Home Umum Karomah KH Utsman, Ayahanda KH Asrori Al-Ishaqi

Karomah KH Utsman, Ayahanda KH Asrori Al-Ishaqi

107
0
SHARE

[GP-Ansor.org] – KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi (salah satu putra Kyai Utsman) menceritakan, ketika ayahandanya berusia 13 tahun, beliau sudah mempunyai kemampuan melihat Ka’bah secara nyata dari rumahnya di Jatipurwo Surabaya.
Beliau menganggap apa yang dilihatnya merupakan mimpi. Tapi setelah berkali-kali matanya diusap, ternyata apa yang dilihatnya bukan mimpi dan benar-benar tampak Ka’bah di Makkah. Kemudian Kyai Utsman minta dibelikan kaca mata, beliau mengira bahwa matanya sudah rusak. Setelah dibelikan dan dipakai, ternyata hasilnya sama saja.

Menurut Kiyai Asrori, itulah awal kasyaf yang dialami ayahandanya dan sejak saat itu Kiyai Utsman bisa melihat orang dengan segala kepribadiannya. Ada yang menyerupai serigala, ada yang seperti ayam dan kucing tergantung pembawaan nafsu masing-masing. Akan tetapi Kyai Utsman tidak berani mengatakan terus terang, karena hal itu menyangkut kerahasiaan seseorang.

Pada saat bermukim di lereng gunung dekat Ngawi, Kyai Utsman pernah bermimpi ketemu KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng yang berpamitan dengan Kyai Utsman: “Saya duluan, Utsman!” Ternyata, esok harinya beliau mendengar berita bahwa KH. Hasyim Asy’ari wafat.

Kyai Muhammad Faqih Langitan Tuban pernah mengatakan bahwa Kyai Zubeir Sarang Rembang bermimpi ketemu Rasulullah Saw. yang sedang menemui 2 orang laki-laki dan Rasulullah Saw. menyatakan pada Kyai Zubeir: “Keluargaku banyak tersebar di tanah Jawa diantaranya ialah Romli dan Utsman”.

Salah seorang sopir Kyai Utsman pernah mengatakan, dalam perjalanan dari Rejoso menuju Surabaya, tiba-tiba mobil yang dikendarai Kyai Utsman bensinnya habis padahal seluruh uang sakunya telah diserahkan ke pondok. Kemudian Kyai memerintahkan kepada sopirnya: “Begini saja, tangki mobil diisi dengan air teh tanpa gula secukupnya.” Karena sopir itu percaya dengan kyai, maka perintah itu dilaksanakan dengan sepenuh hati. Kemudian Kyai Utsman menanyakan: “Sudah kau isi bensin?” “Mobil kami isi dengan teh sesuai dawuh Kyai,” jawab sopir. Kyai Utsman pun segera mengajak pulang dan atas izin Allah Swt. mobil itu bisa berjalan sampai Surabaya.[so]

Sumber: muslimoderat.net.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here