Home Pengetahuan Wali kok Merokok?

Wali kok Merokok?

134
0
SHARE

Suara NU – Kyai Jamaluddin Jombang bersama seorang santrinya sowan kepada sang guru, yaitu Mbah Abdul Jalil Mustaqim Tulungagung. Ketika dalam perjalanan Kiai Jamaluddin dawuh pada santrinya: “Le (Nak), kamu saya ajak sowan ke Romo Kiai Abdul Jalil. Beliau termasuk bagian dari wali Allah. Nanti kalau di sana kamu tidak perlu banyak tanya, cukup dengarkan dawuh-dawuhnya.” Jawab si santri, “Iya, Kiai.”

Sesampai di kediaman Kiai Abdul Jalil, dan cukup lama berbincang-bincang, pada waktu itu pula Kiai Abdul Jalil menghisap rokok tanpa henti. Habis sebatang nyambung lagi dan terus begitu sampai habis banyak berbatang-batang rokok. Dalam hati si santri berperasangka dan bertanya seakan tidak percaya, “Katanya kiai ini seorang wali. Dari awal saya bertamu sampai sekarang rokoknya kok ngebut, habis satu langsung nyulut habis lagi nyulut lagi tanpa henti. Di mana letak kewalianya? Ah, kayaknya tidak mungkin!”

Dengan spontan Kiai Abdul Jalil berkata: “Kiai Jamal, lebih baik merokok tapi selalu ingat Allah daripada tidak merokok tapi suka ngurusin orang lain yang sedang menikmati rokok tapi hatinya lalai pada Allah.” “Njih, leres Kiai” (Ya benar, Kiai), jawab Kiai Jamaluddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here