Home Pengetahuan Alumni 212 Klaim Berani Mati Saat Kawal Zulkifli M Ali di Bareskrim

Alumni 212 Klaim Berani Mati Saat Kawal Zulkifli M Ali di Bareskrim

48
0
SHARE

Suara NU – Seorang orator aksi yang digelar Alumni 212 menggertak polisi di kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Hal itu disampaikan saat mengawal pemeriksaan ustaz Zulkifli Muhammad Ali yang terjerat kasus ujaran kebencian.

“Pak polisi lihat, jangan macam-macam sama kami, kami berani mati lawan siapa pun yang berani dengan ulama kami,” kata seorang orator di depan kantor Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Mereka meminta polisi ikut menjaga ulama dan ikut berdakwah. 

Di atas mobil komando, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif menyebut, penetapan status tersangka kepada Zulkifli sebagai bentuk kriminalisasi ulama. 

Dia menilai, ceramah yang disampaikan Zulkifli hanya isyarat agar umat Islam waspada terhadap kejadian yang menimpa Indonesia ke depan. Namun, kata Slamet, pemerintah justru mengambil jalur hukum dengan memidanakan Zulkifli.

“Rupanya pemerintah antikritik, sehingga kritik tersebut dianggap memenuhi delik hukum untuk dipidanakan,” ujar Slamet.

Slamet mengajak umat bersatu untuk mengungkap dalang di balik kejadian ini. Dia pun menyerukan perlawanan hingga 2019.

“Siapa biang kerok di balik rezim anti-dakwah Islamiyah, sampai 2019 kita hancurkan, kita robohkan biang kerok semua ini,” pekik Slamet dalam orasinya.

Bareskrim Polri telah menetapkan Zulkifli sebagai tersangka kasus ujaran kebencian bermuatan SARA. Polisi menyatakan telah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Analis Kebijakan Madya Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo mengatakan, pemeriksaan Zulkifli hari ini terkait kabar bohong yang disebar melalui video pada November 2017.

Pudjo mengatakan, konten ceramah Zulkifli di antaranya berisi informasi terkait jutaan KTP yang dicetak di Perancis dan China, serta informasi pasukan yang akan masuk ke Indonesia.

“Itu berita bohong menyebarkan permasalahan informasi yang kurang benar, yang bisa meresahkan masyarakat,” ujar Pudjo. (pmg/djm)

Sumber: cnnindonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here