Home Pengetahuan KH Anwar Zahid, Da’i Gaul dengan Kearifan Kiai

KH Anwar Zahid, Da’i Gaul dengan Kearifan Kiai

75
0
SHARE

Suara NU – “Emang kalau saya dzikir dg menggelengkan kepala, masalah buat lu..! Sing gak entok kuwi dzikir karo nonjok.. Lailaha illallah.. plak..! Lailaha illallah plak..! Iku sing gak entok rek.. Ya Allaaah.. dadi uwong kok repot banget uripmu Kaaang..kang..!”

Itulah penggalan ceramah KH. Anwar Zahid, saat memberikan counter balik atas ejekan ustadz Wahabi yg membidahkan tata cara dzikir di kalangan Nahdliyyin.

Anwar Zahid adalah model dai zaman now.. Penceramah yg selalu dirindukan. Santun di atas panggung, santun pula dlm pergaulan sehari-hari. Meski pinter dan alim, tapi tdk sok keminter dan sok alim.

Gaya ceramahnya bisa menembus segala lapisan masyarakat: kalangan tua, remaja, lingkungan kantoran, sampai kalangan profesional.

Beliau memiliki seribu cara utk membuat pendengarnya tetap fokus. Selalu saja ada sentilan yg mengundang gelak tawa. Sungguh pun begitu, semua itu akan tetap membawa pendengarnya pada perilaku bijak dan semakin mendekatkan diri pada Sang Khaliq

Pesan2 agama ia sampaikan dg lugas dan tegas, tdk provokatif apalagi agitatif. Tak ketinggalan juga humornya yg fantastis dan tak terduga, kombinasi khas logat Jawa Timuran ngoko, dg bahasa Indonesia yg telah “di-debirokratisasikan”, maka lahirlah aliran kata2 yg enak, renyah, dan sama sekali tdk membosankan.

Anwar Zahid adalah tipe dai yg tdk gemar obral dalil, kecuali seperlunya saja. Tidak terjebak gaya “ke-arab2an” yg saklek, tapi simpel dan apa adanya. Juga tdk suka memvonis kafir dan tdk gampang menuduh orang lain yg berbeda pandangan sbg munafiq.

Satu hal yg menjadi inti dari semua tausiyahnya, bhw Islam sbg tatanan nilai hrs mengalir dlm raga, nampak dlm sikap dan perilaku, mulai dari “the unyeng-unyeng” sampai “the tungkak”.

Semua harus mampu “di-cakkan” dlm tindakan nyata, bkn sekedar dlm penonjolan simbol2 formal, seperti jenggot panjang, jidat hitam, dan sorban rangkap tujuh, tapi sejauh mana islam tercermin dlm sikap dan perilaku sehari2.

Dan satu lagi, beliau sangat nasionalis, cinta NKRI, dan tdk sok ngilafah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here