Surabaya (GP-Ansor): Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) bakal mencalonkan Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, sebagai Cagub Jatim pada Pilgub Jatim Juli mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali di Surabaya, Kamis (27/3), usai menghadiri Rapat Anggota Tahunan Puskowan yang turut dihadiri Khofifah Indar Parawansa dan Ketua DPW PPP Jatim, Farid Al Fauzi.
“Memang ada desakan kuat dari internal PPP untuk mengusung Khofifah, untuk dipertimbangkan secara sungguh-sungguh apakah mungkin dicalonkan sebagai Jatim satu pada Pilgub,” katanya.
Surya mengatakan, kebanyakan dari pengurus PPP menilai peluang tersebut ada karena dari segi integritas kemasyarakatan dan keagamaan tidak diragukan.
“Pengalamannya selaku menteri, anggota DPR RI merupakan modal penting untuk menjadikan Jatim lebih baik pada masa mendatang, faktor lain beliau perempuan, dia satu-satunya calon perempuan kalau peluang itu ada, dia diharapkan punya nilai tambah dalam pencalonan yang akan datang,” katanya.
Surya mengatakan, Khofifah merupakan pemimpin ormas Islam terbesar, Muslimat NU, sehingga tentunya setidaknya ada dua hal yang diharapkan yakni pengalaman mengelola ormas bisa diimplementasilkan dalam pembangunan Jatim, kedua dukungan kaum perempuan diharapkan bisa lebih besar. “Pengorbanannya luar biasa dan ada hasil-hasil yang tidak bisa diabaikan,” katanya.
Menurut Surya, PPP masih memerlukan waktu satu minggu hingga sepuluh hari untuk memutuskan apakah Khofifah dicalonkan sebagai Cagub Jatim atau mengabdi di bidang lain.
“Mbak Khofifah masuk prioritas pertama, yang lain tak bisa disebutkan. Tentang koalisi nanti akan dibuka satu sampai 10 hari lagi,” katanya.
Ditanya tentang banyak pihak yang tidak setuju dengan calon perempuan, dia mengatakan tidak ada masalah perempuan maju dalam Pilgub. “Pemimpin perempuan yang diperdebatkan itu Presiden, di Jatim ada dua bupati perempuan, di Tuban dan Banyuwangi. Gubernur dan bupati ndak ada masalah,” katanya.
Tentang Cawagub yang akan mendampingi Khofifah, dia mengatakan semua masih dalam kajian. “Kalau PPP sudah menetapkan Khofifah, artinya wakilnya akan diserahkan ke Khofifah,” katanya.
Khofifah ketika dimintai tanggapan pencalonannya mengatakan pihaknya masih menunggu kecukupan syarat minimum. “Syarat minimum jangan pas-pas amat, setelah itu saya akan silaturahmi dengan media, komentar saya nunggu sampai terpenuhi semua,” katanya. (ant/wg)
Untuk meyakinkan khalayak,Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali tampil bareng Khofifah pada rapat anggota tahunan (RAT) Pusat Koperasi Wanita Jatim di Hotel Ibis,Surabaya. Suryadharma berterus terang, desakan di internal PPP untuk sungguh-sungguh mengusung Khofifah memang cukup kuat.
Karenanya, dalam seminggu hingga 10 hari mendatang, partai berlambang Kakbah itu akan segera mengumumkannya. DPP juga menginstruksikan DPW PPP Jatim untuk menjalankan keputusan partai.
â€DPW sudah (diinstruksikan), tapi mau apa tidak tergantung beliau (DPW PPP Jatim),†kata SDA seusai acara. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW PPP Farid Al Fauzi juga menemui SDA. Namun, tak ada pembicaraan khusus dua tokoh ini. Bahkan,Farid pun tak mau memberi komentar apa-apa.
Menurut SDA,Khofifah menjadi prioritas utama dan pertama cagub dari PPP.Bahkan, SDA tak bisa menyebut nama lain yang dicalonkan atau minimal dibahas di internal partai. Ada beberapa alasan mendasar mengapa PPP memilih mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ini. Pertama, Khofifah memiliki integritas kemasyarakatan yang tidak diragukan. Kedua, pengalaman memimpin menjadi modal penting untuk menjadikan Jatim lebih baik.
â€Pengalamannya banyak, pernah menjadi menteri, wakil ketua komisi di DPR, dan sekarang juga masih tercatat sebagai anggota DPR,â€tambahnya. Alasan ketiga, Khofifah merupakan tokoh perempuan yang diharapkan mempunyai nilai tambah. Bisa jadi, katanya, Khofifah menjadi satu-satunya cagub perempuan yang ikut bersaing dalam perhelatan Pilgub 23 Juli mendatang.Keempat,dia merupakan pimpinan organisasi besar,yaitu Muslimat NU.
â€Ada dua hal yang bisa dilihat, yaitu bagaimana dia bisa me-managesebuah or-ganisasi besar yang diimplementasikan untuk pembangunan. Sebagai seorang perempuan, pengorbanan dan perjuangannya luar biasa,â€tegasnya. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi.
Sayangnya, dia belum bisa menyebut partai-partai yang akan diajak bersama-sama memberangkatkan Khofifah. Sekadar diketahui, untuk mencapai 15%, PPP harus menggandeng partai lain. Sebab, perolehan suara PPP di Jatim hanya sekitar 8%. Kabarnya, PKS juga akan mendukung Khofifah sebagai cagub.Hanya, PKS masih terkendala cawagub karena sudah memasang Khofifah dengan Djoko Subroto (mantan Pangdam V Brawijaya).
Sementara itu, pasangan Khofifah adalah Mudjiono (Kasdam V Brawijaya). Menteri Koperasi ini menambahkan, kalau PPP sudah mengusung Khofifah, otomatis cawagubnya menjadi kewenangan Khofifah. SDA juga tidak bisa menyebutkan nama-nama tokoh yang cocok sebagai pasangan Khofifah.Saat disinggung nama Mudjiono (Kasdam V Brawijaya), SDA menyebut masih dipertimbangkan. SDA juga tidak khawatir ada ganjalan dari pihak-pihak tertentu soal pemimpin perempuan.
Menurutnya,pemimpin perempuan yang sempat diperdebatkan itu hanya untuk posisi presiden.Sementara untuk gubernur dan bupati/wali kota, tidak ada masalah. â€Buktinya, di Jatim ada dua bupati perempuan (Tuban dan Banyuwangi),†ujarnya. Khofifah Indar Parawansa yang hadir bersama SDA mengaku masih menunggu kecukupan syarat minimal pencalonan.
Untuk diketahui, seorang calon bisa mendaftarkan diri jika mendapat dukungan minimal 15% suara. â€Setelah syarat itu terpenuhi, baru akan berkomentar,†kata Khofifah. Khofifah yang datang satu mobil dengan SDA itu menuturkan, kehadirannya di forum koperasi itu karena dirinya juga insan koperasi,yaitu Ketua Bidang Koperasi Muslimat yang berbadan hukum.
â€Koperasi Muslimat itu kan yang pertama kali berbadan hukum,â€ungkapnya. Dari PKS diperoleh keterangan, hingga saat ini belum memutuskan untuk memberi dukungan pada cagub tertentu. Namun, komunikasi sangat intens telah dilakukan, khususnya dengan Achmady dan Djoko Subroto.â€Adapun dengan Khofifah, baru sebatas telepon saja,â€kata Humas DPW PKS Jatim Irwan dalam rilisnya kemarin.
Menurutnya, ada kecenderungan dari mayoritas anggota tim optimalisasi musyawarah/ koalisi (TOM) agar PKS mendukung Achmady. Meski demikian, dukungan ke semua calon peluangnya masih sama,sampai dikeluarkannya surat rekomendasi dari DPP. (sindo/wg)