Home Pengetahuan Gerindra, PKS dan PAN Gagal Bendung All Jokowi Final di Jawa Timur

Gerindra, PKS dan PAN Gagal Bendung All Jokowi Final di Jawa Timur

31
0
SHARE

Suara NU – Rencana tiga parpol, Partai Gerindra, PAN, dan PKS, untuk berkoalisi mengusung calon gubernur Jawa Timur menguap. Mereka tidak memiliki calon untuk memecah suara dari dua kandidat yang ada, Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengungkap upaya membentuk koalisi tiga parpol ini tak menemukan calon tepat untuk diusung bersama. Mereka lantas memilih jalur politik sendiri.

Dimulai dengan PAN yang memutuskan untuk mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak pada Selasa lalu (9/1/2018). Pasangan ini memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Partai NasDem, Partai Hanura, dan PKPI. Sedangkan Gerindra mengikuti jejak PKS untuk mendukung Saifullah Yusuf bergabung dengan PDIP dan PKB.

“Gerindra mendukung Gus Ipul. Meskipun kita mencoba untuk membangun poros baru namun akhirnya dinamika,” ucap Ferry ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/1/2018).

Koalisi ini pernah berupaya untuk memunculkan calon baru. Beberapa nama seperti Mahfud MD dan Yenny Zannubah Wahid masuk dalam daftar nama yang bakal diajukan. Namun keduanya menolak untuk ikut dalam kontes Pilkada 2018 ini.

Menurut Ferry, masing-masing partai sudah sepakat untuk menentukan sikap sendiri. Tidak ada kesepakatan untuk membagi dukungan. Apalagi, saat ini merupakan tenggat terakhir penentuan pengusungan calon gubernur. Partai Gerindra sendiri merasa lebih dekat dengan PKB karena sama-sama berkoalisi di Pilgub Jawa Tengah.

“Yang ada terutama kemesraan dengan PKB di Jawa Tengah akhirnya ikut terbawa ke Jawa Timur,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengaku sudah memiliki kedekatan dengan Gus Ipul. Selain itu beberapa ulama yang dekat dengan PKS juga menyarankan dukungan ini.

Mereka tidak anti untuk mendukung calon gubernur yang sudah terlanjur diusung oleh parpol lain. Koalisi dengan PDIP sendiri juga dilakukan oleh PKS dalam Pilgub Sulawesi Selatan. Koalisi ini juga didukung oleh Partai Gerindra. “PKS untuk Jatim kondisinya sama dengan Sulsel, PKS sudah lama dekat dg Gus Ipul,” jelasnya.

Soal gagalnya koalisi, Mardani mengaku segala upaya sudah dilakukan dengan menentukan calon potensial. Moreno Soeprapto dari Partai Gerindra cukup mengemuka didiskusikan oleh ketiga parpol. Namun kesepakatan tak berhasil dicapai.

“Sudah diusahakan namun belum dapat disepakati. Moreno anak muda yang potensial. Tapi belum disepakati bersama,” kata dia.

Setelah gagal terbentuk poros ketiga, wal hasil hanya ada dua pasang kandidat di Pilgub Jatim. Mereka adalah Saifullah Yusuf yang kini berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. 

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat berbincang dengan detikcom Oktober lalu mengatakan, jika hanya diikuti Gus Ipul dan Khofifah maka akan terjadi, ‘All Jokowi Final’.

Gus Ipul didukung PKB dan PDIP yang dua-duanya partai pendukung pemerintah Jokowi. Ada pun Khofifah saat ini menteri di kabinet Jokowi. 

“Ini artinya kita siap siap menyambut all Jokowi final di Jatim. Ini lah canggihnya political game tim petahana di Jatim,” kata Rico.

Gerindra, PAN dan PKS gagal membentuk koalisi untuk membendung All Jokowi Final di Jawa Timur. 

(jat/erd/detikcom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here