Home Pengetahuan Jangan Terpancing, Orang Sinting Beber Bendera NU dengan Khilafah

Jangan Terpancing, Orang Sinting Beber Bendera NU dengan Khilafah

19
0
SHARE

Suara NU – Istilah orang Jombang, ‘mayak pol’ alias kelewatan. Betapa tidak, reuni alumni 212 diwarnai dengan pengibaran bendera NU bersama Khilafah. Kali ini mereka membawa lambang NU dengan tulisan 1926. Intinya, ingin mengesankan bahwa NU (dulu) juga memperjuangkan khilafah sebagaimana HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) saat ini.
“Ini sudah kelewatan. Tapi warga nahdliyin jelas tidak akan terpancing. Mereka kehilangan isu, sehingga berusaha menyeret NU dalam gerakan khilafah. Padahal, semua mafhum, bahwa NU berdiri tegak di bawah NKRI, ini harga mati. Pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi konsensus nasional,” kata Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Akhmad Toni Syaifuddin, SP  kepada duta.co begitu menyaksikan foto tersebut menyebar lewat grup-grup WA, Sabtu (02/12/2017).

Tampak Akhmad Toni Ketua PAC GP Ansor Kec. Kesamben (kiri) dalam sebuah acara. (FT/IST)

Banyak yang tidak lucu dalam aksi reuni alumni 212 ini. Ada pemandangan tidak umum, ketika ribuan peserta reuni membubarkan diri, setelah melantunkan lagu Indonesia raya,  dari lapangan Monas (Monumen Nasional), Jakarta, Sabtu (02/12) siang, tampak sekali banyak bendera HTI mendominasi acara.
Bahkan ada bendera HTI di atas bendera Merah putih. Apakah ini bentuk kalau bendera HTI lebih mulia daripada Merah Putih? Ini juga bisa diartikan bahwa khilafah harus berdiri di atas Indonesia. Padahal ormas HTI ini sudah dilarang oleh pemerintah.


Berdasarkan pantauan di lapangan, rangkaian acara Reuni Alumni 212 berakhir setelah pembacaan doa oleh Ustadz Bahar bin Smith, yang kemudian dilanjutkan dengan kor atau nyanyian bersama lagu Indonesia Raya para peserta, pada pukul 11.00 WIB.“Mari kita pulang dengan tertib tenang dan damai. Jangan lupa bersih-bersih juga dari sampah,” kata orator yang bericara dari panggung utama acara tersebut.
Para peserta secara teratur membubarkan diri melalui berbagai pintu keluar yang ada di Monas. Bersamaan dengan itu, beberapa orang membawa plastik berukuran besar lalu memungut sampah bekas makanan dan minuman yang berserakan di lokasi unjuk rasa.

Sejumlah personel polisi lalu lintas yang berjaga di lokasi terpantau mengawal bubarnya massa. Selain itu, jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan MH. Thamrin, sudah dibuka kembali untuk dilalui kendaraan. (snw/duta.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here