Home Pengetahuan Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya: Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya: Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

111
0
SHARE

Suara NU – Berikut Rangkuman Ceramah Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya saat ceramah di acara Maulid Nabi dan Haul Sesepuh dan Raden Ayu Fatimah binti Husen di Randu Dongkal Pemalang Jateng.

Setelah Mendengar Lagu Kebangsaan Indonesia beliau menyampaikan :

“Cinta Tanah Air Bagian dari Iman”

Untuk membangun Indonesia ini, mau tidak mau kita harus cinta dengan NKRI, harus mencintai tanah air. Maka kemudian kita masyarakatkan jargon hubbul wathon minal iman, cinta tanah air bagian daripada iman.

Ada sebagian orang bertanya, “Hubbul Wathon Minal Iman” itu kan bukan dawuhnya kanjeng nabi, jadi mencintai negara itu tidak disyari’atkan dalam Islam”.

Mungkin, atau bisa jadi, Nabi tidak pernah dawuh hubbul wathon minal iman, tapi nabi sangat mencintai tanah kelahiranya. Beliau sangat mencintai Makkah.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

“Dari Ibn Abbas ra, Rasulullah bersabda, ‘Wahai Makkah, alangkah indahnya engkau sebagai negeri dan aku sangat mencintaimu, seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan tinggal di negeri selainmu’” (HR. Ibn Hibban)

Seandainya nabi tidak diusir oleh kafir Quraisy, niscaya beliau tidak akan pindah dari Makkah, karena beliau sangat mencintai tanah kelahiranya, yaitu Makkah.

Nabi memang mungkin tidak pernah mengucapkan ‘Hubbul Waton Minal Iman’ tetapi sikap beliau mencerminkan bahwa beliau mencintai negaranya, dan inilah yang bisa kita jadikan pegangan.

Mengapa negeri-negeri di Timur Tengah sekarang ini kacau balau, perang sesama warga negara. Karena mereka hanya dididik untuk mencintai agama, bukan dididik untuk mencintai negara.

Maka, bersyukurlah kita di Indonesia ini, karena kita tetap dapat rukun, kita tetap bisa bersatu, walaupun mungkin terdapat sedikit perbedaan – perbedaan dengan yang lain, tapi tetap kita mengutamakan kepentingan negara, sampai sekarang alhamdulillah, dan semoga bisa berlanjut hingga yaumil qiyamah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here