Home Pengetahuan Sosok Jokowi Dimuat di Koran Jepang Sebanyak 2 Halaman, Ulasannya Penuh Pujian...

Sosok Jokowi Dimuat di Koran Jepang Sebanyak 2 Halaman, Ulasannya Penuh Pujian dan Suri Teladan

79
0
SHARE

Suara NU – Fadjoel Rachman selaku Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengunggah sebuah foto di akun Instagramnya @fadjroelrachman, Selasa(22/1/2018).

Dalam unggahan tersebut, Fadjroel menuliskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimuat di sebuah media Jepang.

Tak tanggung-tanggung, media Jepang tersebut mengekspos Jokowi dengan ulasan 2 lembar penuh.

Fajdroel menyebut bahwa isi dari pemberitaan itu tentang sosok Jokowi yang membuat politisi Jepang harus banyak belajar darinya.

“Your president was in Japanese newspaper (2 full pages!) I am surprised to learn he was a carpenter.He looks like a very friendly person and popular. The Japanese newspaper concluded that Japanese politicians should learn from the Indonesian president. #JokowiMembangunIndonesia”

(Presidenmu berada di koran Jepang (2 halaman penuh!) Saya terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah seorang tukang kayu. Dia tampak seperti orang yang sangat ramah dan populer. Surat kabar Jepang menyimpulkan bahwa politisi Jepang harus belajar dari presiden Indonesia), tulisnya.

Netizen yang mengetahui postingan tersebut netizen berkomentar:

@dilahdiajeng: Pak jokowi keliatan ganteng di foto korannya

@forcandankus: Aduuhh…terpesonanya.

@erny_deppasau: Emang paling Keren nih Presidenku.

@endang_sri_winarni: Mantabb.

@guntur.a.soelaiman: continue to be the best for the nation of Indonesia.

@arisan_happy_milo: presiden sebelumnya juga ada kok masuk koran LN tapi ga selebay ini.

@evadewi77: Bangga sama presidenku.

@riakusumasari: Bravo Mr. President

@nonni.resmito: Bangga banget punya Presiden Bp. Joko Widodo!

@indrimoes: Di negara lain begitu dihargai tp heran di negara sendiri masih saja dihujat dan dicibir..semoga Allah Swt selalu menjaga dan melindungi beliau..sehat selalu pak Jokowi..saya bangga

Diketahui, Kinerja Pemerintahan Joko Widodo ( Jokowi) yang telah melewati tahun ketiga menjadi sorotan media internasional. Kebijakan politik keamanan dan ekonomi pemerintahan Jokowi menjadi dua isu yang mendominasi pemberitaan media asing.

Survei yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) mencatat, sepanjang 7 Oktober 2016-1 Oktober 2017, total pemberitaan tentang pemerintahan Jokowi di 286 media daring asing mencapai 5.323 berita.

“Apabila isu ekonomi relatif lebih banyak mendapatkan sorotan dalam sisi netral dan positif. Isu politik keamanan ada beberapa hal yang masih memperoleh framing negatif,” ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/10/2017) yang dilansir dari Kompas.com

Rustika menjelaskan, kebijakan perekonomian Jokowi merupakan sisi yang mendapat sorotan tanpa putus sepanjang setahun terakhir. Persepsi media asing terhadap aspek ekonomi yang terkait dengan Jokowi, relatif lebih baik dan netral.

“Sektor ekonomi dan perdagangan merupakan isu yang memperoleh ekspos terbanyak dengan sentimen positif dan netral alias rapor biru,” ungkapnya.

Total pemberitaan terkait isu ekonomi pemerintahan Jokowi di media asing mencapai 2.180 berita atau sekitar 41 persen dari seluruh isu yang ada.

Menurut Rustika, isu-isu ekonomi yang dinilai positif media internasional ini antara lain kebijakan pemerintah di sektor perdagangan, diplomasi ekonomi, serta perbaikan iklim investasi.

Fokus pemberitaannya antara lain mengenai sisi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi rendah di Indonesia, tax amnesty, naiknya rating Standard & Poor untuk Indonesia, diplomasi ekonomi, hingga peran Indonesia dalam “jalur sutera” modern.

Sektor pariwisata di Indonesia juga memperoleh rapor positif. “Bali, NTB, dan Yogyakarta menjadi lokasi terbanyak yang disebut media asing,” ucapnya.

“Di sisi lain, Indonesia juga mendapat apresiasi positif dari media asing dalam peran dan diplomasi internasional, seperti dalam kasus komunitas Rohingya di Myanmar,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan judul pemberitaan di media asing, masalah politik dan keamanan merupakan salah satu sisi yang masih diberi rapor merah (framing) oleh media internasional.

Sumber: Tribunnews.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here