Home Pengetahuan 20 Dalil Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 Dalil Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

21
0
SHARE

Suara NU – 20 Dalil Peringatan Maulid Nabi saw

Hawariy Jabar 2017

1. Peringatan Maulid merupakan salah satu ungkapan rasa bahagia atas nikmat dan rahmat dari Allah SWT. Nabi adalah Nikmat dan Rahmat dari Allah SWT sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an : 

(QS. Anbiya’ : 107)

(QS. Ali Imran )

(QS. Yunus : 58)

2. Bahagia dengan kelahiran Nabi mengundang manfaat dan kebaikan walaupun bagi seorang kafir apalagi bagi muslim yang istiqomah dlm iman dan amal . sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari bahwa Abu Lahab setiap hari senin mendapat keringanan siksa sebab kegembiraannya saat dilahirkannya Nabi SAW.

3. Memperingati, merayakan dan mensyukuri Kelahiran Nabi SAW dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi dengan berpuasa setiap hari senin (HR.Muslim)

4. Nabi mengajarkan kepada umat untuk mengkaitkan waktu dengan peristiwa yang pernah terjadi serta memuliakan dan mengagungkannya. Hal tersebut dapat kita lihat pada anjuran puasa asyuro’

5. Peringatan Maulid memang tidak ada di zaman Nabi, dengan demikian dapat digolongkan Bid’ah (Perkara Baru) tapi Bid’ah Hasanah (baik) seperti hal-nya pengumpulan dan penulisan Al-Qur’an di zaman Khalifah Abubakar dan tarowih berjamaah atas inisiatif Khalifah Umar, juga adzan jum’ah dua kali dari ijtihad Khalifah Usman R.A. Hal tersebut termasuk bid’ah hasanah sbb berdasar kepada hadits 

مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةَ

6. Bersholawat kepada Nabi jelas dianjurkan dalam Al-Qur’an (QS.Al Ahzab 56)

Peringatan Maulid memotivasi Umat untuk bersholawat kepada Nabi. Segala hal yang mendorong kepada perkara yang dianjurkan dalam agama maka hal tersebut termasuk anjuran agama.

7. Dalam acara Maulid dibacakan sejarah, riwayat hidup dan banyak hal terkait dengan Nabi SAW, bukankah umat diperintah untuk mengenal, meneladani dan meniru Nabi? Kitab-kitab Maulid sangat amat efektif untuk mengantar umat melakukan hal-hal tersebut di atas.

8. Mengharap imbalan dengan melakukan apa yang dianjurkan oleh agama terhadap umat atas diri Nabi saw dengan memuji, mengingat dan menjelaskan sifat-sifat serta budi pekerti luhur yang dimiliki Nabi SAW sebagaimana yang dilakukan beberapa sahabat di masa hidup Beliau SAW.

9. Mengenal sejarah dan sifat-sifat mulia Nabi dapat menjadikan sempurna kecintaan dalam hati dan mempertebal iman, hal tersebut diperintahkan dalam agama, dan kita manusia senantiasa condong akan segala yang indah baik halus dan lembut . Adakah makhluk yang lebih sempurna, lebih baik, lebih lembut dan lebih halus dari pada Nabi SAW?

10. Nabi adalah Syi’ar agama bahkan beliau adalah sumber seluruh Syi’ar yang ada dalam islam. Adakah syi’ar yang lebih agung daripada Nabi SAW? mengagungkan Syi’ar merupakan perintah Allah dalam Al-Qur’an sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al Hajj : 32.

11. Mengagungkan Nabi merupakan salah satu ajaran islam, berbahagia di hari kelahirannya dengan berkumpul bersama saudara seiman seagama utamanya kalangan faqir miskin seraya menampakkan kegembiraan dengan berdzikir bersholawat dan membagikan makanan alakadarnya merupakan salah satu ungkapan rasa syukur kepada Allah dan ungkapan penghormatan kepada Baginda Rasul SAW yang memang diajarkan dalam agama

12. Nabi ajarkan kepada umat untuk mengagungkan hari jum’ah sebab di antara keutamaannya adalah diciptakannya Nabi Adam A.S pada hari tersebut.

Jika Jum’ah diagungkan sebab terciptanya salah seorang Nabi (Adam) bagaimana dengan hari dilahirkannya Penghulu para Nabi dan Rasul? Bukannkah hal tersebut lebih utama dan lebih layak untuk diagungkan?

Begitu pula mengagungkan tempat kelahirannya sebagaimana Jibril A.S perintahkan kepada Nabi pada malam Isra’ Mi’raj untuk sholat di Beth Lehem lalu jibril jelaskan jika tempat tersebut adalah tempat dilahirkan Nabi Isa A.S.

13. Peringatan Maulid merupakan perkara yang dinilai baik oleh mayoritas umat islam di seluruh belahan bumi . Selaras dengan riwayat Imam Ahmad dari Sahabat Ibnu Mas’ud R.A : Apa yang dinilai baik oleh umat islam maka hal terseut di sisi Allah adalah baik, begitu pula sebaliknya.

14. Peringatan Maulid adalah satu perkumpulan umat dimana dibacakan di dalamnya Dzikrullah, Sholawat, Pujian dan sanjungan untuk Nabi SAW, disampaikan pula mau’idhoh hasanah serta dilakukan amal Sedekah yang kesemuanya itu adalah ajaran islam.

15. Kisah Para Nabi dan Rasul sengaja diceritakan dalam Al-Qur’an yang di antara tujuannya adalah untuk memantapkan iman islam dan aqidah Nabi SAW, sebagaimana ditegaskan dlm Al-Qur’an QS.Hud : 120

Jika sejarah Para Nabi Rasul mampu memperkuat iman islam dan aqidah Nabi SAW bagaimana dengan sejarah Pemimpin Para Nabi Rasul? dan zaman sekarang ini kita sangat amat butuh akan hal-hal yang mampu menjadikan iman islam serta aqidah kita jauh lebih kuat dan mantap.

16. Tidaklah segala yang tidak dilakukan oleh Nabi itu hukumnya Bid’ah yang haram dan tidak boleh dilakukan oleh umat serta harus dikikis habis, namun seharusnya perkara tersebut dihadapkan terlebih dahulu kepada dalil-dalil agama yang ada agar muncul kejelasan hukum apakah hal tersebut wajib, Sunnah, haram, makruh atau mubah? Kaidah Ushul mengatakan : Penghantar kepada tujuan yang baik dihukumi seperti tujuan yang baik tersebut.

17. Tidak semua perkara baru itu dihukumi Bid’ah dan Haram untuk dilakukan, sebab jika demikian maka pengumpulan dan penulisan Al-Qur’an yang dilakukan oleh Sahabat Abubakar, Umar dan Zaid R.A. dapat digolongkan bid’ah dan haram sebab sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh Nabi, namun kenyataannya tidak seorangpun dari kalangan Sahabat yang protes dan ingkar terhadap kebijakan yang diambil oleh Khalifah Abubakar dan dilanjutkan oleh sahabat Umar, Usman dan Zaid R.A.

18. Imam Syafi’ie : 

Perkara baru yang bertentangan dengan Al-Qur’an / Hadits / Ijma’ itulah yang disebut dengan Bid’ah yang menyesatkan, adapun hal-hal baik yang tidak bertentangan dengan Qur’an Hadits Ijma’ maka hal terseut termasuk hal-hal yang terpuji.

Pendapat Imam Syafi’ie ini selaras dengan pendapat Ulama-ulama Islam yang lain seperti Imam Nawawi, Imam Ibnu Katsir, Imam Al Izz bin Abd. Salam dll.

19. Peringatan Maulid Nabi merupakan upaya untuk mengenang kembali sosok mulia Nabi Muhammad SAW dan hal ini diajarkan dalam agama islam, coba kita lihat dan renungkan betapa kebanyakan amalan-amalan manasik haji dan umroh diwajibkan dalam rangka mengenang Keluarga Bapak para Nabi yaitu Nabi Ibrahim A.S.

20. Semua Amalan yang diperkuat dengan dalil Al-Qur’an Hadits dan tidak tercampuri dengan amalan-amalan munkar maka hal tersebut termasuk dalam ajaran agama.

Wallahu A’lam bis Showab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here