Home Pengetahuan Wow! Ternyata Pangeran Arab yang Beli Lukisan Yesus Senilai Rp6 Triliun

Wow! Ternyata Pangeran Arab yang Beli Lukisan Yesus Senilai Rp6 Triliun

119
0
SHARE

Suara NU – Masih ingat berita heboh lukisan wajah Yesus Kristus karya Leonardo da Vinci yang terjual seharga US$ 450,3 juta atau setara Rp 6 triliun dalam lelang di New York, Amerika Serikat (AS)?

Ternyata pembeli yang tadinya misterius itu, akhirnya teridentifikasi. Ialah pangeran Saudi bernama Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammad Farhan al-Saud.

Nama itu terungkap dari surat kabar Amerika Serikat, New York Times yang meninjau sejumlah dokumen untuk menemukan siapa pembeli lukisan senilai 450 juta dolar AS itu. Ingin tahu berapa banyak uang 450 juta dolar AS? Jika dikurskan dengan Rp13.500 per satu dollar AS maka ketemu Rp 6.075.000.000.000,-  atau terbilang enam triliun, tujuh puluh lima miliar rupiah.

Harga itu mencetak rekor sebagai karya seni termahal yang pernah dilelang selama ini. Padahal, kendati seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (16/11/2017), lukisan dari tahun 1500 yang dikenal dengan nama ‘Salvator Mundi‘ itu merupakan salah satu lukisan langka dari 20 karya autentik Da Vinci yang masih utuh, tetapi banyak yang meragukannya.

Lukisan itu dipekirakan dilukis pada suatu waktu sesudah tahun 1505, namun banyak yang menganggap ini bukan karya da Vinci sendiri melainkan duplikat tangan lain.

Tak kalah heboh adalah pembelinya. Ternyata adalah pangeran Saudi bernama Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammad Farhan al-Saud. Namanya terungkap dari surat kabar Amerika Serikat, New York Times yang meninjau sejumlah dokumen untuk menemukan siapa pembelinya.

Lukisan yang diberi judul “Salvator Mundi” diterjemahkan menjadi “Juruselamat dunia” itu menggambarkan sosok Yesus Kristus memegang bola kristal. Lukisan minyak berusia 500 tahun itu memiliki sejarah yang penuh warna, misterius dan kontroversial. Beberapa pakar seni bahkan masih mempertanyakan apakah lukisan itu asli buatan tangan Leonardo da Vinci dan pernah menjual pemiliknya pada tahun 1958 seharga 60 dolar AS. Pemilik sebelumnya adalah miliarder Rusia Dmitry Rybolovlev.

Mengutip dokumen yang ditinjaunya, Pangeran Bader digambarkan sebagai sosok yang memiliki profil publik yang relatif rendah dan tidak memiliki sejarah sebagai kolektor seni utama.

Jurnal mingguan Prancis Journal du Dimanche melaporkan bahwa dua perusahaan investasi berada di belakang pembelian lukisan tersebut, sebagai bagian dari pengaturan keuangan yang melibatkan beberapa museum.

Dikatakan bahwa karya tersebut akan dipinjamkan atau dijual kembali ke museum, sebagian besar di Timur Tengah dan Asia. Saat ini, lukisan tersebut diletakkan di Museum Louvre Abu Dhabi.(nyt,bbc,jk,rmol/duta.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here