Home Pengetahuan Kelompok Ekstrem Jihadis Lakukan Propaganda Musuhi Negara

Kelompok Ekstrem Jihadis Lakukan Propaganda Musuhi Negara

18
0
SHARE

Suara NU – Salah satu bentuk propaganda radikal yang dilakukan oleh kelompok ekstrem jihadis di antaranya mengajak orang lain untuk memusuhi negara. Langkah ini dilakukan dengan menngampanyekan bahwa sistem yang diselenggarakan negara adalah sistem kafir sehngga perlu diperangi.

Hal itu diungkapkan oleh mantan teroris Jamaah Islamiyah Sofyan Tsauri, Selasa (5/12) di Bogor, Jawa Barat. Dalam kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP) ini, Sofyan juga menjelaskan penguatan ideologi teror kepada para kombatan.

Memusuhi negara ini, menurut Sofyan, bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga seluruh pihak penyelenggara negara yang terlibat dalam pemerintahan tersebut.

“Dalil-dalil perang (qital) sebagai penguat dibumbui dengan propaganda memusuhi negara. Seperti menganggap bahwa polisi adalah kafir, menghalangi perjuangan jihad sehingga harus disingkirkan,” jelas Sofyan Tsauri yang berbait kepada Abu Bakar Ba’asyir.

Dia juga mengungkapkan, kebanyakan pemahaman agama yang mereka lahap berasal dari pemahaman Muhammad bin Abdul Wahab Najd.

“Pemahaman agama yang berkembang adalah tradisi Najdiyan,” jelasnya. Namun, ia menerangkan dari kelompok-kelompok yang ada selama ini, ada yang bergerak di bagian ideologi agamanya dan kelompok yang terus berupaya memperkuat ideologi teror dengan memusuhi negara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Studi Pesantren Achmad Ubaidillah mengatakan, radikalisme keagamaan bukan barang baru, telah ada sejak dulu dan entah sampai kapan.

“Istilahnya bisa berbeda, seperti fundamentalisme, hardliners (aliran keras), ekstremisme, militanisme, dan pada puncaknya terorisme,” terang Ubaidillah yang mengangkat tema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama dalam kegiatan yang melibatkan 50 kiai dan nyai dari sejumlah daerah ini.

Dia mengatakan, ikhtiar yang dilakukannya ini merupakan usaha menjalin jaringan dan konsolidasi lintas pesantren untuk mewujudkan tujuan bersama dalam meningkatkan literasi pesantren sebagai upaya menangkal radikalisme agama.

“Tantangan pesantren di era teknologi tidaklah mudah mengingat propaganda radikal saat ini memanfaatkan berbagai ruang media digital,” tuturnya. (Fathoni/NU Online)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here