Home Pengetahuan Hati-Hati! Pekan Ini, Arab Saudi ‘Dibalut’ Cuaca Dingin Ekstrem

Hati-Hati! Pekan Ini, Arab Saudi ‘Dibalut’ Cuaca Dingin Ekstrem

20
0
SHARE

Suara NU – Bagi jamaah umroh pekan-pekan ini, perlu mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Ada prediksi negeri tanah suci ini akan dilanda cuaca dingin ekstrem pekan ini. Estimasinya terjadi mulai hari Rabu (6/12/2017) dan berlanjut ke wilayah utara dan timur pada Kamis (7/12/2017).

Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Kerajaan memprediksi bahwa wilayahnya akan dilanda suhu udara dingin dengan tingkat kerendahan signifikan yang mencapai di bawah nol derajat celcius.

Dilansir dari Al-Arabiya, Senin (4/12), cuaca dingin akan mempengaruhi beberapa wilayah terutama di bagian utara Saudi, yakni Tabuk, Jouf dan Hail.

Cuaca dingin ekstrem diperkirakan mempengaruhi wilayah pusat, timur dan barat Kerajaan pada hari Kamis.

Badan meteorologi menunjukkan suhu rendah ini akan disertai angin disertai pasir dan debu sehingga bisa membatasi jarak pandang. Kecepatan angin diprediksi akan mencapai lebih dari 45 Km per jam. Angin itu bisa berubah menjadi badai pasir dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.

Ini bukan pertama kali, cuaca dingin ekstrem juga pernah menyelimuti sebagian besar Arab Saudi di enam wilayah antara lain di Tabuk, Al Jouf, Hail, Qassim, dan Provinsi Timur pada awal tahun 2016. Saat itu hujan lebat menyelimuti berbagai wilayah di Arab Saudi.

Suhu dingin di Saudi terjadi mulai tahun baru 2016. Madinah menjadi wilayah dengan suhu terendah di bagian barat Arab Saudi. “Cuaca dingin akan terus menyelimuti kerajaan Arab, terutama di wilayah utara dan barat. Cuaca dingin diikuti dengan angin berkecepatan 50 km per jam terutama di  Al Jouf, Tabuk, Hail, Madinah, Makkah,” begitu Juru Bicara Kepresidenan Meteorologi dan Lingkungan, Hussein Al-Qahtani, seperti dilansir Saudi Gazette saat itu.

Angin dingin juga akan menerpa Riyadh, Qassim, dan Provinsi Utara termasuk Hafr Al Batin. Langit juga terlihat berawan. Profesor Geografi Dr Abdullah Al Musnad mengatakan, pada Januari 2016 terutama pada awal merupakan hari terdingin yang menyelimuti Kerajaan Arab.

Banyak pedagang kaki lima berdagang baju hangat untuk menarik para pembeli. Para pembeli lebih suka membeli baju hangat dengan harga murah untuk melindungi mereka dari cuaca dingin.

Namun banyak warga yang mengeluh, baju hangat dengan harga murah tapi kualitasnya buruk. Sehingga kurang melindungi dari cuaca dingin. Pada tahun 2008 lalu suhu di Hail pernah mencapai -10 derajat, sementara di Riyadh suhunya mencapai -5 derajat.

Pemilik akun Facebook Rahim Nasir, saat itu mengunggah kalimat. “Dunia sudah di penghujung. Ayuh kita persiapkan bekalan sebaik-baik mungkin,” katanya.(alarabiya.em/duta.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here