Home Pengetahuan Mari Berorganisasi NU dengan Penuh Cinta dan Rukun !

Mari Berorganisasi NU dengan Penuh Cinta dan Rukun !

71
0
SHARE

Oleh M. Rikza Chamami

Suara NU – Pesan Rais Akbar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dalam Al-Qanun Al-Asasi sangat penting menjadi pedoman berorganisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Sebab dalam di dalam terdapat banyak filosofi nilai organisasi yang dikutip dari 42 ayat Al Qur’an (muqaddimah 36 ayat dan ikhtitam 6 ayat). Substansi dari ayat itu memang perlu dihayati secara baik agar tidak salah dalam menempatkan diri.

Ayat pertama yang dijadikan pembuka teks setelah kalimat bismillah adalah surat Al Furqon ayat 1 juz 18: “Segala puji bagi Allah Swt yang telah menurunkan Al Qur’an kepada hambanya agar menjadi pemberi peringatan kepada sekalian umat”. 

Kemudian dilanjutkan dengan Surat Al Baqarah ayat 251 juz 2: “Dan menganugerahi kekuasaan/pemerintah dan hikmah serta ilmu tentang sesuatu yang ia kehendaki”. Disambung dengan: “Dan barang siapa dianugerahi hikmah, maka ia benar-benar mendapat keberuntungan yang melimpah” sebagaimana tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 269 juz 3.

Tiga ayat ini memberikan empat pesan penting bagi siapapun yang mengikuti jam’iyyah NU agar sesuai dengan pedoman Mbah Hasyim.

Pertama, berpegang teguh pada Al Qur’an sebagai sumber kehidupan agama dan masyarakat. Dengan pedoman kitab suci inilah nilai kejam’iyyahan akan tetap teguh dalam nilai-nilai keislaman yang diridlai Allah dan Rasulullah.

Kedua, kekuasaan yang diberikan perlu diimbangi dengan kebijaksanaan. Kisah dalam ayat 251 Surat Al Baqarah menjelaskan tentang posisi Nabi Daud yang saat melawan tentara Jalut dan kemudian Allah memberikan kenabian (al-mulk) dan Kitab Zabur (al-hikmah).

Ketiga, hidup berjam’iyyah sangat butuh sikap bijaksana agar mendapatkan keberuntungan. Inilah yang sangat dibutuhkan dalam setiap orang melangkah dalam organisasi. Dapat kita bayangkan jika tidak bijaksana, maka disitu organisasi akan mudah pecah.

Keempat, perlunya keseimbangan paradigma ilahiyah dan insaniyah. Bahwa ayat Allah yang dijadikan pedoman beragama adalah untuk membuat masyarakat menjadi baik. Jadi organisasi itu butuh pedoman ayat yang sesuai dengan nilai kemanusiaan.

Lalu apa lagi yang penting untuk dicatat dalam Al Qanun Al Asasi di tengah usia NU sudah memasuki 92 tahun?

Yang sangat perlu dihayati bersama adalah pesan Mbah Hasyim:

فهلموا كلكم ومن تبعكم جميعا من الفقراء والاغنياء والضعفاء والاقوياء الى هذه الجمعية المباركة الموسومة بجمعية نهضة العلماء وادخلوها بالمحبة والوداد والالفة والاتحاد والاتصال بارواح واجساد.

 “Marilah anda semua dengan segenap pengikut anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk Jam’iyyah yang diberi nama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa dan raga” (terjemah KH Mustofa Bisri).

Pesan inilah yang sangat penting menjadi refleksi Harlah ke-92 NU. Bahwa tidak ada kata yang penting dalam berNU selain cinta dan rukun.

Sudah tidak saatnya ada NU Garis Lurus yang selalu menghina NU. Justru dengan cara seperti itu, sama dengan ber-NU tapi dengan kedengkian dan pecah belah. Kalau ingin NU kuat, maka harus kembali pada pesan Mbah Hasyim.

Penulis adalah Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here