Home Nasional Kedatangan Habib Umar untuk Menggugah Semangat Para Alawiyin di Indonesia

Kedatangan Habib Umar untuk Menggugah Semangat Para Alawiyin di Indonesia

72
0
SHARE

GP Ansor – Ulama terkemuka asal Hadramaut, Habib Umar Bin Hafidz direncanakan akan mengunjungi Indonesia dalam rangkaian perjalanan dakwah. Kunjungan ke kali ini, tergolong kunjungan terlama selama Habib Umar bertandang ke Indonesia, yaitu kurang lebih sepuluh hari mulai dari 13 Oktober hingga 22 Oktober 2017.

Seperti diinformasikan oleh Ketua Majelis Muwashola Indonesia, Habib Hamid Alqadrie kepada Nabawi TV, kedatangan  Habib Umar Bin Hafidz membawa misi dakwah yang sejuk dan moderat.
“Tema kunjungan beliau kali ini antara lain terkait dengan situasi dan persoalan yang dihadapi oleh umat Islam di Indonesia, seperti radikalisasi, serta membawa pesan damai yang mengajak umat Islam untuk kembali ke jalan Allah SWT seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” ujarnya, Senin (18/09), di Jakarta.
 
Menurut Habib Hamid, kunjungan kali akan terasa berbeda, sebab Habib Umar juga akan mengunjungi Ambon, Maluku, selama tiga hari dan akan mengadakan serangkaian kegiatan, “Diantaranya, kegiatan dialog antar umat beragama di Ambon yang rencananya akan diikuti oleh pemuka agama lain,” tambah Habib Hamid.
 
Sebelum ke Ambon, Habib Umar akan mengadakan kegiatan di Jakarta, antara lain, Rauhah, Haul Syeikh Abu Bakar Bin Salim, serta serangkaian pertemuan dengan ulama Tanah Air di sebuah hotel di Jakarta. Rencananya, beliau juga akan mengisi dakwah di Ponpes Alfachriyah, Ciputat, pimpinan Habib Jindan.
 
Habib Umar Bin Hafidz selain dikenal sebagai ulama terkemuka, memang memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia. Beliau merupakan guru dari Alm. Habib Munzir Almusawa pendiri Majelis Rasullulah yang diketahui memiliki jumlah jamaah hingga jutaan orang. Beliau juga guru dari Habib Jindan, yang tak lain cucu dari Habib Salin Bin Jindan, Singa Podium dari Betawi yang aktif berdakwah pada masa pendudukan Belanda.
 
Awal kedatangan Habib Umar ke Indonesia adalah pada tahun 1994. Dia diutus oleh Al Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Assegaf yang berada di  Jeddah, untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia, disebabkan sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokohasal Kota Solo/ Kota Surakarta, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.
 
Dakwahnya juga sangat dirasakan kesejukannya dan disambut dengan hangat oleh umat Islam di Indonesia]. Masyarakat menyambutnya dengan sangat antusias dan hangat, mengingat bahwa kakeknya yang kedua, Al-Habib Hafidz bin Abdullah bin Syekh Abubakar bin Salim, berasal dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Dakwahnya yang sangat indah dan sejuk itu yang bersumber dan sang kakek Nabi Muhammad saw, sangatlah diterima oleh berbagai kalangan, baik pemerintah maupun rakyat, kaya ataupun miskin, tua ataupun muda.
 
Di Indonesia al-Habib Umar sudah beberapa kali membuat kerjasama dengan pihak bahkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Ditjen Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama Indonesia meminta pembuatan kerjasama dengan al-Habib Umar dan Darul Mustafa untuk pengiriman Sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya para kiai, pimpinan pondok pesantren, untuk mengikuti program pesantren kilat selama tiga bulan di bawah bimbingan langsung beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here