Home Pengetahuan Ketua Umum MUI: Tidak Benar Islam Identik dengan Khilafah

Ketua Umum MUI: Tidak Benar Islam Identik dengan Khilafah

14
0
SHARE

Suara NU – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan sistem kenegaraan Indonesia tidak bertentangan dengan Islam. Sebab, Islam tidak identik dengan sistem khilafah.

Kata Kiai Ma’ruf, teori tentang negara sebetulnya lebih dulu dicetuskan oleh ulama Imam Ghazali. Dalam teorinya, Imam Ghazali juga menjelaskan soal ketergantungan antara manusia dan alam atau interdependensi.

“Negara itu sebenarnya teorinya itu interdependensi, walaupun teori interdependensi itu baru muncul 1.000 tahun kemudian yang dikembangkan oleh (Thomas) Hobbes, oleh Austin seorang ahli politik dari Barat. Tapi sebenarnya teori aslinya itu dari Imam Ghazali,” ujar Kiai Ma’ruf saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2017).

Di satu sisi, Kiai Ma’ruf tak memungkiri kalau umat Islam kurang memahami substansi pemikiran yang lahir dari ulama seperti Imam Ghazali. Menurutnya, Islam tidak mengenal sistem pemerintahan yang baku seperti khilafah. Bahkan dalam Islam pun dikenal sistem kerajaan.

“Kita kurang bisa menggali saja teori-teori ini. Kita nggak bisa tangkap intinya. Jadi sebenarnya negara yang kita bangun ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kenapa? Karena di dalam Islam itu tidak ada tentang yang baku. Jadi tidak benar Islam itu identik dengan khilafah. Khilafah pernah menjadi sistem, tapi Islam juga mengenal kerajaan,” papar dia.

Dalam Islam, sambung Kiai Ma’ruf, yang terpenting dalam suatu negara salah satunya keadilan. Artinya, jika rakyat sudah mendapatkan keadilan, negara itu sesuai dengan konsep Islam.

“Jadi yang penting ada prinsip-prinsipnya islamiyahnya. Syuro, keadilan, kemerdekaan. Jadi nilai-nilainya itu yang harus ada. Oleh karena itu, sistem pemerintahan itu tidak ada sesuatu yang merupakan keharusan. Semuanya bisa hidup di masyarakat Islam,” pungkasnya. 

(idh/idh/detikcom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here