000.000,00<br />
•	Pemenang Ketiga akan menerima hadiah Uang Tunai Rp. 2.000.000,00<br />
•	5 orang nominator akan menerima masing &#8211; masing @ Rp. 500.000<br />
•	Total Hadiah Pemenang Rp. 12.500.000</p>
<p>Selamat Berkarya !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/agenda/18239-17052010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terkait Calon Ketum NU, Warga NU Alumni UGM Keluarkan Petisi</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/13935-01102009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/13935-01102009.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 07:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gp-ansor.org/?p=13935</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, (Ansor Online): Dewasa ini Nahdlatul Ulama semakin dihantam masalah yang luar biasa. Keberadaannya tidak lagi menjadi kekuatan yang mampu memberikan perubahan bagi ummat. Bahkan sebalikya, NU kini tengah jauh bergerak meninggalkan umatnya yang secara umum merupakan masyarakat kelas bawah: petani, nelayan, pedagang kecil, TKI dan seterusnya. Ini terbukti NU tidak mampu memberikan kontribusi riil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, (Ansor Online): Dewasa ini Nahdlatul Ulama semakin dihantam masalah yang luar biasa. Keberadaannya tidak lagi menjadi kekuatan yang mampu memberikan perubahan bagi ummat. Bahkan sebalikya, NU kini tengah jauh bergerak meninggalkan umatnya yang secara umum merupakan masyarakat kelas bawah: petani, nelayan, pedagang kecil, TKI dan seterusnya. Ini terbukti NU tidak mampu memberikan kontribusi riil atas segala hal yang dialami oleh umatnya, Kasus Lapindo, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), berbagai penggusuran di Surabaya, dan banyak kasus lainnya. Keberadaan NU sebagai organisasi tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh mayoritas kaum nahdliyin sendiri. NU justru hanya menjadi kuda tunggangan bagi segelintir elite untuk menggapai nafsu duniawi mereka di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Banyak sekali elit NU baik di pusat maupun daerah menggunakan NU demi pentingan politik individu dan kekuasaan yang bersifat sementara. Kini, sebagai organisasi, NU sudah jauh dari semangat transformasi sosial membela kaum lemah yang merupakan bagian terbesar dalam NU itu sendiri.</p>
<p>Muktamar NU yang ke 32 di Makassar Januari 2010  merupakan moment penting bagi NU untuk menentukan perubahan dalam tubuh NU. Untuk itu, setelah melakukan konsolidasi baik secara langsung maupun via online, maka kami warga NU alumni Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari berbagai profesi pekerjaan, aktif di berbagai organisasi sosial, serta berada di dalam negeri maupun luar negeri, dengan ini menyatakan serta menyerukan kepada pihak-pihak yang terkait untuk:</p>
<p><span id="more-13935"></span>1. Memilih ketua PBNU baik tanfidiyah maupun syuriyah, yang tidak akan melibatkan NU dalam kepentingan politik sesaat di Indonesia.</p>
<p>2. Memilih Ketua tanfidiyah maupun syuriyah yang punya komitmen untuk memperjuangkan perubahan bagi orang-orang mustad’afiin seperti, petani, nelayan, buruh dan seterusnya merupakan mayoritas kaum NU itu sendiri.</p>
<p>3. Memilih Pemimpin NU bukan orang yang berpaham kapitalisme liberal, sebab bagi kami liberalisasi ekonomi merupakan ancaman serius bagi warga nahdliyin yang secara mayoritas adalah orang miskin.</p>
<p>4. Memilih Pemimpin NU yang mampu mengawal ideologi ahlussunnah wal jamaah dari ancaman berbagai ideologi trans-national dan mengarah pada kekerasan dalam beragama</p>
<p>5. Memilih pemimpin NU yang mampu menekan pemerintah ataupun pihak terkait untuk menyelesaikan masalah luapan lumpur Lapindo Sidoarjo di mana kaum nahdliyin merupakan mayoritas korban.</p>
<p>6. Memilih pemimpin NU yang berpikir kritis transformatif dan membuka ruang seluas-luasnya pada ide-ide baru dari kalangan muda dan mampu menjaga NU sebagai organisasi Islam yang moderat dan toleran.</p>
<p>7. Memilih pemimpin NU yang akan tetap mengusung paham al-muhaafadzatun alaa al-qodiimi asholiih, wa-lahdu bi al-jadidi al-aslah</p>
<p>8. Memilih pemimpin NU yang independen dan tidak tergantung pada kelompok pemodal manapun sehingga mampu mengembalikan NU menjadi organisasi yang mandiri dan kuat.</p>
<p>9. Memilih pemimpin NU yang mampu menjadikan NU sebagai gerakan sosial yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kaum nahdliyin maupun masyarakat secara lebih luas</p>
<p>Demikian aspirasi dan harapan kami sebagai warga NU, apa yang dituangkan di sini merupakan bagian dari kecintaan kami pada Nahdlatul Ulama. Semoga segala niat dan usaha yang kami lakukan ini dapat terwujud dan NU benar-benar menjadi organisasi sosial keagamaan mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi agama, negara, bangsa dan dunia.</p>
<p>Wallahul muwafiq illaa aqwaami at-thoriiq</p>
<p>Kami Warga NU alumni UGM<br />
1. Achmad Munjid (Akademisi, Philadelphia USA)<br />
2. Achmad Mustofa (Pengusaha, Jakarta)<br />
3. Aditya Pranomo (PNS, Jogjakarta)<br />
4. Ahmad Gelora (Pengusaha, Kediri)<br />
5. Ahmad Nur Khoiron (Jakarta, Peneliti)<br />
6. Alfisyah (Akademisi, Banjarmasin)<br />
7. Anas Makruf (PNS, Jakarta)<br />
8. Anwar Khumaini (Jurnalis, Jakarta)<br />
9. Ari Ujianto (Pekerja Sosial, Jakarta)<br />
10.   Bosman Batubara (Aktivis, Porong Sidoarjo)<br />
11.   Donna Ramhawati (Peneliti, Makasar)<br />
12.   Emma Rahmawati (Pekerja NGO, Jogjakarta)<br />
13.   Fahrizal Yusuf Afandi (Akademisi, Belgia)<br />
14.   Farid Assifa (Jurnalis, TasikMalaya)<br />
15.   Hadziqotul Aulawiyah (Buruh, Jogjakarta)<br />
16.   Heru Prasetia (Peneliti, Jogjakarta)<br />
17.   Indi Ainullah (Akademisi, Yogyakarta)<br />
18.   Isti Wiyono (Aktivis, Jakarta)<br />
19.   Kholid Syaerozy (Akademisi, Jakarta)<br />
20.   Laila Alfirdaus (Akademisi, Semarang)<br />
21.   Listiyono Santoso, (Akademisi, Surabaya)<br />
22.   Loubna Dzakiah (Ibu rumah tangga, Argentina)<br />
23.   Lukma nul Hakim (Akademisi, Jogjakarta)<br />
24.   Lutfi Makhasin Fauzie ( Akademisi,  Australia)<br />
25.   Miftachul Munif (orang kecil, Gresik)<br />
26.   Mohamad Wayudin (Peneliti, Jogjakarta)<br />
27.   Mohammad Tohadi (Advokat, Jakarta)<br />
28.   Mohammad Uzair Fauzan (Aktivis, Jepara)<br />
29.   Muhammad Danyal (Pengusaha, Pati)<br />
30.   Muhammad Syaiful Rohman (Pegiat Kebudayaan, Jogjakarta)<br />
31.   Rachmat Gustomy (Penguasaha, Jakarta)<br />
32.   Ratna Mustika Sari (Aktivis Perempuan, Jogjakarta)<br />
33.   Rika Iffati (Penerjemah, Jogjakarta)<br />
34..   Riza Hanafi, (Akademisi, Australia)<br />
35.   Ryan Sugiarto (Penulis, Jakarta)<br />
36.   Saiful Hakam (Akademisi, Jogjakarta)<br />
37.   Shofa Laila (Ibu Rumah Tangga, Jakarta)<br />
38.   Shohib Masyukur (Jurnalis, Jakarta)<br />
39.   Sholahuddin (Orang biasa, Tanggerang)<br />
40.   Sigit Giri Wibowo, (Pekerja NGO, Tangerang)<br />
41.   Siti Malaeha Dewi (Akademisi, Kudus)<br />
42.   Siti Muarifah (Guru, Gresik)<br />
43.   Slamet Abdul Qohar (Pengacara, Jakarta)<br />
44.   Slamet Thohari (Akademisi, Hawaii USA)<br />
45.   Sobirin (Peneliti, Pati) 46.   Sumedi MP (Blogger, Jakarta)<br />
47.   Suratno (Akademisi, Jakarta)<br />
48.   Syahrul Mawardi (Aktivis, Bandung)<br />
49..   Syamsul Maarif Mujiharto (Akademisi, Jogjakarta)<br />
50.   Wahyudi Djafar (Peneliti Masalah Konstitusi, Jakarta)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/13935-01102009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transkrip Lengkap Pernyataan Presiden SBY Tentang Bom Kuningan</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/12254-18072009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/12254-18072009.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 10:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gp-ansor.org/?p=12254</guid>
		<description><![CDATA[Transkrip Lengkap Pernyataan Presiden SBY Tentang Bom Kuningan Assalamualaikum, Salam Sejahtera bagi kita semua, Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabil alamin, Saudara-saudara, rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun saudara berada. Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Transkrip Lengkap Pernyataan Presiden SBY Tentang Bom Kuningan</p>
<p>Assalamualaikum, Salam Sejahtera bagi kita semua,<br />
Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabil alamin,</p>
<p>Saudara-saudara, rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun saudara berada. Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini terjadi di bumi Indonesia, yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Aksi yang tidak berperi kemanusiaan ini, juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini atas nama negara dan pemerintahan dan selaku pribadi, maka bagi para keluarga yang ditinggalkan saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban, hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p><span id="more-12254"></span>Saudara-saudara, aksi pemboman yang keji dan tidak berperikemanusiaan ini serta tidak bertanggungjawab ini, terjadi ketika baru saja bangsa Indonesia melakukan pemungutan suara dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan ketika KPU sedang menghitung hasil pemungutan suara itu. Kejadian ini yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini, juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tepat, aman, tenang dan damai, dan justru rakyat ingin agar selesainya pemilu 2009 ini kita semua segera bersatu, membangun kembali negara kita, untuk kepentingan rakyat Indonesia.</p>
<p>Terus terang juga, aksi pemboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elit disertai sebagaimana yang saya ikuti setiap hari, ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh dengan permusuhan yang itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu.</p>
<p>Saudara-saudara saya yakin, hampir semua diantara kita merasa prihatin, berduka, prihatin, dan menangis dalam hati, seperti yang saya rasakan. Memang ada segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas, bersorak dalam hati, disertai nafsu amarah dan keangkara murkaan. Mereka segelintir orang itu tidak memilki rasa kemanusiaan dan tidak perduli dengan kehancuran negara kita, akibat aksi teror ini yang dampaknya luas bagi ekonomi kita iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra kita dimata dunia dan lain-lain lagi.</p>
<p>Saat ini saudara-saudara disamping kita pemerintah menjalankan kegiatan tanggap darurat untuk merawat saudara-saudara kita yang menjadi korban dalam aksi pemboman ini investigasi juga tengah dilakukan. Saya telah menerima laporan awal dari investigasi yang sedang berlangsung ini. Setelah saya menerima laporan awal, saya telah menginstruksikan kepada Polri, Badan Intelejen Negara, dan badan lembaga-lembaga lain terkait untuk melakukan investigasi secara cepat dan menyeluruh serta mengadili pelaku-pelakunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>Saya yakin sebagaimana yang dapat kita ungkapkan diwaktu yang lalu, para pelaku dan mereka-mereka yang menggerakkan aksi terorisme ini akan dapat kita tangkap dan akan kita adili secara hukum. Saya juga menginstruksikan kepada para penegak hukum untuk juga mengadili siapa saja yang terlibat dalam aksi terorisme ini, siapapun dia, apapun status dan latar belakang<br />
politiknya.</p>
<p>Pagi ini saya mendapat banyak sekali pertanyaan, atau saudara-saudara yang mengingatkan kepada saya. Yang berteori paling tidak mencemaskan, kalau aksi teror ini berkaitan dengan hasil pemilihan Presiden sekarang ini. Saya meresponnya sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main tuding dan main duga begitu saja, semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan negara demokrasi. Oleh karena itu norma hukum dan norma demokrasi harus betul-betul kita tegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersalah secara hukum, baru kita bisa mengatakan yang bersangkutan salah.</p>
<p>Saya harus mengatakan untuk yang pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan Presiden dan pemillihan Wakil Presiden tahun 2009 ini memang ada sejumlah intelegen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meskipun kita pantau dan kita ikuti. Intelegen yang saya maksud adalah adanya kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto saya, foto SBY dijadikan sasaran, dijadikan lisan tembak.</p>
<p>Saya tunjukkan, ada rekaman videonya, ini mereka yang berlatih menembak (sambil menunjukkan foto-foto yang didapat dari badan intelegen). Dua orang menembak pistol. Ini sasarannya, dan ini foto saya dengan perkenaan tembakan di wilayah muka saya, dan banyak lagi. Ini intelegen, ada rekaman videonya, ada rekaman gambarnya, bukan fitnah bukan isu. Saya mendapatkan laporan ini beberapa saat yang lalu.</p>
<p>Masih berkaitan dengan intelegen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Adapula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ini intelegen bukan rumah bukan isu, bukan gosip. Ada pernyataan kita bikin Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu.</p>
<p>Dan puluhan intelegen lain yang sekarang berada di pihak yang berwenang, tadi pagi terus terang sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Tapi, Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum steril, masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman setiap saat bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik. Tetapi tentu hidup dan mati tentu di tangan Allah SWT, tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya, untuk rakyat untuk negara ini. Dan karena pengaman Presiden itu berada di pundak TNI saya yakin TNI telah mengambil langkah-langkah seperlunya.</p>
<p>Terhadap semua intelegen itu saudara-saudara, apakah terkait dengan aksi pemboman hari ini atau tidak terkait, saya menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugasnya dengan benar, objectif tegas dan dapat dipertanggungjawabkan, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait ancaman-ancaman yang tadi itu, dengan aksi pemboman hari ini, tetaplah harus dicegah, harus dihentikan, karena anarki, tindakan kekerasan, pengrusakan, tindakan melawan hukum bukan karakter demokrasi, bukan karakter negara hukum. Sangat jelas, atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, mengutuk keras aksi teror yang keji ini, saya juga sangat-sangat prihatin dengan kejadian ini.</p>
<p>Barangkali atau biasanya dalam keadaan seperti ini, banyak diantara kita yang kurang berani menyampaikan kecaman dan kutukannya, barangkali karena pertimbangan politik. Saya dengan bahasa terang harus menyampaikan seperti itu, karena demikian amanah saya sebagai Kepala Negara.</p>
<p>Mengapa saya sangat-sangat prihatin? Pertama, saudara tahu lima tahun terakhir ini ekonomim kita tumbuh dengan baik, dunia usaha, kepariwisataan, swasembada pangan, investasi, perdagangan, sektor riil semua bergerak, meskipun kita menghadapi krisis-krisis global yang datang silih berganti. Yang kedua satu minggu terakhir ini saja, nilai saham kita menguat tajam, nilai tukar rupiah juga menguat. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, kesejahteraan rakyat kita sesungguhnya secara bertahap terus juga meningkat, termasuk dapat dilaksanakannya program-program penanggulangan kemiskinan, program-program pengurangan pengangguran atau yang sering saya sebut dengan program pro rakyat.</p>
<p>Semua itu terjadi saudara-saudara, karena tahun-tahun terakhir ini negara kita benar-benar aman dan damai. Sehingga disamping ekonomi tumbuh, rakyat kita diseluruh pelosok Tanah Air, bisa bekerja, bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang, bebas dari rasa ketakutan. Sementara itu citra kita di mata dunia tahun-tahun terakhir ini juga makin meningkat, karena dunia menilai negara kita makin aman, tertib dan damai. Negara kita memiliki kehidupan demokrasi yang makin mekar, serta penghormatan kepada Hak Azasi Manusia yang makin baik, negara yang ekonominya juga tumbuh, dan negara yang berperan dalam percaturan global. Bahkan, ini yang sangat memilukan, sebenarnya kalau tidak ada kejadian ini, klub Sepak bola terkenal di dunia, Manchaster United, berencana untuk bermain di Jakarta.</p>
<p>(Diam&#8230;)</p>
<p>Saudara-saudara dengan aksi-aksi teror yang keji dan tidak bertanggungjawab ini, apa yang kita bangun hampir lima tahun terakhir ini, oleh kerja keras dan tetesan keringat seluruh rakyat Indonesia, lagi-lagi harus mengalami goncangan dan kemunduran. Lagi-lagi dampak buruknya harus dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia, minus mereka-mereka yang melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab itu.</p>
<p>Oleh karena itu, kebenaran dan keadilan, serta tegakknya hukum harus diwujudkan. Saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang sangat saya cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pemboman ini, berikut otak dan penggeraknya ataupun kejahatan-kejahatan lain yang mungkin atau dapat terjadi di negeri kita sekarang ini.</p>
<p>Kepada Polri, TNI, BIN, termasuk para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya minta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terus berusaha keras mencegah aksi-aksi teror. Dan kemudian yang lebih penting lagi, para penegak hukum harus betul-betul mencari, menangkap dan mengadili para pelaku, para penggerak, dan otak dibelakang kekerasan ini.</p>
<p>Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita.</p>
<p>Agar tugas untuk mencegah dan memberantas terorisme ini serta kejahatan-kejahatan yang lain dapat dilaksanakan dengan baik, intelegen harus benar-benar tajam. Pencegahan harus benar-benar efektif. Polri, BIN, TNI harus benar-benar bersinergi sikap lengah dan menganggap ringan sesuatu harus dibuang jauh-jauh. Ini amanah kita kepada rakyat, kepada negara.</p>
<p>Kepada rakyat Indonesia seraya juga meningkatkan kewaspadaan tetaplah menjalankan provesi dan kehidupan saudara secara normal. Jika ada keganjilan, segera beritahu Polri. Jangan biarkan kaum teroris beserta otaknya berkeliaran di sekeliling saudara. Saudarapun bisa menjadi korban setiap saat manakala kaum teroris itu dibiarkan merancang lagi aksi-aksi terornya di negeri kita ini. Selanjutnya kedepan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, seluruh komponen bangsa, untuk marilah kita lebih bersatu dan menjaga keamanan dan perdamaian di negeri ini.</p>
<p>Bangsa manapun, agama apapun, kita semua tidak membenarkan terorisme, apapun motif dan alasannya. Jangan ragu-ragu, jangan setengah hati, dan jangan takut, untuk mencegah dan memberantas terorisme. Sementara itu aksi teror yang terjadi hari ini jangan pula menghalangi semangat dan upaya kita untuk membangun dan memajukan negara kita ini. Kita terus berjuang dan membikin lebih baik, demokrasi dan penghormatan HAM lebih baik, penegakan hukum, pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.</p>
<p>Memang ada kerusakan akibat aksi terorisme hari ini, mari bersama-sama kita perbaiki dan kemudian mari kita terus bangkit dan maju kembali. Kita bangsa, negara, rakyat tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme. Tidak boleh membiarkan kekerasan, ektrimitas dan kejahatan-kejahatan lain, terus tumbuh di negeri ini. Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT akan melindungi kehidupan bangsa Indonesia. Dan dengan memohon ridha Allah, SWT saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, saya akan terus berada di depan, untuk menghadapi ancaman dan tangangan ini, serta untuk mengemban tugas yang berat namun mulia ini.</p>
<p>Demikian pernyataan saya, terimakasih, Wassalamualaikum Wr Wb.</p>
<p>(Sumber: http://sumbawanews.com/berita/utama/inilah-transkrip-lengkap-pernyataan-sby-tentang-bom-kuningan.html)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/12254-18072009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>H Tatang Hidayat: Ada Kepentingan yang Lebih Besar Dari Sekedar Pilpres</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/11979-07072009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/11979-07072009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 04:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Maklumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gp-ansor.org/?p=11979</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (Ansor Online): Pertaruhan Indonesia lima tahun ke depan akan ditentukan pada esok hari, Rabu 8 Juli 2009. Kearifan dan kedewasaan kandidat Capres dan Cawapres serta pemilih merupakan kunci suksesnya Pilpres yang menghabiskan dana tidak sedikit itu. &#8220;Mari kita hormati perbedaan dengan sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Kita tidak mengharapkan perbedaan pilihan menjadi ajang persaingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-11980   aligncenter" title="wawabcara-h-tatang" src="http://www.gp-ansor.org/wp-content/uploads/2009/07/wawabcara-h-tatang.jpg" alt="wawabcara-h-tatang" width="382" height="340" align="center" /></p>
<p>Jakarta (Ansor Online): Pertaruhan Indonesia lima tahun ke depan akan ditentukan pada esok hari, Rabu 8 Juli 2009. Kearifan dan kedewasaan kandidat Capres dan Cawapres serta pemilih merupakan kunci suksesnya Pilpres yang menghabiskan dana tidak sedikit itu.</p>
<p>&#8220;Mari kita hormati perbedaan dengan sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Kita tidak mengharapkan perbedaan pilihan menjadi ajang persaingan yang tidak <em>fair</em>, memprovokasi dan mengadu domba sesama rakyat Indonesia&#8221;. Demikian antara lain pernyataan H Tatang Hidayat, Plt Ketua Umum PP GP Ansor dalam rangka menyonsong pelaksanaan Pilpres.</p>
<p>Selanjutnya Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser itu juga menyatakan bahwa ada kepentingan yang lebih besar dari sekedar Pilpres, yakni menjaga stabilitas negara Indonesia agar tetap kondusif.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dikedepankan, dijaga dan dipelihara dengan baik,&#8221; tegasnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/11979-07072009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doktrin Aswaja di Bidang Sosial-Politik</title>
		<link>http://gp-ansor.org/opini/11589-21062009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/opini/11589-21062009.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 04:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gp-ansor.org/?p=11589</guid>
		<description><![CDATA[KH Said Aqil Siradj: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta (Ansor Online): Berdirinya suatu negara merupakan suatu keharusan dalam suatu komunitas umat (Islam). Negara tersebut dimaksudkan untuk mengayomi kehidupan umat, melayani mereka serta menjaga kemaslahatan bersama (maslahah musytarakah). Keharusan ini bagi faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) hanyalah sebatas kewajiban fakultatif (fardhu kifayah) saja, sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-11590" title="said-aqiel-siradj" src="http://www.gp-ansor.org/wp-content/uploads/2009/06/said-aqiel-siradj-300x297.jpg" alt="said-aqiel-siradj" width="300" height="297" align="left" />KH Said Aqil Siradj: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)</p>
<p>Jakarta (Ansor Online): Berdirinya suatu negara merupakan suatu keharusan dalam suatu komunitas umat (Islam). Negara tersebut dimaksudkan untuk mengayomi kehidupan umat, melayani mereka serta menjaga kemaslahatan bersama (maslahah musytarakah). Keharusan ini bagi faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) hanyalah sebatas kewajiban fakultatif (fardhu kifayah) saja, sehingga –sebagaimana mengurus jenazah– jika sebagian orang sudah mengurus berdirinya negara, maka gugurlah kewajiban lainnya.</p>
<p>Oleh karena itu, konsep berdirinya negara (imamah) dalam Aswaja tidaklah termasuk salah satu pilar (rukun) keimanan sebagaiman yang diyakini oleh Syi&#8217;ah. Namun, Aswaja juga tidak membiarkan yang diakui oleh umat (rakyat). Hal ini berbeda dengan Khawarij yang membolehkan komunitas umat Islam tanpa adanya seorang Imam apabila umat itu sudah bisa mengatur dirinya sendiri.</p>
<p><span id="more-11589"></span>Aswaja tidak memiliki patokan yang baku tentang negara. Suatu negara diberi kebebasan menentukan bentuk pemerintahannya, bisa demokrasi, kerajaan, teokrasi ataupun bentuk yang lainnya. Aswaja hanya memberikan kriteria (syarat-syarat) yang harus dipenuhi oleh suatu negara. Sepanjang persyaratan tegaknya negara tersebut terpenuhi, maka negara tersebut bisa diterima sebagai pemerintahan yang sah dengan tidak mempedulikan bentuk negara tersebut. Sebaliknya, meskipun suatu negara memakai bendera Islam, tetapi di dalamnya terjadi banyak penyimpangan dan penyelewengan serta menginjak-injak sistem pemerintahan yang berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka praktik semacam itu tidaklah dibenarkan dalam Aswaja.</p>
<p>Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu negara tersebut adalah:</p>
<p>a. Prinsip Syura (Musyawarah)</p>
<p>Prinsip ini didasarkan pada firman Allah QS asy-Syura 42: 36-39:</p>
<p>فَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ. وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ. وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنتَصِرُونَ</p>
<p>Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia, dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka. Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan lalim mereka membela diri.</p>
<p>Menurut ayat di atas, syura merupakan ajaran yang setara dengan iman kepada Allah (iman billah), tawakal, menghindari dosa-dosa besar (ijtinabul kaba&#8217;ir), memberi ma&#8217;af setelah marah, memenuhi titah ilahi, mendirikan shalat, memberikan sedekah, dan lain sebagainya. Seakan-akan musyawarah merupakan suatu bagian integral dan hakekat Iman dan Islam.</p>
<p>b. Al-&#8217;Adl (Keadilan)</p>
<p>Menegakkan keadilan merupakan suatu keharusan dalam Islam terutama bagi penguasa (wulat) dan para pemimpin pemerintahan (hukkam) terhadap rakyat dan umat yang dipimpin. Hal ini didasarkan kepada QS An-Nisa&#8217; 4:58</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَاراً كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوداً غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَزِيزاً حَكِيماً</p>
<p>Sesungguhnya Allah meyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanyaa dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat.</p>
<p>c. Al-Hurriyyah (Kebebasan)</p>
<p>Kebebasan dimaksudkan sebagai suatu jaminan bagi rakyat (umat) agar dapat melakukan hak-hak mereka. Hakhak tersebut dalam syari&#8217;at dikemas dalam al-Ushul al­Khams (lima prinsip pokok) yang menjadi kebutuhan primer (dharuri) bagi setiap insan. Kelima prinsip tersebut adalah:</p>
<p>a) Hifzhun Nafs, yaitu jaminan atas jiwa (kehidupan) yang dirniliki warga negara (rakyat).<br />
b) Hifzhud Din, yaitu jaminan kepada warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.<br />
c) Hifzhul Mal, yaitu jaminan terhadap keselamatan harta benda yang dirniliki oleh warga negara.<br />
d) Hifzhun Nasl, yaitu jaminan terhadap asal-usul, identitas, garis keturunan setiap warga negara.<br />
e) Hifzhul &#8216;lrdh, yaitu jaminan terhadap harga diri, kehormatan, profesi, pekerjaan ataupun kedudukan setiap warga negara.</p>
<p>Kelima prinsip di atas beserta uraian derivatifnya dalam era sekarang ini lebih menyerupai Hak Asasi Manusia (HAM).</p>
<p>d. Al-Musawah (Kesetaraan Derajat)</p>
<p>Semua warga negara haruslah mendapat perlakuan yang sama. Semua warga negara memiliki kewajiban dan hak yang sama pula. Sistem kasta atau pemihakan terhadap golongan, ras, jenis kelamin atau pemeluk agama tetlentu tidaklah dibenarkan.</p>
<p>Dari beberapa syarat tersebut tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya sistem pemerintahan yang mendekati kriteria di atas adalah sistem demokrasi. Demokrasi yang dimaksud adalah sistem pemerintahan yang bertumpu kepada kedaulatan rakyat. Jadi kekuasaan negara sepenuhnya berada di tangan rakyat (civil sociery) sebagai amanat dari Allah.</p>
<p>Harus kita akui, bahwa istilah &#8220;demokrasi&#8221; tidak pemah dijumpai dalam bahasa Al-Qur’an maupun wacana hukum Islam klasik. Istilah tersebut diadopsi dari para negarawan di Eropa. Namun, harus diakui bahwa nilainilai yang terkandung di dalamnya banyak menyerupai prinsip-prinsip yang harus ditegakkan dalam berbangsa dan bernegara menurut Aswaja.</p>
<p>Dalam era globalisasi di mana kondisi percaturan politik dan kehidupan umat manusia banyak mengalami perubahan yang mendasar, misalnya kalau dulu dikenal komunitas kabilah, saat ini sudah tidak dikenallagi bahkan kondisi umat manusia sudah menjadi &#8220;perkampungan dunia&#8221;, maka demokrasi harus dapat ditegakkan.</p>
<p>Pada masa lalu banyak banyak ditemui ghanimah (harta rampasan perang) sebagai suatu perekonomian negara. Sedangkan pada saat ini sistem perekonomian tersebut sudah tidak dikenal lagi. Perekonomian negara banyak diambil dari pajak dan pungutan lainnya. Begitu pula jika pada tempo dulu aqidah merupakan sentral kekuatan pemikiran, maka saat ini aqidah bukanlah merupakan satu­satunya sumber pijakan. Umat sudah banyak berubah kepada pemahaman aqidah yang bersifat plural.</p>
<p>Dengan demikian, pemekaran pemikiran umat Islam haruslah tidak dianggap sebagai sesuatu hal yang remeh dan enteng, jika umat Islam tidak ingin tertinggal oleh bangsa-bangsa di muka bumi ini. Tentu hal ini mengundang konsekuensi yang mendasar bagi umat Islam sebab pemekaran terse but pasti banyak mengubah wacana pemikiran yang sudah ada (salaf/klasik) dan umat Islam harus secara dewasa menerima transformasi tersebut sepanjang tidak bertabrakan dengan hal-hal yang sudah paten (qath&#8217;iy). Sebagai contoh, dalam kehidupan bemegara (baca: demokrasi), umat Islam harus dapat menerima seorang pemimpin (presiden) dari kalangan non-muslim atau wanita.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/opini/11589-21062009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah 5 Merek Abon &amp; Dendeng Mengandung Babi</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/10201-17042009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/10201-17042009.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 01:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Maklumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gp-ansor.org/?p=10201</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (GP-Ansor):  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan lima merek olahan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang positif DNA mengandung babi. Berikut lima merek abon dan dendeng sapi yang mengandung daging babi yang telah diperiksa dengan menggunakan The real-time PCR (polymerase chain reaction), seperti yang diumumkan oleh Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin. 1. Dendeng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-10210" title="abon-sapi" src="http://www.gp-ansor.org/wp-content/uploads/2009/04/abon-sapi.jpg" alt="abon-sapi" width="298" height="224" align="left" />Jakarta (GP-Ansor):  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan lima merek olahan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang positif DNA mengandung babi.</p>
<p>Berikut lima merek abon dan dendeng sapi yang mengandung daging babi yang telah diperiksa dengan menggunakan The real-time PCR (polymerase chain reaction), seperti yang diumumkan oleh Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin.</p>
<p><span id="more-10201"></span>1. Dendeng cap kepala sapi 250 gram dengan produsen tidak diketahui.<br />
2. Abon dan dendeng sapi cap Limas 100 gram dengan produsen fiktif.<br />
3. Abon dan dendeng rasa sapi asli cap A.C.C yang produsennya tidak diketahui.<br />
4. Dendeng sapi Istimewa merek Beef Jekrey &#8220;Lezat&#8221; diproduksi oleh MDC Food Surabaya.<br />
5. Dendeng sapi Istimewa No. 1 cap 999 diproduksi S. Hendropurnomo Malang.</p>
<p>Husniah mengatakan, dendeng sapi tersebut termasuk olahan pangan industri rumah tangga (PIRT), yang izin edarnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-10217" title="dendeng-sapi-babi" src="http://www.gp-ansor.org/wp-content/uploads/2009/04/dendeng-sapi-babi.jpg" alt="dendeng-sapi-babi" width="206" height="240" align="left" />&#8220;Sehingga penarikan dan pemusnahannya dilakukan oleh pemda,&#8221; ujarnya saat ditemui di Kantor BPOM Jalan Percetakan Negara 23, Kamis (16/4/2009).</p>
<p>BPOM juga berkoordinasi dengan Pemda tentang olahan rumah tangga, guna melindungi masyarakat dari produk. Dia menambahkan, bagi yang menemukan dapat berikan informasi ke Badan Pom melalui unit pelayanan konsumen, dengan nomor telepon (021) 426 3333 &#8211; 321 99000. (oz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/10201-17042009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Sikap KBNU Jawa Timur: Damai Pasca Pilgub Jatim</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/8379-29012009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/8379-29012009.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 02:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Maklumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gp-ansor.org/?p=8379</guid>
		<description><![CDATA[Press Release PERNYATAAN SIKAP BERSAMA KELUARGA BESAR NAHDLATUL ULAMA JAWA TIMUR DAMAI PASCA PILGUB JATIM Pemilihan Gubernur (PILGUB) Jatim merupakan bagian dari proses demokratisasi sebagai Amanat Reformasi yang di perjuangkan kaum muda pada tahun 1998 sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat masyarakat yang berdaulat. Oleh karena itu Amanat ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Press Release</p>
<p>PERNYATAAN SIKAP BERSAMA<br />
KELUARGA BESAR NAHDLATUL ULAMA<br />
JAWA TIMUR</p>
<p>DAMAI PASCA PILGUB JATIM</p>
<p>Pemilihan Gubernur (PILGUB) Jatim merupakan bagian dari proses demokratisasi sebagai Amanat Reformasi yang di perjuangkan kaum muda pada tahun 1998 sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat masyarakat yang berdaulat. Oleh karena itu Amanat ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Indonesia.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa  PILGUB Jawa Timur adalah â€˜gaweâ€™ bersama masyarakat Jatim. Oleh karena itulah potensi tarik-menarik dan gesekan-gesekan kepentingan diantara elemen masyarakat sangat mungkin terjadi dan dapat berdampak negative bagi keutuhan Jawa Timur kedepan. Selangkah lagi tahapan PILGUB Jatim usai setelah dilaluinya putaran ekstra PILGUB Jatim pada tanggal 21 Januari 2009 di Sampang dan Bangkalan yang rencananya akan dihitung dan direkap secara manual oleh KPU Jatim pada tanggal akhir bulan ini. Ini berarti segera dapat kita ketahui siapa diantara pasangan Khofifah-Mujiono (Kaji-Manteb) dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang terpilih sebagi Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur 5 tahun ke depan. Meski  untuk itu melalui perjalanan panjang bahkan tercatat sebagai pemilihan kepala daerah terpanjang dan melelahkan dengan 2 putaran dan 1 putaran ekstra setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan penghitungan ulang di Pamekasan dan pemungutan di Sampang dan Bangkalan.<br />
<span id="more-8379"></span>Selesainya hajatan PILGUB Jatim yang sangat menguras energi dan melelahkan dan menjadi catatan pertama sebagai Pemilihan terpanjang sepanjang sejarah Pemilu, harus menjadi momentum penting bagi masyarakat Jatim untuk secara bersama-sama, bahu-membahu masyarakat dan pemerintah untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dalam membangun Jawa Timur yang sejahtera, mandiri, dan bermartabat. Sudah saatnya kita semua menanggalkan egoisme masing masing demi mencapai cita-cita bersama. Bahwa hasil PILGUB Jatim tidak dapat memuaskan semua pihak itu pasti, karena dalam pemilihan tentu ada yang terpilih sebagai pemenang dan ada yang kalah. Yang terpilih tidak menyombongkan diri sedangkan yang kalah tidak apatis. Semua pihak, baik yang kalah maupun yang menang dapat menerima dengan legowo, saling menghormati dan dapat bergandengan tangan bersama-sama membangun Jawa Timur, karena itu merupakan esensi dari tujuan dilaksanakannya Pemilihan Gubernur dan wakilnya dalam sebuah proses demokrasi. Harga untuk terlaksananya demokrasi di Jawa Timur memang sangatlah mahal, hingga membutuhkan anggaran tidak kurang dari 1/5 APBD Jatim untuk terpilihnya pasangan Gubernur dan wakilnya. Namun masa depan Jatim tentu lebih mahal untuk dipertaruhkan. Dan itu menjadi tanggung jawab bersama baik bagi yang menang maupun yang kalah serta seluruh elemen masyarakat Jatim lainya. Oleh karenanya dengan semangat dan kebersamaan Jatim kedepan tentu akan menjadi lebih baik dan maju.</p>
<p>Semangat dan kebersamaan harus dibangun mulai dari tingkat elit hingga masyarakat di lapisan paling bawah. Untuk mewujudkan semangat dan kebersamaan itu dibutuhkan kesadaran dan peran bersama seluruh elemen masyarakat terutama warga Nahdlatul Ulama (NU). ini dikarenakan masyarakat Jatim sangat lekat dengan kultur NU dan mayoritasnya adalah Nahdliyyin. Hal itu, juga tercermin pada hampir semua pasangan dari 5 calon Gubernur dan Wakilnya dalam PILGUB Jatim berlatar belakang NU, bahkan secara kultur kesemuanya adalah Nahdliyyin. Karena itu pula tarik menarik di NU baik pada tingkat struktur maupun basis massanya (nahdliyyin) begitu kuat terasa. Meski pada dasarnya NU bukanlah organisasi politik dan keterlibatan NU hanya secara kultural saja, posisi antara. Namun karena dilakukan secara kolektif, maka potensi konflik di NU menjadi sangat terbuka. Aksi dukung mendukung itu berdampak pada terbelahnya keutuhan NU baik pada organ induk NU, Banom (badan otonom) maupun pada organ-organ yang berlatar belakang NU.</p>
<p>Saat ini  PILGUB telah usai dan sebentar lagi akan terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2009-2014 yang dapat dipastikan bahwa siapapun yang terpilih diantara Kaji Manteb dan Karsa adalah representasi kemenangan Nahliyyin. Untuk itu tidak perlu lagi ada perdebatan dan saling mencibir diantara sesama nahdliyyin yang sebelumnya mendukung pasangan berbeda, karena siapapun yang menang adalah kemenangan NU dan kemenangan masyarakat Jatim pada umumnya. Kini yang dibutuhkan adalah berbesar hati menerima hasil PILGUB Jatim dengan legowo, kembali membangun keutuhan NU dan bersatu padu dalam memperjuangkan nilai-nilai Ahlu Sunnah wal Jamaâ€™ah dan meningkatkan harkat dan martabat nahdliyyin.</p>
<p>Oleh karena itu, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Jawa Timur bersama dengan elemen Organisasi Kepemudaan menyerukan :<br />
1. Kepada dua pasangan Cagub dan Cawagub bersama tim pemenangannya untuk mematuhi aturan perundang-undangan yang ada serta bisa menahan diri tidak melakukan provokasi-provokasi yang pada akhirnya akan memicu situasi yang semakin tidak kondusif dan bisa merusak citra demokratisasi di Jawa Timur.<br />
2. Dapat menerima dengan legowo dan menghormati semua keputusan KPU Jatim  tentang hasil rekapitulasi PILGUB Jatim dan tidak lagi terjadi saling gugat yang menyebabkan semakin panjangnya tahapan PILGUB Jatim.<br />
3. Menyerukan kepada seluruh masyarakat Jatim untuk tetap menjaga kondusifitas Jawa Timur paska PILGUB, Pileg dan PILPRES mendatang serta bersama-sama membangun Jawa Timur yang lebih baik.<br />
4. Kepada Komunitas Nahdlatul Ulama agar segera melakukan rekonsiliasi dan rekonsilidasi struktural dan kultural NU dan bersatu untuk kembali pada semangat memperjuangan nilai-nilai ahlus sunnah wal jamaâ€™ah dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Juru Bicara<br />
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU)</p>
<p>Makrus Nadhori</p>
<p>Surabaya, 27 Januari 2008<br />
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU):<br />
1. Makrus Nadhori 	-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),<br />
2. Suud Fuadi 		- Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU),<br />
3. Qomar  		- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU),<br />
4. M. Rizal 		- Badan Eksekutif Mahasiswa Nahdlatul Ulama (BEM NU),<br />
5. M. Didik  		- Kelompok Kerja Nahdliyin (KKN),<br />
6. Muhid Jaelani	- Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU),<br />
7. Syukron Dossi	- Forum Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (FIMNU),<br />
8. Ali Hasan S		- Pusat Kajian Nahdlatul Ulama (Pusaka NU),<br />
9. Fauzan Fuadi		- Forum Silaturrahmi Santri Nahdlatul Ulama (FSSNU),<br />
10.Fakhry Firmansyah	- Jurnalis Independen Nahdlatul Ulama (JINU)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/8379-29012009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/8093-16012009.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/8093-16012009.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 02:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Maklumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=8093</guid>
		<description><![CDATA[PENGANTAR Para kiai dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama NU yang digelar di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Tuntang, Semarang, Senin (12/1) lalu mengingatkan para kader NU yang terjun dalam bidang politik untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU. Para ulama menyoroti ulah sebagian warga NU yang terjun ke politik praktis yang dalam praktik tindakannya justru melenceng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGANTAR</p>
<p>Para kiai dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama NU yang digelar di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Tuntang, Semarang, Senin (12/1) lalu mengingatkan para kader NU yang terjun dalam bidang politik untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU.</p>
<p>Para ulama menyoroti ulah sebagian warga NU yang terjun ke politik praktis yang dalam praktik tindakannya justru melenceng dari cita-cita NU. &#8220;Kami sudah berkali-kali mengingatkan kepada warga NU yang berpolitik itu. Namun, mereka langgar juga. Memang tidak ada sanksinya secara tegas. NU itu bukan negara sehingga jelas tidak memiliki polisi. Sanksinya hanya sanksi moral,&#8221; kata KH Musthofa Bisri (Gus Mus) membacakan hasil silaturrahmi.</p>
<p>Meski pelanggaran itu selalu terulang setiap menjelang pemilu, kata kiai asal Rembang itu, para ulama juga senantiasa mengingatkan para warga NU yang terjun ke politik agar selalu mentaati pedoman berpolitik yang berisi sembilan butir sesuai hasil Muktamar XVIII di Yogyakarta.</p>
<p>Pertemuan itu dihadiri belasan kiai sepuh karismatik dari beberapa daerah, seperti KH Munif Zuhri (Demak), KH Dimyati Rois (Kendal), KH Mahfudz Ridwan (Salatiga), KH Masruri Mughni (Brebes), KH Azhari Abta (Yogya), KH Muchlas Dimyati, KH Thantowi Musyaddad (Garut), KH Aziz Mansyur (Jombang), KH Miftachul Akhyar (Surabaya), dan KH Sadid Jauhari (Jember).<br />
Sembilan Butir Pedoman Berpolitik Warga NU<br />
Sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU yang dicetuskan dalam Muktamar NU XVIII di Krapyak Yogyakarta tahun 1989:</p>
<p>1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945;</p>
<p>2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat;</p>
<p>3. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama;</p>
<p>4. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan moral, etika, dan budaya yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;</p>
<p>5. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan peraturan dan norma-norma yang disepakati serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama;</p>
<p>6. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaq al karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah;</p>
<p>7. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama, dengan dalih apa pun, tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan;<br />
8. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu&#8217; dan saling menghargai satu sama lain, sehingga di dalam berpolitik itu tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama;</p>
<p>9. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyatukan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/8093-16012009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumunan Untuk Caleg Warga Ansor</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/7208-25112008.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/7208-25112008.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 09:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=7208</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Sahabat dan warga Ansor dimanapun berada yang menjadiÂ  caleg Pemilu 2009, dengan ini dimohon kesediaannya mengirimkan biodata/profile diri plus foto ke redaksi@gp-ansor.orgÂ  untuk selanjutnya akan diposting pada halaman khusus pada website ini. Data kami tunggu sampai minggu I Pebruari 2009. Layanan ini merupakan sarana untuk sosialisasi/promosi gratis bagi sahabat dan warga Ansor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</em></p>
<p>Sahabat dan warga Ansor dimanapun berada yang menjadiÂ  caleg Pemilu 2009, dengan ini dimohon kesediaannya mengirimkan biodata/profile diri plus foto ke redaksi@gp-ansor.orgÂ  untuk selanjutnya akan diposting pada halaman khusus pada website ini. Data kami tunggu sampai minggu I Pebruari 2009.</p>
<p>Layanan ini merupakan sarana untuk sosialisasi/promosi gratis bagi sahabat dan warga Ansor yang menjadi Caleg, baik DPR RI, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota.</p>
<p>Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kesediaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih.</p>
<p><em>Wallahul Muwafik Illa Ahwamittaurieg Wassalamuâ€™alaikum Wr. Wb.</em></p>
<p>Redaksi GP Ansor Online</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/7208-25112008.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERNYATAAN SIKAP KELUARGA BESAR GP ANSOR</title>
		<link>http://gp-ansor.org/maklumat/6936-06112008.html</link>
		<comments>http://gp-ansor.org/maklumat/6936-06112008.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Maklumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gp-ansor.org/?p=6936</guid>
		<description><![CDATA[(Terkait Pemberian Penghargaan Gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Tomo dan Pilgub Jawa Timur Putaran ke 2) 1. Keluarga Besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor beserta masyarakat Surabaya dan Jawa Timur mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan penghargaan kepada Bapak H Soetomo (Bung Tomo) sebagai Pahlawan Nasional. 2. Keluarga Besar GP Ansor mengucapkan terimakasih dan penghargaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Terkait Pemberian Penghargaan Gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Tomo dan Pilgub Jawa Timur Putaran ke 2)</p>
<p><a href="http://gp-ansor.org/wp-content/uploads/2008/11/pernyataan-sikap.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-6937" title="pernyataan-sikap" src="http://gp-ansor.org/wp-content/uploads/2008/11/pernyataan-sikap-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" align="left" /></a>1. Keluarga Besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor beserta masyarakat Surabaya dan Jawa Timur mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan penghargaan kepada Bapak H Soetomo (Bung Tomo) sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p>2. Keluarga Besar GP Ansor mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak sehingga pelaksanaan pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran ke 2 dapat berjalan dengan aman, lancar, sukses dan tidak ada gangguan apapun.</p>
<p>3. Keluarga Besar GP Ansor berharap agar semua pihak dan seluruh masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penghitungan manual yang akan dilakukan oleh KPUD Jawa Timur dalam menentukan siapa yang akan memimpin Jawa Timur untuk periode 5 tahun ke depan.</p>
<p>4. Menghimbau kepada ormas, orpol, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak memprovokasi dan ataupun terprovokasi, baik dengan tindakan, maupun ucapan terhadap masyarakat. Memberikan dukungan dan tidak berprasangka buruk kepada kepada petugas. Serta memberikan dukungan kepada petugas untuk bekerja menyelesaikan tahapan penghitungan suara dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi.</p>
<p>Surabaya, 6 Nopember 2008</p>
<p>Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ansor</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gp-ansor.org/maklumat/6936-06112008.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
